Posyandu tidak hanya penting bagi balita maupun ibu hamil. Lansia juga membutuhkan posyandu untuk memantau kesehatan mereka.

Proses penuaan akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Ditinjau dari aspek kesehatan pertambahan usia, maka lansia akan semakin rentan terhadap berbagai keluhan fisik dan psikis.

Untuk itu, pemerintah telah menyediakan layanan kesehatan bagi lansia berupa posyandu lansia untuk memperhatikan  status kesehatan para lansia di Indonesia.

Posyandu Lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu, yang sudah disepakati dan digerakkan oleh masyarakat di mana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Peserta posyandu lansia termasuk kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun), kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas), dan kelompok usia lanjut dengan risiko tinggi (70 tahun ke atas).

UPT Puskesmas Oebobo menyediakan Posyandu Lansia untuk memantau kesehatan masyarakat usia lanjut di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo yang mencakup Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Posyandu Lansia terdiri dari Posyandu Lansia Pniel I, Posyandu Pniel II, dan Posyandu Kelapa Gading di Kelurahan Oebobo.

Opa Oma antusias mengikuti rangkaian kegiatan di Posyandu Lansia Pniel
Perawat Yofita Nggame, Amd. Kep sedang memberikan penyuluhan tentang Kesehatan Olahraga bagi Lansia di Posyandu Lansia Pniel

Posyandu Kefas, Posyandu Lourdes, dan Posyandu Mawar di Kelurahan Oetete.

Kiri ke Kanan :  Perawat Meryanti, S. Kep, Ns , Asisten Apoteker Berthalia Tapaha, Amd, Farm dan Perawat Ni Wayan Nuriasih, Amd, sedang melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana bagi Lansia di Posyandu Lansia Kefas

 

Posyandu Karmel dan Posyandu Petra di Kelurahan Fatululi.

Posyandu Lansia diselenggarakan setiap bulan. Untuk tahun 2019, Posyandu Lansia Pniel I dilaksanakan setiap pada tanggal 24, Posyandu Pniel II setiap tanggal 17, dan Posyandu Kelapa Gading setiap tanggal 7.

Posyandu Kefas setiap tanggal 15, Posyandu Lourdes setiap tanggal 8, dan Posyandu Mawar setiap tanggal 10.

Posyandu Karmel setiap tanggal 20 dan Posyandu Petra setiap tanggal 22.

Kegiatan Posyandu mencakup pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan sederhana, pemeriksaan lab sederhana, penyuluhan, dan konseling.

Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Oebobo yang terdiri dari Dokter Umum, Perawat, Analis Kesehatan, serta Asisten Apoteker di bawah Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Lansia UPT Puskesmas Oebobo, yaitu Yuniyati Abineno, Amd. Kep.

Posyandu Lansia diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan lansia, baik fisik maupun psikologis. Atau secara khusus meningkatkan kesadaran para usia lanjut untuk membina sendiri kesehatannya, baik kesehatan fisik dan psikologis, meningkatkan kemampuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam mengatasi kesehatan usia lanjut, meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut.

 

Dipublikasi pada : Warta

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 Oktober. Hari ini, Kamis, 10 Oktober 2019 merupakan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang ke 27.

Ayo dukung Puskesmas Oebobo dalam Lomba VLOG Kampanye Kesehatan Jiwa untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ke 27 Tahun 2019 Tingkat Kota Kupang.

Caranya :
Nonton VLOG di bawah ini, like dan share di sosial media Anda, bagikan kepada Bapa, Mama, Basudara semua, sehingga semakin banyak orang yang mengerti pentingnya kesehatan jiwa.

Apabila Anda mengalami kendala dalam memberikan Like pada vidio, kemungkinan anda belum Login ke akun google Anda, pastikan Anda memiliki akun google terlebih dahulu kemudian Login dan Like Videonya.

