Selasa, 15 September 2020 01:05

Mengenal Hipertiroid

Penyakit hipertiroidisme atau hipertiroid adalah penyakit akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh. Kondisi kelebihan hormon tiroid ini dapat menimbulkan gejala jantung berdebar, tangan gemetar, dan berat badan turun drastis.

Kelenjar tiroid terletak di bagian depan leher dan berperan sebagai penghasil hormon tiroid. Hormon ini berfungsi untuk mengendalikan proses metabolisme, seperti mengubah makanan menjadi energi, mengatur suhu tubuh, dan mengatur denyut jantung.

Kerja dari kelenjar tiroid juga dipengaruhi oleh kelenjar di otak yang dinamakan kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisis. Kelenjar hipofisis akan menghasilkan hormon yang dinamakan TSH dalam mengatur kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid.

Ketika kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi, maka proses metabolisme akan berlangsung semakin cepat dan memicu berbagai gejala. Penanganan perlu segera dilakukan untuk mencegah memburuknya gejala hyperthyroidism atau hipertiroid yang muncul.

Tanda dan Gejala Hipertiroidisme

Gejala yang ditimbulkan oleh hipertiroidisme terjadi akibat metabolisme tubuh berlangsung lebih cepat. Gejala ini dapat dirasakan secara perlahan maupun mendadak. Gejala yang muncul antara lain:

  • Jantung berdebar
  • Tremor atau gemetar di bagian tangan
  • Mudah merasa gerah dan berkeringat
  • Gelisah
  • Mudah marah
  • Berat badan turun drastis
  • Sulit tidur
  • Konsentrasi menurun
  • Diare
  • Penglihatan kabur
  • Rambut rontok
  • Gangguan menstruasi pada wanita

Selain gejala yang dapat dirasakan oleh penderita, ada beberapa tanda-tanda fisik yang dapat ditemukan pada penderita hipertiroidisme. Tanda tersebut meliputi:

  • Pembesaran kelenjar tiroid atau penyakit gondok
  • Bola mata terlihat sangat menonjol
  • Muncul ruam kulit atau biduran
  • Telapak tangan kemerahan
  • Tekanan darah meningkat

Selain itu, terdapat jenis hipertirodisme yang tidak menimbulkan gejala. Gangguan ini disebut hipertiroid subklinis. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya TSH tanpa disertai dengan hormon tiroid. Setengah penderitanya akan kembali normal tanpa pengobatan khusus.

Kapan harus ke dokter

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala hipertiroidisme. Langkah diagnosis perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan pengobatan.

Konsultasikan dengan dokter secara rutin jika sedang atau baru saja menjalani pengobatan hipertiroidisme. Dokter akan memantau perkembangan penyakit dan respons tubuh terhadap pengobatan.

Hipertiroid dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya untuk penderitanya, yaitu krisis tiroid atau thyroid storm. Segeralah ke IGD jika muncul gejala hipertiroidisme yang disertai dengan demam, diare, hingga penurunan kesadaran, baik selama maupun setelah menjalani pengobatan hipertiroidisme.

Penyebab Hipertiroidisme

Gangguan yang dapat menyebabkan hipertiroid bermacam-macam, mulai dari penyakit autoimun hingga efek samping obat. Berikut ini adalah berbagai penyebab penyakit dan kondisi yang bisa menyebabkan hipertiroidisme:

  • Penyakit Graves akibat autoimun atau kekebalan tubuh sendiri yang menyerang sel normal.
  • Peradangan kelenjar tiroid atau tiroiditis.
  • Benjolan, seperti toxic nodular tiroid, atau tumor jinak di kelenjar tiroid atau kelenjar pituitari (hipofisis).
  • Kanker tiroid.
  • Tumor di testis atau ovarium.
  • Konsumsi obat dengan kandungan iodium tinggi, misalnya amiodarone.
  • Penggunaan cairan kontras dengan kandungan iodium dalam tes pemindaian.
  • Terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung iodium tinggi, seperti makanan laut, produk susu, dan telur.

Selain beberapa penyebab di atas, ada faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertiroidisme. Faktor risiko tersebut meliputi:

  • Berjenis kelamin wanita.
  • Memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit Graves.
  • Menderita penyakit kronis, seperti diabetes tipe 1, anemia, atau gangguan kelenjar adrenal.

