Rabu, 09 Oktober 2019 00:30

Musim Kemarau, Awas DBD!

Demam Berdarah Dengue (DBD) biasanya terjadi pada musim hujan, namun  tahukah anda bahwa DBD juga terjadi di musim kemarau?

Dipublikasi pada : Info Sehat

Kegiatan Fasilitasi Implementasi Hygiene Sanitasi Pangan di sekolah merupakan salah satu bentuk kegiatan dari Seksi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Bidang Penyehatan Lingkungan (PL) dan Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama Sanitarian UPT Puskesmas Oebobo, sekaligus melakukan Pengawasan Jajanan Anak Sekolah.

Kegiatan dilakukan di 50 SD di Kota Kupang, sejak Bulan Agustus. Sementara untuk wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo, kegiatan dilakukan di SD Impres Bertingkat Oebobo 2, SD GMIT Oebobo, SD Negeri Oetete 1, SD Inpres Oetete 2 dan SD Inpres Oetete 3. Pada hari Rabu, 18 September 2019 dilakukan Fasilitasi Implementasi Hygiene Sanitasi Pangan di SD Impres Bertingkat Oebobo 2 dan SD GMIT Oebobo, dan pada Kamis, 19 September 2019, di SD Negeri Oetete 1, SD Inpres Oetete 2 dan SD Inpres Oetete 3.

Sanitarian UPT Puskesmas Oebobo bersama Tim dari Seksi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Bidang Penyehatan Lingkungan (PL) dan Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Kupang Melakukan Kegiatan Pemeriksaan Hygine Sanitasi Pangan di SDN Oetete 3 Kupang

 

Prinsip higiene dan sanitasi makanan adalah pengendalian terhadap empat faktor penyehatan makanan yaitu faktor tempat/bangunan, peralatan, orang, dan bahan makanan. Penyehatan makanan adalah upaya untuk mengendalikan empat faktor yaitu tempat, orang, alat, dan makanan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan. Untuk mengetahui faktor tersebut dapat menimbulkan penyakit atau keracunan makanan, perlu dilakukan analisis terhadap rangkaian kegiatan 6 (enam) prinsip higiene dan sanitasi makanan. Prinsip higiene sanitasi makanan yang diperlukan untuk mengendalikan kontaminasi makanan, antara lain pemilihan bahan baku makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, pengangkutan makanan, penyimpanan makanan, serta penyajian makanan.

Dipublikasi pada : Warta

Larvasida atau lebih dikenal dengan nama Abate merupakan salah satu “amunisi” yang digunakan untuk menangkal terjadinya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dipublikasi pada : Info Sehat

Puskesmas Oebobo melakukan upaya pengendalian penyakit DBD melalui kegiatan GEBRAK DBD pada hari Jumat,  25 Januari 2019 Pukul 08.00 Wita hingga selesai.

Kegiatan ini melibatkan civitas akademika Kesehatan antara lain STIKES CHMK, Poltekes Kemenkes Kupang, FKM dan FK Undana beserta lintas sektoral di wilayah kerja Puskesmas Oebobo yakni Pihak Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi beserta masing-masing perangkat RT. Kegiatan dilakukan dengan titik fokus pada RT 012, 013, 023, 026, dan 027 Kelurahan Oebobo, RT 006, 008, 009, 010 dan Asrama Lasikode Kelurahan Oetete dan RT 29, 37, 38, 39, 40, 42, 46, 47, dan 48 Kelurahan Fatululi.

Adapun kegiatan yang dilakukan yakni memantau jentik pada tempat penampungan air, menaburkan abate serta menyebarkan leaflet dan KIE tentang DBD.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengendalikan populasi nyamuk dan penularan DBD khususnya di wilayah kerja Puskesmas Oebobo dan Kota Kupang pada umum. (IG/RT)

Dipublikasi pada : Warta

Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Oebobo melakukan fogging atau pengasapan dengan insektisida membasmi nyamuk demam berdarah. Hal itu untuk mencegah penyebaran/penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Fogging dilakukan pada hari Senin, 14 Januari 2019 Pukul 16.00 Wita hingga selesai berlokasi 2 (dua) titik focus yakni di RT 004/RW 01 dan RT 24/RW 09 Kelurahan Oebobo.

Fogging dilakukan oleh Tim P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Kupang yang dipimpin oleh Bapak Ferry Djelalu, S.KM didampingi oleh tenaga Surveilans Ibu Ike O. Giri, S.KM dan Pengelola Program DBD Ibu Tabitha A. Timu, S. KM serta Ketua RT 4/RW 1 Bapak Okto Lomi dan Ketua RT 24/RW 9 Bapak Yohanes Klake Duran.

Fogging ini bertujuan untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa yang kemungkinan infeksius. Di sisi lain pemberantasan penyakit DBD juga harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat.

Mencegah terjadinya DBD membutuhkan dukungan dan peran aktif dari masyarakat melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus yaitu Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain; Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; Mendaur/ menggunakan kembali  yang sudah tak terpakai Plus cara lain diantaranya menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dikuras dan dibersihkan.

Dipublikasi pada : Warta
Jumat, 11 Januari 2019 05:37

Cegah Demam Berdarah, Ingat 3 M Plus

Sebenarnya, Apa itu DBD? Bagaimana cara penularannya? Dan Bagaimana cara mencegahnya? Mari kita simak ulasan berikut.

Dipublikasi pada : Info Sehat