"Salam Sehat Jiwa, Cegah Bunuh Diri"

Dipublikasi pada : Warta

Dalam rangka pencegahan dan Eliminasi Malaria 2020, UPT Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Penyuluhan Malaria di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo.

Penyuluhan dilakukan oleh tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Afiani Kinle’e, S.KM, Junita Kristine, S.KM beserta Penanggung Jawab Program Malaria UPT Puskesmas Oebobo, Yofita Nggame, Amd. Kep.

 

Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Oebobo
Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Gardena, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Bayam, Kelurahan Fatululi

Penyuluhan dilakukan sepanjang bulan Oktober Tahun 2019. Bertempat di Posyandu-posyandu di Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi, dari pukul 09.00 Wita hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Malaria, sebagai langkah awal untuk mencegah penyakit Malaria.

Yofita Nggame, Amd. Kep. menjelaskan “penyakit Malaria dapat terjadi kapan saja, baik pada musim penghujan, maupun pada musim kemarau seperti sekarang ini, oleh karena itu sangatlah penting melakukan pencegahan, yaitu melalui 3M Plus”.

3M Plus yaitu Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, Mendaur/ menggunakan kembali barang yang sudah tak terpakai. Plus cara lainnya misalnya menaburkan bubuk larvasida/abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

 

Dipublikasi pada : Warta
Rabu, 09 Oktober 2019 00:30

Musim Kemarau, Awas DBD!

Demam Berdarah Dengue (DBD) biasanya terjadi pada musim hujan, namun  tahukah anda bahwa DBD juga terjadi di musim kemarau?

Dipublikasi pada : Info Sehat

Kegiatan Fasilitasi Implementasi Hygiene Sanitasi Pangan di sekolah merupakan salah satu bentuk kegiatan dari Seksi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Bidang Penyehatan Lingkungan (PL) dan Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama Sanitarian UPT Puskesmas Oebobo, sekaligus melakukan Pengawasan Jajanan Anak Sekolah.

Kegiatan dilakukan di 50 SD di Kota Kupang, sejak Bulan Agustus. Sementara untuk wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo, kegiatan dilakukan di SD Impres Bertingkat Oebobo 2, SD GMIT Oebobo, SD Negeri Oetete 1, SD Inpres Oetete 2 dan SD Inpres Oetete 3. Pada hari Rabu, 18 September 2019 dilakukan Fasilitasi Implementasi Hygiene Sanitasi Pangan di SD Impres Bertingkat Oebobo 2 dan SD GMIT Oebobo, dan pada Kamis, 19 September 2019, di SD Negeri Oetete 1, SD Inpres Oetete 2 dan SD Inpres Oetete 3.

Sanitarian UPT Puskesmas Oebobo bersama Tim dari Seksi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Bidang Penyehatan Lingkungan (PL) dan Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Kupang Melakukan Kegiatan Pemeriksaan Hygine Sanitasi Pangan di SDN Oetete 3 Kupang

 

Prinsip higiene dan sanitasi makanan adalah pengendalian terhadap empat faktor penyehatan makanan yaitu faktor tempat/bangunan, peralatan, orang, dan bahan makanan. Penyehatan makanan adalah upaya untuk mengendalikan empat faktor yaitu tempat, orang, alat, dan makanan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan. Untuk mengetahui faktor tersebut dapat menimbulkan penyakit atau keracunan makanan, perlu dilakukan analisis terhadap rangkaian kegiatan 6 (enam) prinsip higiene dan sanitasi makanan. Prinsip higiene sanitasi makanan yang diperlukan untuk mengendalikan kontaminasi makanan, antara lain pemilihan bahan baku makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, pengangkutan makanan, penyimpanan makanan, serta penyajian makanan.

Dipublikasi pada : Warta

Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) UPT Puskesmas Oebobo. Pelayanan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.