 

Hipertiroidisme pada kehamilan

Hyperthyroidism atau hipertiroidisme juga dapat terjadi selama masa kehamilan. Selama masa kehamilan, tubuh menghasilkan hormon alami yang dikenal dengan HCG (human chorionic gonadotropin). Kadar hormon ini akan semakin meningkat, terutama pada usia kehamilan 12 minggu.

Tingginya hormon HCG dalam tubuh dapat merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan lebih banyak hormon tiroid, sehingga memicu munculnya gejala hipertiroidisme. Hipertiroidisme juga rentan terjadi pada kehamilan kembar dan pada kasus hamil anggur.

Diagnosis Hipertiroidisme

Dalam mendiagnosis hipertiroid, dokter akan menanyakan gejala yang dialami penderita dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi tanda hipertiroidisme, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Jika dokter telah melihat tanda hipertiroidisme, tes darah akan dilakukan untuk mengukur kadar hormon pemicu tiroid (TSH) dan hormon tiroid dalam darah. Tes darah juga dilakukan untuk mengukur tingginya kadar kolesterol dan gula dalam darah, yang dapat menjadi tanda gangguan metabolisme akibat hipertiroidisme.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi penyebab hipertiroidisme. Beberapa jenis pemeriksaan lanjutan yang dilakukan adalah:

  • USG tiroid, untuk memeriksa kondisi kelenjar tiroid dan mendeteksi adanya benjolan atau tumor di kelenjar tersebut.
  • Thyroid scan (nuklir tiroid), untuk memindai kondisi kelenjar tiroid dengan kamera khusus dengan sebelumnya menyuntikan zat radioaktif ke dalam pembuluh darah.
  • Tes iodium radioaktif, sama seperti thyroid scan yaitu untuk memindai kelenjar tiroid dengan sebelumnya pasien diminta menelan zat radioaktif mengandung iodium dosis rendah.

Pengobatan Hipertirodisme

Pengobatan hipertiroid bertujuan untuk mengembalikan kadar normal hormon tiroid, sekaligus mengatasi penyebabnya. Jenis pengobatan yang diberikan juga berdasarkan tingkat keparahan gejala, serta usia dan kondisi penderita secara keseluruhan. Berikut ini beberapa cara mengobati dan mengatasi hipertiroidisme:

Obat-obatan

Pemberian obat bertujuan untuk menghambat atau menghentikan fungsi kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon berlebih dalam tubuh. Jenis obat yang digunakan adalah methimazole, carbimazole dan propylthiouracil. Dokter juga akan memberikan obat yang dapat menurunkan detak jantung untuk mengurangi gejala jantung berdebar.

Dokter akan menurunkan dosis obat apabila kadar hormon tiroid dalam tubuh telah kembali normal, biasanya 1-2 bulan setelah mulai kosumsi obat. Diskusikan dengan dokter endokrin mengenai lamanya penggunaan obat.

Terapi iodium radioaktif

Terapi iodium radioaktif bertujuan untuk menyusutkan kelenjar tiroid, sehingga mengurangi jumlah hormon tiroid yang dihasilkan. Penderita akan diberikan cairan atau kapsul yang mengandung zat radioaktif dan iodium dosis rendah, yang kemudian akan diserap oleh kelenjar tiroid. Terapi iodium radioaktif berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.

Meski dosis yang diberikan rendah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan penderita setelah menjalani pengobatan hipertiroid ini, di antaranya:

  • Hindari kontak dengan anak-anak dan ibu hamil selama beberapa hari atau minggu untuk mencegah penyebaran radiasi.
  • Tidak dianjurkan untuk hamil setidaknya selama enam bulan setelah pengobatan.

Operasi

Operasi pengangkatan kelenjar tiroid atau tiroidektomi dilakukan pada beberapa kondisi sebagai berikut:

  • Pemberian obat dan terapi iodium radioaktif tidak efektif untuk mengatasi hipertiroidisme.
  • Pembengkakan yang terjadi pada kelenjar tiroid cukup parah.
  • Kondisi penderita tidak memungkinkan untuk menjalani pengobatan dengan obat-obatan atau terapi iodium radioaktif, misalnya sedang hamil atau menyusui.
  • Penderita mengalami gangguan penglihatan yang cukup parah.

