Masker kini menjadi bagian penting dalam adaptasi new normal di tengah masyarakat. Masker dapat mengurangi risiko infeksi virus corona di tengah pandemi.

Masker membantu mengatasi penyebaran kuman dalam droplet orang yang terinfeksi saat batuk dan bersin. Masker dapat mengurangi jumlah kuman yang dilepaskan pemakainya, sekaligus melindungi seseorang dari ancaman penyakit menular.

Namun, manfaat masker menjadi tidak maksimal jika tidak dilakukan dengan benar.

Cara Menggunakan Masker yang Tepat

Masker tak bisa digunakan dengan cara yang sembarangan. Alih-alih melindungi, cara mengenakan masker yang salah justru akan mempermudah penyebaran virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, masker akan efektif jika dikombinasikan dengan rutinitas mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol.

Berikut cara menggunakan masker yang tepat menurut WHO :

1.    Cuci tangan sebelum menggunakan masker.

  • Tutupi mulut dan hidung dengan masker. Pastikan tak ada celah antara wajah dengan masker.
  • Jangan menyentuh bagian depan masker saat menggunakannya. Jika tak sengaja menyentuh, cuci tangan untuk membersihkan kuman yang mungkin menempel.
  • Ganti masker setelah dirasa lembap. WHO merekomendasikan untuk mengganti masker setiap empat jam sekali.

2.    Cara Melepas Masker

      Sama halnya seperti memakai, melepas masker juga tak bisa dilakukan sembarangan. Berikut cara yang tepat :

  •  Cuci tangan sebelum melepas masker.
  • Jangan sentuh bagian depan masker saat melepasnya. Lepas ikatan di belakang kepala atau lepas tali karet di bagian telinga.
  • Buang masker ke tempat sampah jika Anda menggunakan masker bedah. Jika Anda menggunakan masker kain, lipat dengan cara yang tepat. Jangan sampai bagian luar bersentuhan dengan bagian dalam masker.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun.

 

Kesalahan saat Memakai Masker

      Ada protokol yang perlu diperhatikan saat menggunakan masker. Kesalahan saat menggunakan berakibat pada penurunan efektivitas masker dan meningkatnya risiko penularan. Berikut beberapa kesalahan memakai masker yang sering menjadi kebiasaan.

Langsung pakai

        Tanpa sadar banyak orang menggunakan masker tanpa memperhatikan kondisi tangan. Padahal, tangan belum tentu aman dari kuman. Untuk memastikan tetap steril, cuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer sebelum mengenakan masker.

Menyentuh bagian depan masker

       Ada saja kalanya saat seseorang kerap menyentuh bagian depan masker. Misalnya, saat melepas masker. Menyentuh bagian depan masker berisiko membuat kuman menempel dan berpindah ke tangan. Selalu cuci tangan setiap kali tak sengaja menyentuh bagian depan masker.

Masker diturunkan ke bawah dagu atau leher

       Melepas masker dirasa terlalu merepotkan untuk kondisi-kondisi tertentu. Misalnya, saat makan. Alih-alih melepas, banyak orang memilih untuk menurunkan masker ke area dagu atau leher. Padahal, cara tersebut bukan solusi yang tepat. Cara tersebut hanya akan membuat area sekitar dagu dan leher terpapar kuman yang menempel di permukaan masker.

Hanya menutup bagian mulut

       Masker memang membuat pernapasan jadi tak nyaman. Akibatnya, banyak orang mengenakan masker hanya dengan menutup bagian mulut. Sementara bagian hidung tetap terbuka. Cara ini jelas keliru. Pasalnya, selain mulut, hidung juga menjadi salah satu pintu masuknya berbagai kuman yang bisa menimbulkan penyakit.

Melipat sembarangan

       Lipat masker dengan baik. Jangan sampai bagian luar masker menyentuh bagian dalam masker.

Memakai masker terlalu lama

       Masker yang terlalu lama akan terasa lembap dan basah. Kondisi tersebut menjadi wadah yang ideal bagi kuman berkembang biak. WHO merekomendasikan untuk mengganti masker setiap empat jam sekali atau saat masker dirasa telah basah

 

sumber dari : www.cnnindonesia.com

Dipublikasi pada : Info Sehat
Kamis, 16 Juli 2020 02:09

New Normal, Berdamai dengan Covid-19

New normal atau adaptasi kebiasaan baru adalah langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi. 

Masyarakat hidup “berdampingan“ dengan Covid-19 sambil menjalani aktifias seperti biasa. Namun, tetap ada batasan-batasannya dengan mematuhi protokol pencegahan    Covid-19, seperti :

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer
  • Tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci
  • Menerapkan physical distancing (jaga jarak)
  • Mengenakan masker dalam setiap aktifitas terutama di tempat umum

 

Protokol kesehatan di masa New Normal menurut Kementrian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  :

  1. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik atau dengan hand sanitizer
  2. Hindari menyentuh wajah (area mata, hidung, mulut) sebelum mencuci tangan
  3. Ketika batuk dan bersin harus menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam
  4. Gunakan masker ketika beraktifitas terutama di tempat umum
  5. Jaga jarak dengan orang lain 1,5-2 Meter dan hindari kerumunan.
  6. Jika sakit sebaiknya tetap di dalam rumah (isolasi mandiri)
  7. Selama berada di dalam ataupun di luar rumah pastikan kesehatan tetap terjaga dengan cara konsumsi makanan bergizi seimbang, olah raga dan istirahat yang cukup.