Penjaringan kesehatan dilakukan pada peserta didik kelas 1 SD, kelas 7 SMP/MTs dan Kelas 10 SMA/SMK/MA  yang meliputi pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan mata, telinga, rambut, kuku, pemeriksaan gigi dan keadaan umum, penyuluhan kesehatan, berupa Penyuluhan Kesehatan Jiwa dan Stunting, sosialisasi pencegahan Anemia pada Rematri (remaja Putri), dan  rujukan apabila diperlukan.

Penyuluhan Kesehatan Jiwa oleh Perawat Andarias Balalembang, S. Kep, Ns di SMPN 2 Kupang

Penjaringan kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo dilaksanakan mulai tanggal 26 Agustus s/d 31 Agustus 2019 pada siswa SMP/MTS, dan tanggal 26 Agustus s/d 6 September 2019 pada siswa SMA/SMK. Adapun jumlah sekolah yang dilakukan penjaringan meliputi 5 SMP dan 1 MTS yaitu SMP Sinar Pancasila, SMP Shanti Karya, SMPN 2 Kupang, SMPN 1 Kupang, SMP Dian Harapan dan MTS Plus Nurul Iman. Serta 6 SMA yaitu SMA Karya Pancasila, SMA Negeri 1 Kupang, SMK Negeri 1 Kupang, SMK Kihajar Dewantara, SMA Dian Harapan dan SMK Karya Kupang.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan fisik dan penunjang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Oebobo yang terdiri dari  Perawat, Perawat Gigi, Nutrisionis, Penanggung jawab Program Kusta, Penanggung jawab Program Kesehatan Jiwa, Penanggung jawab Program Kesehatan Reproduksi , Penyuluh Kesehatan Masyarakat serta Bagian Kesga (Kesehatan Keluarga), Kasie Anak dan Remaja Dinas Kesehatan Kota Kupang. Selain itu kegiatan penjaringan juga mendapatkan dukungan dari Kepala Sekolah dan guru UKS masing-masing sekolah.

Dipublikasi pada : Warta
Senin, 17 Jun 2019 02:04

Bahaya Vape Bagi Kesehatan

Apa itu Vape?

Vape atau rokok elektrik adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Electronic Cigarettes (ECs) atau Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) adalah alat yang berfungsi untuk mengubah zat-zat kimia menjadi uap dan mengalirkannya ke paru-paru, di mana zat kimia tersebut, merupakan campuran zat seperti nikotin dan propylene glicol.

Rokok jenis ini terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge). Cairan dalam tabung ini mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Beberapa rokok elektrik memiliki baterai dan cartridge yang dapat diisi ulang.

Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung dan kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. Pengguna mengisap zat kimia ini langsung dari corongnya.

Apa yang terkandung dalam Vape?

Dalam cairan rokok elektrik mengandung propilen glikol atau gliserin, nikotin, dan penambah rasa.

  • Propilen glikol atau gliserin berfungsi untuk memproduksi uap air. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup propilen glikol dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan pada beberapa individu.
  • Nikotin ditemukan dalam konsentrasi yang berbeda-beda, antara 0-100 mg/ml dalam satu rokok elektrik.
  • Penambah rasa, seperti rasa cokelat, vanila, buah-buahan, dan lainnya, sehingga perokok elektrik dapat menikmati sensasi rasa tertentu dalam setiap hisapannya.
  • Komponen lainnya yaitu tobacco-specific nitrosamine (TSNA). TSNA merupakan senyawa karsinogen yang ditemukan dalam tembakau dan rokok tembakau. Nitrosamin dalam jumlah sedikit ditemukan dalam cairan rokok elektrik. Semakin tinggi kadar nikotin, semakin tinggi juga kadar TSNA. Selain TSNA, juga ditemukan kandungan senyawa logam, seperti kromium, nikel, dan timah.

Apa saja jenis-jenis rokok Vape?

Rokok vape pada dasarnya memiliki banyak jenis. Anda dapat menemukan rokok elektrik ini dengan berbagai bentuk dan ukuran. Berikut ini jenis-jenis rokok elektrik yang harus Anda ketahui.