Prosedur tiroidektomi dapat bersifat total atau sebagian, tergantung kondisi penderita. Namun, sebagian besar tiroidektomi dilakukan dengan mengangkat seluruh kelenjar tiroid untuk mencegah risiko hipertiroidisme kambuh atau muncul kembali.

Penderita yang menjalani operasi pengangkatan kelenjar tiroid total dan terapi radioaktif iodium dapat mengalami hipotiroidisme. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi obat berisi hormon tiroid. Akan tetapi, konsumsi obat ini mungkin perlu dilakukan seumur hidup.

 

Komplikasi Hipertiroidisme

Hipertiroidisme dapat menyebabkan komplikasi jika penanganan tidak segera dilakukan. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah:

Bahaya penyakit hipertiroid saat kehamilan

Penanganan hipertiroidisme selama kehamilan perlu segera dilakukan untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Beberapa komplikasi hipertiroid pada kehamilan yang dapat terjadi:

Pencegahan Hipertiroidisme

Cara terbaik untuk mencegah hipertiroidisme adalah dengan menghindari kondisi yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini. Sebagai contoh bila Anda menderita penyakit diabetes tipe 1 yang berisiko menimbulkan hipertiroid, Anda perlu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain mencegah hipertiroidisme muncul, pencegahan agar gejala yang timbul menjadi tidak lebih buruk juga tidak kalah penting. Ada beberapa pola hidup sehat yang dapat dilakukan untuk mengendalikan gejala dari hipertiroidisme, yaitu:

sumber : www.alodokter.com

Dipublikasi pada : Info Sehat

Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.

Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan 20 s/d 32 minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil. Suami/keluarga ikut serta minimal 1 kali pertemuan sehingga dapat mengikuti berbagai materi yang penting, misalnya materi tentang persiapan persalinan atau materi yang lainnya.

Kelas Ibu Hamil UPT Puskesmas Oebobo dilakukan pada Kamis, 23 Januari 2020 Pukul 08.00 hingga selesai. Berlokasi di Ruang Pertemuan Lantai II UPT Puskesmas Oebobo.

Dihadiri oleh kurang lebih 30 orang ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Dengan nara sumber Bidan Laila Tjendrawasih, Amd. Keb, Bidan Maria Nurisa Feto, Amd.Keb, dan Bidan Dewi K. Samadara, Amd. Keb.

Kelas Ibu Hamil terdiri dari penyampaian materi seputar kehamilan, persalinan, masa nifas, dan perawatan Neonatus (40 hari setelah melahirkan), diakhiri dengan Senam Ibu Hamil.

Setiap ibu hamil diwajibkan memiliki buku KIA, karena di buku ini terdapat beberapa informasi tentang kehamilan.Akan tetapi, tidak semua informasi penting termuat di buku KIA. Untuk itu, dilaksanakan Kelas Ibu Hamil.

Jadi, Mari….Ibu-ibu hamil, datanglah ke Puskesmas Oebobo untuk mengikuti Kelas Ibu Hamil yang dilaksanakan oleh Tenaga Bidan Profesional. Salam Sehat.

 

Dipublikasi pada : Warta
Senin, 20 Januari 2020 00:40

Waspada Penyakit ISPA di Musim Hujan

Perubahan cuaca yang tiba-tiba hujan deras dan kemudian panas dengan selang waktu yang cepat, membuat suhu udara berubah drastis. Hal ini tentu saja berpengaruh pada kondisi tubuh seseorang.

Tak jarang, perubahan cuaca ini menjadi penyebab banyaknya penyakit yang bermunculan. Salah satu penyakit yang muncul dan menyerang orang saat musim hujan tiba adalah penyakit ISPA. Penyakit ini perlu diwaspadai.

ISPA adalah penyakit yang menyerang pada saluran pernapasan. Penyakit ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Infeksi penyakit ini biasanya membuat penderita penyakit ISPA tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti sekolah atau bekerja. Penyakit ISPA sering muncul pada musim hujan, walaupun sebenarnya secara umum dapat menyerang kapan saja.

Penyebab ISPA

Penyebab ISPA adalah virus atau bakteri, yang mudah sekali menular. Penularan virus atau bakteri penyebab ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi. Virus atau bakteri dalam percikan liur akan menyebar melalui udara, masuk ke hidung atau mulut orang lain.

