Posyandu tidak hanya penting bagi balita maupun ibu hamil. Lansia juga membutuhkan posyandu untuk memantau kesehatan mereka.

Proses penuaan akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Ditinjau dari aspek kesehatan pertambahan usia, maka lansia akan semakin rentan terhadap berbagai keluhan fisik dan psikis.

Untuk itu, pemerintah telah menyediakan layanan kesehatan bagi lansia berupa posyandu lansia untuk memperhatikan  status kesehatan para lansia di Indonesia.

Posyandu Lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu, yang sudah disepakati dan digerakkan oleh masyarakat di mana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Peserta posyandu lansia termasuk kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun), kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas), dan kelompok usia lanjut dengan risiko tinggi (70 tahun ke atas).

UPT Puskesmas Oebobo menyediakan Posyandu Lansia untuk memantau kesehatan masyarakat usia lanjut di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo yang mencakup Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Posyandu Lansia terdiri dari Posyandu Lansia Pniel I, Posyandu Pniel II, dan Posyandu Kelapa Gading di Kelurahan Oebobo.

Opa Oma antusias mengikuti rangkaian kegiatan di Posyandu Lansia Pniel
Perawat Yofita Nggame, Amd. Kep sedang memberikan penyuluhan tentang Kesehatan Olahraga bagi Lansia di Posyandu Lansia Pniel

Posyandu Kefas, Posyandu Lourdes, dan Posyandu Mawar di Kelurahan Oetete.

Kiri ke Kanan :  Perawat Meryanti, S. Kep, Ns , Asisten Apoteker Berthalia Tapaha, Amd, Farm dan Perawat Ni Wayan Nuriasih, Amd, sedang melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana bagi Lansia di Posyandu Lansia Kefas

 

Posyandu Karmel dan Posyandu Petra di Kelurahan Fatululi.

Posyandu Lansia diselenggarakan setiap bulan. Untuk tahun 2019, Posyandu Lansia Pniel I dilaksanakan setiap pada tanggal 24, Posyandu Pniel II setiap tanggal 17, dan Posyandu Kelapa Gading setiap tanggal 7.

Posyandu Kefas setiap tanggal 15, Posyandu Lourdes setiap tanggal 8, dan Posyandu Mawar setiap tanggal 10.

Posyandu Karmel setiap tanggal 20 dan Posyandu Petra setiap tanggal 22.

Kegiatan Posyandu mencakup pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan sederhana, pemeriksaan lab sederhana, penyuluhan, dan konseling.

Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Oebobo yang terdiri dari Dokter Umum, Perawat, Analis Kesehatan, serta Asisten Apoteker di bawah Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Lansia UPT Puskesmas Oebobo, yaitu Yuniyati Abineno, Amd. Kep.

Posyandu Lansia diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan lansia, baik fisik maupun psikologis. Atau secara khusus meningkatkan kesadaran para usia lanjut untuk membina sendiri kesehatannya, baik kesehatan fisik dan psikologis, meningkatkan kemampuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam mengatasi kesehatan usia lanjut, meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut.

 

Dipublikasi pada : Warta

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 Oktober. Hari ini, Kamis, 10 Oktober 2019 merupakan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang ke 27.

Ayo dukung Puskesmas Oebobo dalam Lomba VLOG Kampanye Kesehatan Jiwa untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ke 27 Tahun 2019 Tingkat Kota Kupang.

Caranya :
Nonton VLOG di bawah ini, like dan share di sosial media Anda, bagikan kepada Bapa, Mama, Basudara semua, sehingga semakin banyak orang yang mengerti pentingnya kesehatan jiwa.

Apabila Anda mengalami kendala dalam memberikan Like pada vidio, kemungkinan anda belum Login ke akun google Anda, pastikan Anda memiliki akun google terlebih dahulu kemudian Login dan Like Videonya.

"Salam Sehat Jiwa, Cegah Bunuh Diri"

Dipublikasi pada : Warta

Dalam rangka pencegahan dan Eliminasi Malaria 2020, UPT Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Penyuluhan Malaria di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo.

Penyuluhan dilakukan oleh tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Afiani Kinle’e, S.KM, Junita Kristine, S.KM beserta Penanggung Jawab Program Malaria UPT Puskesmas Oebobo, Yofita Nggame, Amd. Kep.

 

Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Oebobo
Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Gardena, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Bayam, Kelurahan Fatululi

Penyuluhan dilakukan sepanjang bulan Oktober Tahun 2019. Bertempat di Posyandu-posyandu di Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi, dari pukul 09.00 Wita hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Malaria, sebagai langkah awal untuk mencegah penyakit Malaria.