1. Jenis pen

Seperti namanya, rokok elektrik satu ini berbentuk seperti pulpen dan merupakan vape terkecil dibanding dengan jenis vape lainnya. Cara kerja vape jenis ini pada dasarnya sama dengan jenis lainnya, yaitu dengan memanaskan cairan vape agar dapat menghasilkan uap. Ada dua jenis elemen pemanas yang bisa dipilih untuk memanaskan cairan vape jenis pen, yaitu:

  • Atomizer. Ini adalah elemen pemanas untuk memanaskan cairan vape yang mengandung nikotin. Atomizer biasanya harus diganti jika panas yang dihasilkan sudah berkurang kualitasnya. Pasalnya, hal tersebut membuat rasa vape jadi tidak enak lagi. Dekat dengan atomizer, terdapat tank sebagai tempat bahan yang akan dipanaskan.
  • Cartomizer. Ini adalah kombinasi dari cartridge dan atomizer. Pada pengaturan ini, komponen yang dipanaskan bersentuhan langsung dengan elemen pemanas.

Untuk memanaskan elemen pemanas tersebut, vaporizer pen membutuhkan baterai sebagai energi. Baterai ini bisa diisi ulang dan biasanya mempunyai tegangan sebesar 3,7 V, tapi ada juga baterai yang bisa diatur tegangannya.

Baterai ini bisa mempunyai kekuatan sampai 1300 mAh. Hati-hati dengan baterai vape karena bisa meledak dan membahayakan Anda. Hindari alat ini dari jangkauan anak-anak.

2. Jenis portable

Vaporizer jenis ini bentuknya lebih besar dibanding dengan vaporizer jenis pen. Meski begitu, vaporizer portable masih bisa dimasukkan ke kantung Anda. Tidak jauh berbeda dengan vaporizer pen, vaporizer jenis ini juga mempunyai komponen elemen pemanas dan baterai.

Namun pada vaporizer portable, cairan vape tidak kontak langsung dengan elemen pemanas, sehingga menghasilkan rasa yang lebih baik dan asap yang lebih sedikit. Sementara daya tahan baterai vaporizer portable biasanya kuat bertahan 2-3 jam atau bahkan lebih.

3. Jenis desktop

Di antara jenis vaporizer yang sudah disebutkan di atas, vaporizer desktop adalah yang terbesar. Ya, rokok elektrik satu ini memiliki bentuk yang besar dan tidak dapat dibawa ke mana-mana. Anda hanya menggunakannya di rumah atau di satu tempat. Selain itu, vaporizer desktop juga membutuhkan permukaan yang datar untuk menempatkannya, serta memerlukan pasokan energi yang konstan agar dapat berfungsi dengan baik.

Nah, karena mendapatkan pasokan energi yang stabil, hal ini membuat vaporizer desktop menghasilkan panas yang lebih maksimal, rasa yang lebih tajam, dan uap yang lebih banyak daripada jenis vaporizer lainnya.

Semakin tajam rasa vape dan semakin banyak uap yang dihasilkan mungkin membuat pengguna vape merasa puas. Namun, hati-hati semakin banyak uap yang dihasilkan, semakin tinggi juga risiko kesehatan yang bisa dialami.

Pada dasarnya, seberapa banyak uap yang bisa dihasilkan dari alat vape tergantung dari daya baterai, seberapa banyak elemen pemanas atau kawat yang ada di atomizer (biasanya 0,5 Ohm sudah cukup optimal untuk menghasilkan panas), dan komposisi dalam cairan vape (semakin tinggi kadar vegetable glycerin, semakin banyak uap yang bisa dihasilkan). Namun, panas tinggi yang bisa dihasilkan dari alat vape bisa meningkatkan risiko vape untuk meledak.

Ingat, cairan vape pastinya mengandung nikotin. Selain itu, juga mengandung bahan dasar dan perasa. Bahan dasar ini terdiri dari propylene glycol dan vegetable glycerin yang kadarnya bervariasi.