 

Protokol Kesehatan New Normal di pasar:

  1. Semua pedagang dan pengelola pasar wajib bebas Covid-19 melalui rapid test/tes PCR oleh pemda
  2. Jaga jarak antar pedagang minimal 1,5 meter
  3. Sebelum pasar dibuka dilakukan ukur suhu tubuh pedagang dan pengelola pasar (<37,50 C)
  4. Melarang masuk orang dengan batuk, flu dan sesak napas\
  5. Wajib gunakan masker dan jaga jarak antrean serta kontrol suhu tubuh pengunjung (<37,50 C)
  6. Di area pasar disediakan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer serta melakukan penyemprotan desinfektan di ruangan atau lokasi pasar setiap dua hari sekali
  7. Menjaga kesbersihan lokasi berjualan
  8. Mencegah kerumunan dalam pasar dengan memperhatikan pengaturan waktu kunjungan
  9. Pengaturan waktu pasokan barang dari dan keluar pasar
  10. Mengoptimalkan ruang terbuka outdoor untuk menjga jarak antar pedagang.

 

Protokol Kesehatan New Normal di Mall :

  1. Wajib gunakan masker
  2. Karyawan yang bertugas harus sehat
  3. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh
  4. Tidak berdesakan
  5. Menerapkan jaga jarak
  6. Mengutamakan pembayaran digital
  7. Sterilisasi fasilitas yang rawan penularan virus (area yang disentuh pengunjung) dengan penyemprotan desinfektan sesering mungkin.

 

Protokol Kesehatan New Normal di tempat kerja :

  1. Pengukuran suhu tubuh pekerja
  2. Pengaturan jam kerja
  3. Pembagian shift pekerja
  4. Penggunaan masker selama bekerja
  5. Menyediakan asupan nutrisi untuk mendukung daya tahan tubuh pekerja
  6. Memfasilitasi lokasi kerja bersih dan higienis
  7. Menyiapkan sarana cuci tangan
  8. Membentuk tim Covid-19
  9. Memastikan pekerja hidup bersih dan sehat sesuai dengan protokol kesehatan yang disarankan.

Oleh : Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Oebobo Tahun 2020

Dipublikasi pada : Info Sehat

Apa itu COVID-19?

Coronavirus Desease 19 (Covid-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCov) atau yang kini dinamakan SARS-Cov-2. Virus ini merupakana  virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

 

Bagaimana gejala covid-19?

Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 adalah gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk sesak napas hingga pada kasus yang berat menyebabkan pneumoni, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Masa hidup virus 2-14 hari.

 

Bagaimana penularan covid-19?

Melalui droplet/butiran ludah, kontak langsung ataupun udara (jika dilakukan tindakan medis tertentu seperti bersihkan karang gigi dan uap untuk keluarkan lender (nebulizer).

 

Bagaimana cara virus masuk ke dalam tubuh orang sehat?

Virus corona masuk melalui mulut, hidung dan mata sehingga kita harus menutup area tersebut ,menggunakan masker, kacamata atau penutup wajah.

 

Siapa saja yang berisiko terhadap covid-19?

Siapa saja bias tertular dan menularkan virus corona baik laki-laki atau perempuan, orang dewasa, anak-anak hingga lanxia. Namun, ada kelompok yang lebih rentan (resiko tinggi) terkena virus corona yaitu: penderita diabetes, kanker, HIV, wanita hamil dan gangguna pernapasan lainnya (contohnya: asma).

 

Bagaimana cara mencegah covid-19?

  • Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sesering mungkin.

  • Tinggal di rumah.
  • Jaga jarak (1,5 meter) dan hindari kerumunan.

  • Tidak berjabat tangan
  • Pakai masker jika sakit dan berada di tempat umum
  • Tidak menyentuh wajah sebelum menyentuh wajah
  • Menjaga daya tahan tubuh tetap kuat melalui makanan bergizi seimbang, olah raga teratur dan istirahat yang cukup.

 

Untuk mudahnya, lawan covid-19 dengan ANTIBODY :

 

Jika ada yang merasakan gejala umum Covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas, segera ke puskesmas untuk memeriksanakan diri.

 

Jika ada masyarakat yang merasa pernah kontak dengan pasien positif maka harus segera melapor ke pihak petugas kesehatan, wajib isolasi mandiri di rumah jika tidak ada gejala dan ikuti petunjuka dari petugas kesehatan untuk tindakan pemeriksaan rapid ataupun swab.

 

Jika ada keluarga, tetangga atau kenalan di lingkungan kita yang terkena covid-19 makan jangan panik, jangan stress, jangan dikucilkan/didiskriminasi, tetap memberi dukungan dan semangat.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Mari bersama-sama cegah dan lawan Corona Virus…Masyarakat sehat, Kota Kupang sehat.

 

Tim Promkes UPTD Puskesmas Oebobo : Afiani S. Kinle’e, SKM & Fransisco Darjan, SKM

Dipublikasi pada : Info Sehat