Yofita Nggame, Amd. Kep. menjelaskan “penyakit Malaria dapat terjadi kapan saja, baik pada musim penghujan, maupun pada musim kemarau seperti sekarang ini, oleh karena itu sangatlah penting melakukan pencegahan, yaitu melalui 3M Plus”.

3M Plus yaitu Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, Mendaur/ menggunakan kembali barang yang sudah tak terpakai. Plus cara lainnya misalnya menaburkan bubuk larvasida/abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

 

Dipublikasi pada : Warta
Rabu, 09 Oktober 2019 00:30

Musim Kemarau, Awas DBD!

Demam Berdarah Dengue (DBD) biasanya terjadi pada musim hujan, namun  tahukah anda bahwa DBD juga terjadi di musim kemarau?

Dipublikasi pada : Info Sehat

Kegiatan Fasilitasi Implementasi Hygiene Sanitasi Pangan di sekolah merupakan salah satu bentuk kegiatan dari Seksi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Bidang Penyehatan Lingkungan (PL) dan Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama Sanitarian UPT Puskesmas Oebobo, sekaligus melakukan Pengawasan Jajanan Anak Sekolah.

Kegiatan dilakukan di 50 SD di Kota Kupang, sejak Bulan Agustus. Sementara untuk wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo, kegiatan dilakukan di SD Impres Bertingkat Oebobo 2, SD GMIT Oebobo, SD Negeri Oetete 1, SD Inpres Oetete 2 dan SD Inpres Oetete 3. Pada hari Rabu, 18 September 2019 dilakukan Fasilitasi Implementasi Hygiene Sanitasi Pangan di SD Impres Bertingkat Oebobo 2 dan SD GMIT Oebobo, dan pada Kamis, 19 September 2019, di SD Negeri Oetete 1, SD Inpres Oetete 2 dan SD Inpres Oetete 3.

Sanitarian UPT Puskesmas Oebobo bersama Tim dari Seksi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Bidang Penyehatan Lingkungan (PL) dan Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Kupang Melakukan Kegiatan Pemeriksaan Hygine Sanitasi Pangan di SDN Oetete 3 Kupang

 

Prinsip higiene dan sanitasi makanan adalah pengendalian terhadap empat faktor penyehatan makanan yaitu faktor tempat/bangunan, peralatan, orang, dan bahan makanan. Penyehatan makanan adalah upaya untuk mengendalikan empat faktor yaitu tempat, orang, alat, dan makanan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan. Untuk mengetahui faktor tersebut dapat menimbulkan penyakit atau keracunan makanan, perlu dilakukan analisis terhadap rangkaian kegiatan 6 (enam) prinsip higiene dan sanitasi makanan. Prinsip higiene sanitasi makanan yang diperlukan untuk mengendalikan kontaminasi makanan, antara lain pemilihan bahan baku makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, pengangkutan makanan, penyimpanan makanan, serta penyajian makanan.

Dipublikasi pada : Warta

Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) UPT Puskesmas Oebobo. Pelayanan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.

Penjaringan kesehatan dilakukan pada peserta didik kelas 1 SD, kelas 7 SMP/MTs dan Kelas 10 SMA/SMK/MA  yang meliputi pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan mata, telinga, rambut, kuku, pemeriksaan gigi dan keadaan umum, penyuluhan kesehatan, berupa Penyuluhan Kesehatan Jiwa dan Stunting, sosialisasi pencegahan Anemia pada Rematri (remaja Putri), dan  rujukan apabila diperlukan.

Penyuluhan Kesehatan Jiwa oleh Perawat Andarias Balalembang, S. Kep, Ns di SMPN 2 Kupang

Penjaringan kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo dilaksanakan mulai tanggal 26 Agustus s/d 31 Agustus 2019 pada siswa SMP/MTS, dan tanggal 26 Agustus s/d 6 September 2019 pada siswa SMA/SMK. Adapun jumlah sekolah yang dilakukan penjaringan meliputi 5 SMP dan 1 MTS yaitu SMP Sinar Pancasila, SMP Shanti Karya, SMPN 2 Kupang, SMPN 1 Kupang, SMP Dian Harapan dan MTS Plus Nurul Iman. Serta 6 SMA yaitu SMA Karya Pancasila, SMA Negeri 1 Kupang, SMK Negeri 1 Kupang, SMK Kihajar Dewantara, SMA Dian Harapan dan SMK Karya Kupang.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan fisik dan penunjang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Oebobo yang terdiri dari  Perawat, Perawat Gigi, Nutrisionis, Penanggung jawab Program Kusta, Penanggung jawab Program Kesehatan Jiwa, Penanggung jawab Program Kesehatan Reproduksi , Penyuluh Kesehatan Masyarakat serta Bagian Kesga (Kesehatan Keluarga), Kasie Anak dan Remaja Dinas Kesehatan Kota Kupang. Selain itu kegiatan penjaringan juga mendapatkan dukungan dari Kepala Sekolah dan guru UKS masing-masing sekolah.