Propylene glycol lebih cair dan berair, sedangkan vegetable glycerin lebih kental dan mempunyai rasa lebih manis. Namun, kedua bahan dasar tersebut dapat menyebabkan Anda mengalami reaksi alergi.

Apakah bahaya vape sama dengan rokok tembakau?

Bahaya terbesar dari rokok tembakau adalah asap, dan rokok elektrik tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap air. Penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan kimia berbahaya yang ada dalam rokok elektrik adalah sebagian kecil dari kandungan yang ada dalam rokok tembakau. Tetapi kandungan bahan berbahaya ini dapat bervariasi.

Penelitian menemukan bahwa sel-sel endotel di arteri jantung menunjukkan respon stres yang jelas ketika terpapar asap rokok tembakau, tetapi tidak untuk rokok elektronik. Hal ini menunjukkan bahaya dari rokok elektrik lebih sedikit dibandingkan dengan rokok tembakau. Namun, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Para ahli masih memperdebatkan apakah rokok elektrik lebih baik atau lebih buruk dari rokok tembakau.

Rokok elektrik juga mengandung nikotin yang merupakan salah satu zat adiktif yang juga terdapat dalam rokok tembakau. Ketika Anda berhenti menggunakannya, Anda akan merasa ingin selalu memakainya lagi, dan dapat menimbulkan perasaan mudah marah, depresi, gelisah, dan cemas. Hal ini berbahaya bagi orang yang menderita penyakit jantung.

Tetap saja, menggunakan rokok elektrik tidak membuat tubuh Anda aman dari bahaya kesehatan yang ditimbulkannya. Menggunakan rokok elektrik maupun rokok tembakau, keduanya menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan Anda, entah dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Pada dasarnya, satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan Anda adalah dengan berhenti merokok, jenis rokok apapun itu. Merokok satu kali saja dalam sehari bahkan dapat membahayakan kesehatan Anda. Mungkin sekarang para pengguna rokok elektrik belum mengalami gangguan kesehatan, tetapi untuk dampak jangka panjangnya mungkin ada. Dampak kesehatan dari rokok baru muncul dalam waktu beberapa tahun ke depan.

Seberapa bahaya vape untuk tubuh kita?

Di lain sisi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa rokok elektrik jauh dari kata tidak berbahaya. Berdasarkan data yang diperoleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa:

  • Nikotin dalam rokok elektrik diserap oleh tubuh penggunanya dan orang-orang di sekitarnya.
  • Nikotin sangat berbahaya bagi pengguna rokok elektrik yang masih muda karena berdampak negatif bagi perkembangan otak.
  • Nikotin sangat membahayakan kesehatan wanita hamil dan janin yang ada dalam kandungannya. Menggunakan rokok elektrik atau bahkan hanya berada di sekitar orang yang menggunakan rokok elektrik dapat membuat wanita hamil terpapar nikotin dan zat kimia beracun lainnya yang ada dalam rokok elektrik.
  • Uap yang dihasilkan dari rokok elektronik bukan merupakan uap air. Ini mengandung nikotin dan dapat mengandung zat kimia lainnya yang dapat mengganggu kesehatan dan mencemari udara.
  • Uap yang dihasilkan rokok elektrik dan cairan yang ada dalam rokok elektrik berbahaya. Anak-anak dan orang dewasa dapat keracunan karena menelan, menghirup, atau menyerap cairan tersebut melalui kulit atau mata.
  • Bahan kimia tambahan yang berbahaya atau mungkin berbahaya telah ditemukan pada beberapa rokok elektrik. Bahan kimia ini, seperti yang mengandung logam, senyawa organik yang mudah menguap, dan nitrosamin. Kadar ini cenderung lebih rendah daripada rokok tembakau, tetapi tidak ada cara untuk mengetahui seberapa besar kandungan berbahaya dari rokok elektrik karena belum diatur.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahaya vape. Dilansir dari sciencenews, penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia dalam rokok elektrik dapat merusak jaringan paru-paru dan mengurangi kemampuan sel paru-paru untuk menjaga paru-paru dari kuman dan zat berbahaya lainnya. Hal ini karena kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan sel paru-paru menjadi mudah ditembus oleh zat dari luar tubuh.