Selain kontak langsung dengan percikan liur penderita, virus juga dapat menyebar melalui sentuhan dengan benda yang terkontaminasi, atau berjabat tangan dengan penderita.

Walaupun penyebarannya mudah, ada beberapa kelompok orang yang lebih rentan tertular ISPA, yaitu:

1. Anak-anak dan lansia

Anak-anak dan lansia memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga rentan terhadap berbagai infeksi. Selain itu, penyebaran virus atau bakteri ISPA di kalangan anak-anak dapat terjadi sangat cepat karena anak-anak banyak berinteraksi secara dekat dan melakukan kontak dengan anak-anak yang lain.

2. Orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh lemah

Sistem kekebalan tubuh sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri. Ketika kekebalan tubuh menurun, maka risiko terinfeksi akan semakin meningkat. Salah satunya adalah penderita AIDS atau kanker.

3. Penderita gangguan jantung dan paru-paru

ISPA lebih sering terjadi pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau gangguan pada paru-paru sebelumnya.

4. Perokok aktif

Perokok lebih berisiko mengalami gangguan fungsi paru dan saluran pernapasan, sehingga rentan mengalami ISPA dan cenderung lebih sulit untuk pulih.

Gejala ISPA

Gejala dari infeksi saluran pernapasan akut berlangsung antara 1-2 minggu. Sebagian besar penderita akan mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Gejala tersebut adalah:

Kapan Harus ke Dokter

ISPA, terutama karena virus, akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Rasa tidak nyaman dan demam dapat diredakan dengan kompres pada daerah dahi, ketiak, dan selangkangan, serta konsumsi obat paracetamol yang dijual bebas. Selain mengatasi demam, paracetamol juga dapat mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman yang menyertai ISPA.

Jika keluhan dirasakan semakin memburuk, demam tidak mau turun walaupun diberikan obat penurun panas, atau muncul gejala yang lebih serius, seperti menggigil, sesak napas, batuk darah, atau penurunan kesadaran, segeralah pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat.

Pada anak-anak, selain keluhan di atas, segeralah bawa anak ke Puskesmas atau dokter bila ISPA disertai dengan gejala sebagai berikut:

  • Sulit bernapas, bisa terlihat dari tulang iga yang nampak jelas saat bernapas (retraksi).
  • Muntah-muntah.
  • Menjadi malas bermain.
  • Menjadi lebih diam dibandingkan
  • Muncul suara bengek saat menghembuskan napas.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ISPA paling sering disebabkan oleh virus, sehingga akan sembuh sendiri tanpa perlu penanganan khusus. Beberapa tindakan untuk meredakan gejala dapat dilakukan secara mandiri di rumah, yaitu dengan:

  • Memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.
  • Mengonsumsi minuman lemon hangat atau madu untuk membantu meredakan batuk.
  • Berkumur dengan air hangat yang diberi garam, jika mengalami sakit tenggorokan.
  • Menghirup uap dari semangkuk air panas yang telah dicampur dengan minyak kayu putih atau mentol untuk meredakan hidung yang tersumbat.
  • Memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur dengan menggunakan bantal tambahan, untuk melancarkan pernapasan.

Pencegahan ISPA

Tindakan pencegahan utama ISPA adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Cuci tangan secara teratur, terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
  • Hindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung, dan mata, untuk menghindari penularan virus dan bakteri.
  • Gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain.
  • Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin, terutama vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Olahraga secara teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Lakukan vaksinasi, baik vaksin MMR, influenza, atau pneumonia. Diskusikan dengan dokter mengenai keperluan, manfaat, dan risiko dari vaksinasi ini.

sumber : www.liputan6.com, www.alodokter.com

 

 

Dipublikasi pada : Info Sehat
Selasa, 03 Desember 2019 06:10

3 Desember, Hari Disabilitas Internasional

Hari Disabilitas Internasional atau Hari Penyandang Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Peringatan tahunan Hari Difabel Internasional ini diproklamasikan pada Tahun 1992 oleh Majelis Umum PBB 47/3.