Dipublikasi pada : Warta

Dalam rangka menyambut Hari TB Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2019, UPT Puskesmas Oebobo bekerja sama dengan PERDAKHI (Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia) dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Kupang melakukan kegiatan di bawah tema “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Kota Kupang Bebas TBC Mulai dari Saya”.

Kegiatan dilakukan di Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi. Pada hari Selasa, 19 maret 2019. Berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WITA.

Kegiatan dimaksud terdiri dari Penyuluhan TB dan HIV serta deteksi dini TB dan HIV. Penyuluhan tentang TB dilakukan oleh Pengelola program TB UPT Puskesmas Oebobo, Ibu Meriyanti, S.Kep. Ns, serta Penyuluhan tentang HIV dilakukan oleh Pengelola Program IMS HIV/AIDS UPT Puskesmas Oebobo, Ibu Jasintha Paula Bere dan Maria Pau, Amd. Keb.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat di wilayah Kelurahan Fatululi dan sekitarnya mendapatkan informasi terkait TB dan HIV, serta dapat mengetahui dan mencegah secara dini penyakit TB dan HIV.  

Dipublikasi pada : Warta

UPT Puskesmas Oebobo melakukan Pemberian Vitamin A di Posyandu wilayah Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi pada Bulan Februari dan Agustus secara GRATIS.

Vitamin A kapsul berwarna biru dengan dosis 100.000 IU diberikan kepada bayi berusia 6-11 bulan, dan kapsul berwarna merah dengan dosis 200.000 IU diberikan untuk balita usia 12-59 bulan dan Ibu Nifas.

Vitamin A mempunyai empat fungsi utama pada tubuh yaitu :

  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi seperti campak, diare.
  • Membantu proses penglihatan adaptasi dari tempat yang terang ke tempat yang gelap.
  • Mencegah kelainan pada sel termasuk pada selaput lender mata.
  • Mencegah terjadinya kekeringan pada mata disebut xerosis konjungtiva.

Vitamin A merupakan zat gizi yang penting (essensial) bagi manusia. Zat gizi ini tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar. Makanan sumber Vitamin A sebagian besar berasal dari produk hewani seperti daging, telur, susu dan hati, namun beberapa produk nabati juga mengandung Vitamin A terutama sayur-sayuran berwarna seperti wortel, bayam, kol, brokoli, semangka, melon, pepaya, mangga, tomat dan kacang polong.

Disamping dari produk alami, Vitamin A juga dapat berasal dari hasil rekayasa yang diperkaya (fortifikasi) pada beberapa bahan pangan seperti dalam minyak goreng, margarin, susu dan beberapa jenis mie instant. Selain itu ada satu sumber Vitamin A yang sangat potensial dan dapat mencukupi seluruh kebutuhan tubuh khususnya pada bayi dan Balita yaitu suplementasi Vitamin A melalui pemberian kapsul Vitamin A.

Dipublikasi pada : Warta
Senin, 04 Februari 2019 02:10

Sehat dengan Makan Beraneka Ragam

APA YANG DIMAKSUD DENGAN MAKAN BERANEKA RAGAM?

Makan beraneka ragam adalah makan berbagai jenis bahan makanan terdiri dari makanan sumber zat tenaga (karbohidrat dan lemak), zat pembangunan (protein), dan zat pengatur (vitamin dan mineral) yang memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan.

 

MENGAPA TUBUH MEMERLUKAN MAKANAN YANG BERANEKA RAGAM?

  • Karena tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung zat gizi lengkap untuk mencukupi kebutuhan tubuh, selain ASI.
  • Makin beragam makanan yang dikonsumsi, makin lengkap dan tinggi kualitas zat gizi yang diperoleh.

 

APA YANG DIMAKSUD DENGAN MAKANAN SUMBER ZAT TENAGA?