Tidak hanya itu, bahaya vape dapat mendorong budaya merokok pada anak-anak, seperti yang diterangkan oleh Jessica, pemimpin studi dari University of Southern California, Amerika Serikat.

Bahkan, karena bahaya vape tersebut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia produktif untuk mengisap rokok elektrik.

Jadi, apakah Anda masih ingin tetap merokok setelah mengetahui bahaya vape? Sayangilah tubuh Anda dan orang-orang sekitar Anda.

 

Dipublikasi pada : Info Sehat

Kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini Gangguan Jiwa merupakan program dari Bidang Kesga (Kesehatan Keluarga) Dinas Kesehatan Kota Kupang bekerja sama dengan RSIA Dedari untuk mendatangkan dokter spesialis Kesehatan Jiwa ke Puskesmas.

Kegiatan ditujukan bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman serta perhatian terhadap kondisi psikologis sehingga bisa menghindari dan menanggulangi akan terjadinya gangguan jiwa (mental), baik dari diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan UPT Puskesmas Oebobo pada hari Senin, 20 Mei 2019 Pukul 12.00 hingga selesai.

Dr. D. A. P. Shinta Widari, SpKJ. MRS mengungkapkan bahwa berdasarkan ilmu kejiwaan, terdapat tiga faktor penyebab gangguan jiwa. Pertama, faktor biologi yang melibatkan genetik dan aspek keturunan. Kedua, adanya masalah yang terjadi pada neurotransmitter seseorang.

Ini sudah bawaan dari lahir dan mewarisi penyakit akibat faktor genetik. Sehingga membuatnya lebih mudah terpapar depresi sampai akhirnya mengalami gangguan jiwa berat. Contoh kasus, mereka yang mengalami kepribadian imatur (tidak matang).

Ketiga, masalah lingkungan, bagaimana pasien tersebut mengalami tekanan luar biasa baik dari lingkungan keluarga, pekerjaan, atau sosial. Seluruh faktor tersebut berhubungan dan menyebabkan stres yang dapat terakumulasi menjadi sebuah gangguan jiwa baik bersifat neurotik atau psikotik.

Ada beragam keluhan yang dirasakan pasien gangguan jiwa, di antaranya susah tidur, kadang sedih, tidak mau makan, ketakutan, putus asa, sampai hal yang ekstrem dengan melakukan percobaan bunuh diri. Jadi, apa bila anda mengalami hal demikian, segera periksakan diri anda ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dipublikasi pada : Warta

Dalam rangka menyambut Hari TB Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2019, UPT Puskesmas Oebobo bekerja sama dengan PERDAKHI (Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia) dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Kupang melakukan kegiatan di bawah tema “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Kota Kupang Bebas TBC Mulai dari Saya”.

Kegiatan dilakukan di Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi. Pada hari Selasa, 19 maret 2019. Berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WITA.

Kegiatan dimaksud terdiri dari Penyuluhan TB dan HIV serta deteksi dini TB dan HIV. Penyuluhan tentang TB dilakukan oleh Pengelola program TB UPT Puskesmas Oebobo, Ibu Meriyanti, S.Kep. Ns, serta Penyuluhan tentang HIV dilakukan oleh Pengelola Program IMS HIV/AIDS UPT Puskesmas Oebobo, Ibu Jasintha Paula Bere dan Maria Pau, Amd. Keb.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat di wilayah Kelurahan Fatululi dan sekitarnya mendapatkan informasi terkait TB dan HIV, serta dapat mengetahui dan mencegah secara dini penyakit TB dan HIV.  

Dipublikasi pada : Warta