Hari Disabilitas ini diperingati untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di semua bidang dan pembangunan. Hari ini juga dibuat untuk meningkatkan kesadaran terhadap situasi para difabel di setiap aspek kehidupan, baik politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

 

Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, yang diadopsi pada 2006, telah semakin memajukan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas dalam implementasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan kerangka kerja pembangunan internasional lainnya. Beberapa kerangka kerja pembangunan internasional yang dimaksud seperti Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana, Piagam tentang Penyertaan Penyandang Disabilitas dalam Aksi Kemanusiaan, Agenda Urban Baru, dan Agenda Aksi Addis Ababa tentang Pendanaan untuk Pembangunan.

 

Tema Hari Disabilitas tahun ini yaitu mempromosikan partisipasi penyandang disabilitas dan kepemimpinan mereka untuk mengambil peran pada Agenda Pembangunan 2030.

Tahun ini, Hari Penyandang Disabilitas Internasional (IDPD) berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas untuk pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Hal ini seperti yang diantisipasi dalam Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Agenda 2030 Pembangunan Berkelanjutan berjanji untuk 'tidak meninggalkan siapa pun' dan mengakui disabilitas. sebagai isu lintas sektoral, untuk dipertimbangkan dalam implementasi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Disabilitas dirujuk di berbagai bagian SDG dan khususnya di bagian yang terkait dengan pendidikan, pertumbuhan dan lapangan kerja, ketimpangan, aksesibilitas permukiman, serta pengumpulan data, dan pemantauan SDG.

sumber : www.tirto.id, www.kaltim.tribunnews.com

Dipublikasi pada : Info Sehat
Kamis, 07 November 2019 02:09

Si Gigi Bungsu yang Bikin Meringis

Tumbuh gigi tidak hanya dialami anak kecil, orang dewasa pun mengalaminya, ketika gigi bungsu tumbuh. Gigi bungsu disebut juga wisdom tooth atau gigi geraham ketiga.

Pencabutan gigi bungsu perlu dilakukan apabila gigi tersebut tumbuh pada posisi yang miring atau tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh. Beberapa kriteria pertumbuhan gigi bungsu yang salah adalah tumbuh ke arah gigi geraham di sebelahnya, tumbuh ke belakang mulut, tumbuh hanya sebagian karena ruang tumbuh gigi tidak cukup dan tertanam di dalam tulang rahang.

Cabut gigi bungsu disebut juga dengan operasi odontektomi. Pada kasus pencabutan sederhana, prosedur ini bisa dilakukan oleh dokter gigi umum. Namun, pada kasus yang cukup sulit, maka cabut gigi bungsu perlu dilakukan oleh dokter gigi spesialis.

Setiap orang idealnya memiliki empat gigi bungsu yang baru tumbuh ketika mereka dewasa, yaitu dua di bawah dan dua di atas. Gejala yang hampir selalu terjadi adalah gigi bungsu tumbuh miring karena tidak ada ruang lagi di rahang.

Ketika hal ini terjadi, biasanya seseorang akan merasakan nyeri luar biasa. Itulah mengapa sering ada kondisi ketika orang dewasa kesakitan bahkan harus izin bekerja atau kuliah karena tumbuh gigi.

Gejala lain yang mungkin terasa saat gigi bungsu tumbuh adalah:

  • Gusi membengkak
  • Nyeri rahang
  • Napas tidak sedap
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Rasa pahit di mulut
  • Sulit membuka mulut 

Tidak bisa dipastikan pula gigi bungsu tumbuh berapa lama. Ada orang yang hanya merasakan nyeri sesaat dan hilang dengan sendirinya. 

Ada pula yang selama berminggu-minggu merasakan nyeri. Bahkan ada juga yang tidak merasakan sakit sama sekali karena gigi bungsu dapat tumbuh ke atas dan tidak menabrak gigi geraham lainnya.

Daripada menerka-nerka gigi bungsu tumbuh berapa lama dan harus menahan nyeri yang mengganggu aktivitas, cabut gigi bungsu adalah pilihan terbaik.

Disadur dari https://www.sehatq.com

Dipublikasi pada : Info Sehat

UPT Puskesmas Oebobo bekerja sama dengan POGI (Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi  Indonesia) Cabang NTT melakukan penyegaran materi bagi tenaga kesehatan, khususnya Bidan Puskesmas Oebobo tentang Preeklampsia/Eklampsia (Hypertensi dalam Kehamilan).