  • Makanan sumber zat tenaga adalah makanan yang mengandung tinggi karbohidrat dan lemak yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Sumber zat tenaga dapat diperoleh dari makanan pokok (nasi, jagung, ubi, sagu, tepung-tepungan) dan sumber lemak (minyak, santan, lemak hewan).

 

APA YANG DIMAKSUD DENGAN MAKANAN SUMBER ZAT PEMBANGUN?

  • Makanan sumber zat pembangun adalah makanan yang mengandung protein yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak.
  • Sumber zat pembangun banyak terdapat pada lauk pauk nabati (tempe, tahu, dan lain-lain) dan hewani (daging, ikan dan lain-lain).

 

APA YANG DIMAKSUD DENGAN MAKANAN SUMBER ZAT PENGATUR?

  • Makanan sumber zat pengatur adalah makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh untuk pemeliharaan badan dan membantu pencernaan.
  • Sumber zat pengatur banyak terdapat pada sayuran dan buah.

 

BAGAIMANA SUSUNAN MAKANAN BERANEKA RAGAM?

  • Makanan beraneka ragam terdiri dari :

Makanan pokok + lauk hewani + lauk nabati + sayur + buah.

Contohnya : nasi + telur dadar + tempe bacem + sayur bayam + pepaya.

  • Jumlah makanan yang dibutuhkan berbeda menurut umur, jenis kelamin dan tingkat aktivitas fisik.

MENGAPA PERLU MAKAN BERANEKA RAGAM?

  • Tidak ada satu jenis bahan makanan pun yang memenuhi semua kebutuhan gizi
  • Aneka ragam makanan menyediakan kebutuhan semua zat gizi bagi tubuh.
  • Untuk bisa memenuhi semua kebutuhan zat gizi, makanan sehari-hari terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah-buahan.

 

Dipublikasi pada : Info Sehat

APA YANG DIMAKSUD DENGAN ANEMIA GIZI BESI?

Anemia gizi besi adalah suatu keadaan tubuh manusia, dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah kurang dari normal.

BERAPA KADAR Hb NORMAL?

Departemen Kesehatan telah menetapkan batas kadar Hb normal dalam 100 cc darah sebagai berikut :

  • Anak Sekolah ≥ 12 mg
  • Wanita Dewasa ≥ 12 mg
  • Wanita Hamil ≥ 11 mg
  • Ibu Menyusui ≥ 12 mg
  • Pria Dewasa ≥ 13 mg

BAGAIMANA TANDA-TANDA ANEMIA GIZI BESI?

5 L :        LETIH

              LELAH

              LESU

             LEMAH

             LUNGLAI

 

  • Pucat pada wajah, kelopak mata dan telapak tangan
  • Pusing
  • Penglihatan berkunang-kunang

 

APA PENYEBAB ANEMIA GIZI BESI?

  • Makanan sehari-hari yang kurang mengandung zat besi
  • Meningkatnya kebutuhan zat besi.
  • Keadaan menstruasi
  • Adanya penyakit infeksi dan kecacingan

 

APA PENYAKIT YANG DITIMBULKAN ANEMIA ZAT BESI?

Anemia Gizi Besi menyebabkan darah tak mampu mengikat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Bila oksigen yang diperlukan tidak cukup akibatnya :

  • Sulit berkonsentrasi sehingga prestasi belajar menurun.
  • Aktifitas fisik menurun karena daya tahan fisik dan tubuh rendah (mudah 5L : letih, lelah, lesu, lemah, lunglai ).
  • Jarang masuk sekolah karena mudah sakit.

 

BAGAIMANA MENCEGAH ANEMIA GIZI BESI?

  • Makan makanan yang kaya zat besi dan buah-buahan setiap hari
  • Minum tablet besi (Fe) terutama saat menstruasi
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan; dan memakai alas kaki, terutama pada tempat kotor dan becek agar tidak cacingan.

 

BAHAN MAKANAN APA SAJA YANG MENGANDUNG ZAT BESI?

  • Sayuran Hijau
  • Bahan makanan nabati
  • Bahan makanan hewani

 

BAHAN MAKANAN APA SAJA YANG DAPAT MENINGKATKAN PENYERAPAN ZAT BESI?

Untuk meningkatkan penyerapan zat besi terutama yang berasal dari nabati, diperlukan Vitamin C, karena itu dianjurkan makan buah-buahan segar setelah makan.

 

Dipublikasi pada : Info Sehat
Halaman 1 dari 2