Materi dibawakan oleh dr. Hendriette,Sp.OG Spesial Kebidanan dan Kandungan. Bertempat di Ruang Pertemuan UPT Puskesmas Oebobo, pada Sabtu, 5 Oktober 2019, pukul 12.30 Wita hingga selesai. Kegiatan dihadiri oleh Bidan dan tenaga kesehatan di UPT Puskesmas Oebobo.

Hendriette,Sp.OG mengungkapkan ”Eklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di semua negara. Prinsip Dasar Preeklampsia/Eklampsia adalah wanita hamil atau baru melahirkan mengeluh nyeri kepala hebat atau penglihatan kabur, dan menderita kejang atau kehilangan kesadaran / koma.”

Lebih lanjut dr. Hendriette,Sp.OG menjelaskan ”Pada Eklampsia kejang dapat terjadi tanpa tergantung pada berat ringannya hipertensi, sifat kejang tonik-klonik, koma terjadi setelah kejang dan dapat berlangsung lama. Oleh karena itu Bidan dituntut untuk peka menilai keadaan pasien, agar dapat diambil tindakan/penanganan yang tepat."

 

Tenaga Kesehatan UPT Puskesmas Oebobo berfoto Bersama dr. Hendriette,Sp.OG
Dipublikasi pada : Warta

“ANC (Antenatal Care) atau Asuhan Antenatal penting untuk menjamin proses alamiah kelahiran berjalan normal dan sehat baik kepada ibu maupun bayi yang akan dilahirkan. Pelayanan ANC Terfokus memiliki makna memberikan fokus perhatiannya pada penilaian ibu hamil  dan tindakan yang diperlukan dalam membuat keputusan serta memberikan pelayanan dasar”. Demikian penyampaian dr. Andree Hartanto, Sp. OG Spesial Kebidanan dan Kandungan kepada Tenaga Kesehatan di UPT Puskesmas Oebobo dalam Sosialisasi ANC Terfokus pada hari Rabu, 4 September 2019.

 

dr. Andree Hartanto, Sp.OG sedang memaparkan ANC Terfokus dihadapan Tenaga Kesehatan UPT Puskesmas Oebobo

 

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para Bidan dan Tenaga Kesehatan di UPT Puskesmas Oebobo terkait ANC Terfokus. Diharapkan dengan pelayanan Antenatal Terfokus dapat menjadi sarana pelengkap bagi pelaksanaan proses pelayanan Antenatal Terpadu.

Pelayanan Antenatal Terfokus bertujuan untuk menyediakan antenatal dasar yang berkualitas tinggi (aman, sederhana, pelayanan antenatal yang efektif) untuk semua ibu hamil dalam mempertahankan kehamilannya dan Mencegah komplikasi dan melakukan deteksi dini serta pengobatan terhadap komplikasi yang terjadi.

Dipublikasi pada : Warta
Kamis, 02 Mei 2019 01:54

Makanan Sehat Ibu Menyusui

Agar tetap sehat dan produksi ASI memenuhi kebutuhan bayi, ibu perlu makan lebih dari biasanya dan sesuai pola menu seimbang

Menyusui merupakan cara alamiah untuk memberikan makanan dan minuman pada awal kehidupan bayi.

Pada masa menyusui kebutuha gizi ibu perlu diperhatikan karena ibu tidak hanya harus mencukupi kebutuhan dirinya melainkan harus mencukupi kebutuhan dirinya melainkan harus memproduksi ASI bagi bayinya.

Makanan yang dianjurkan :

  • Energi : pada enam bulan pertama ditambah 500 kkal/hari dari kebutuhan sebelum hamil.
  • Protein 10 – 15% dari total energy atau sesuai kecukupan protein ibu sebelu hamil daitambah 17 gram per hari selama menyusui.
  • Lemak 20-25% dari total energi sehari.
  • Karbohidrat 50 – 60% per hari dari total energy.
  • Vitamin dan mineral sesuai AKG.

 

Untuk memenuhi kebutuhan vitamain A selama masa nifas, ibu menyusui dianjurkan mengkonsumsi 2 kapsul vitamin A dosis tinggi.

 

MAKANAN DAN BAHAN MAKANAN YANG DIANJURKAN :

  • Sumber karbohidrat : beras, kentang, bihun, mie, roti, macaroni, krackers, dll
  • Sumber protein : ayam, ikan, daging, telur, hati, keju, susu, kacang-kacangan, tahu, tempe
  • Sumber vitamin dan mineral : sayur dan buah yang berharga segar.

 

PENGATURAN MAKANAN SEHARI UNTUK IBU MENYUSUI

BAHAN MAKANAN                                                        

  • Nasi/Penukar (4 ¾ gelas)
  • Daging/Penukar (2 ½ potong)
  • Tempe/Penukar (6 potong)
  • Sayur (3 gelas)
  • Buah ( 3 potong)
  • Minyak/Penukar (2 ½ sdm)
  • Kacang hijau (2 ½ sdm)
  • Tepung saridele (4 sdm)
  • Susu (2 ½ sdm)
  • Gula (2 sdm)

 

Nilai Gizi

     Energi   : 2435 kalori

     Protein  : 65 g

     Lemak   : 65 g

     K. H.     : 287 g

     Vit C     : 70 g

     Zat Besi : 31 g

 

Hal – hal yang perlu diperhatikan :

  • Menjaga kesehatan bu dengan makan cukup mengikuti pola gizi seimbang
  • Minum lebih dari 8 gelas sehari (tambahkan 3-4 gelas per hari dari biasanya)

 

Untuk memvariasikan makanan, gunakan brosur bahan makanan penukar.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi Puskesmas terdekat atau sarana pelayanan kesehatan lainnya yang terdekat.

Dipublikasi pada : Info Sehat
Kamis, 10 Januari 2019 03:34

Kelas ibu hamil di Puskesmas Oebobo

Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran (Depkes RI, 2009).

Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada umur kehamilan 20 s/d 32 minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil. Suami/keluarga ikut serta minimal 1 kali pertemuan sehingga dapat mengikuti berbagai materi yang penting, misalnya materi tentang persiapan persalinan atau materi yang lainnya (Depkes RI, 2009).

Kelas Ibu merupakan salah satu kegiatan penting dalam penerapan Buku KIA dimasyarakat sebagai upaya pembelajaran ibu, suaminya dan keluarga agar memahami Buku KIA melalui metode kegiatan belajar bersama dalam kelas yang di fasilitasi oleh petugas kesehatan untuk mempersiapkan ibu hamil menghadapi persalinan yang aman dan nyaman. Beberapa kegiatan seperti senam ibu hamil, latihan pernafasan pada persalinan dan cara menyusui bayi juga diberikan minat ibu-ibu hamil agar datang mengikuti Kelas Ibu Hamil tersebut (Depkes RI : 2009).

Kelas Ibu Hamil bertujuan untuk :

  1. Meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh, dan keluhan selama kehamilan,perawatan kehamilan,persalinan,perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos/kepercayaan/adat istiadat setempat,penyakit menular dan akte kelahiran. Manfaat kelas ibu hamil bagi ibu hamil dan keluarganya: merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya, mampu mempraktekkan, serta membantu ibu dalam menghadapi persalinan dengan aman dan nyaman.
  2. Terjadinya interaksi dan berbagi pengalaman antar peserta (ibu hamil dengan ibu hamil) dan antar ibu hamil dengan petugas kesehatan/bidan tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, Perawatan Nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos/kepercayaan/adat istiadat setempat, penyakit menular dan akte kelahiran.
  3. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan.
  4. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang perawatan kehamilan.
  5. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang persalinan.
  6. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang perawatan nifas.
  7. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang KB pasca salin.
  8. Meningkatkan pemahaman, sikap dan prilaku ibu hamil tentang perawatan bayi baru lahir.
  9. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang mitos/ keprcayaan/ adat istiadat setempat yang berkaitan dengan kesehatan ibu hamil dan anak.
  10. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang penyakit menular (IMS, informasi dasar HIV-AIDS dan pencegahan dan penanganan malaria pada ibu hamil)
  11. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang akte kelahiran.

Setiap ibu hamil diwajibkan memiliki buku KIA, karena di buku ini terdapat beberapa informasi tentang kehamilan.Akan tetapi, tidak semua informasi penting termuat di buku KIA. Untuk itu, dibentuklah program Kelas Ibu Hamil.

Jadi, Mari….Ibu-ibu hamil, datanglah ke Puskesmas Oebobo untuk mengikuti Kelas Ibu Hamil yang dilaksanakan oleh Tenaga Bidan Profesional.

Salam Sehat.

Dipublikasi pada : Warta