UPTD Puskesmas Oebobo melakukan upaya pencegahan Covid-19 melalui berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan penyuluhan keliling.

Kegiatan berlangsung di RT 25 Kelurahan Oebobo. Pada hari Jumat, 24 April 2020 pada pukul 14.00 WITA.

Dalam Penyuluhan Keliling masyarakat diimbau untuk menaati semua aturan yang dikeluarkan pemerintah. Yakni dengan melakukan physical distancing (menjaga jarak fisik), menjaga kesehatan dan kebersihan.

 Menjaga jarak fisik dilakukan dengan cara tidak berdekatan atau berkumpul di keramaian atau tempat-tempat umum dengan jarak 1-2 meter, Jika terpaksa keluar ke tempat umum, wajib mengenakan masker, menerapkan Work From Home atau bekerja dari rumah serta untuk sementara waktu lakukan ibadah di rumah.

Selain menjaga jarak fisik, masyarakat perlu menjaga kesehatan, dalam hal ini menjaga imunitas/daya tahan tubuh yaitu dengan tidur yang cukup, makan makanan bergizi, konsumsi multivitamin, melakukan aktifitas fisik atau olah raga di rumah, berjemur di bawah sinar matahari serta mengendalikan stress.

 Menjaga kebersihan adalah hal yang sangat penting yaitu dengan sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, tidak sering menyentuh wajah, mempraktekan etika bersin dan batuk dengan benar.

Bersama-sama dengan Lurah Oebobo, Bapak John Edwar Purba, S.SE, Ketua RW 9 beserta Ketua RT 25, 26, 27, dan 28, juga dibagikan masker dan sembako bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid – 19, serta pembagian Makanan Tambahan bagi bagi balita kurus dan ibu hamil KEK serta penyerahan pita LILA secara simbolis kepada kader posyandu Melati Kelurahan Oebobo.

Lurah Oebobo, John Edward Purba, SE  menyerahkan makanan tambahan pada Warga balita kurus di RT 25 Kelurahan Oebobo

 Petugas Gizi Puskesmas Oebobo, Siska Herlina, S.Gz menyerahkan Pita LILA kepada Kader Posyandu dan makanan tambahan kepada balita kurus dan ibu hamil KEK di Posyandu Melati, Oebobo

 

 

Dipublikasi pada : Warta

UPT Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan Posyandu Bayi Balita di wilayah kerja Puskesmas yaitu Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Posyandu Bayi Balita di kelurahan Oetete awal tahun 2020 ini dilaksanakan di Posyandu Bhayangkara, salah satu Posyandu Bayi Balita di Kelurahan Oetete, pada hari Senin, 3 Februari 2020.

Ibu dan Bayi balita Sedang Mendengarkan Penyuluhan

Posyandu Bhayangkara mendapatkan kunjungan dari Ibu-ibu Bhayangkara Polresta Kupang, dengan ketua dr. Mellisa Maretta. Kunjungan ini sekaligus untuk melakukan penyuluhan tentang Novel coronavirus yang sedang marak dan meresahkan masyarakat. Menurutnya “Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas, untuk memastikan seseorang terinfeksi Novel coronavirus atau bukan maka harus melalui pemeriksaan lab”.

Selain penyuluhan tentang Novel coronavirus, Tenaga Gizi dari Puskesmas Oebobo, Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz. juga memberikan penyuluhan tentang Stunting. Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

Penyuluhan hanyalah salah satu kegiatan dalam Posyandu. Selain itu dilakukan antropometri (pengukuran tinggi/panjang badan, berat badan), pemberian Vitamin A dan pemberian Obat Cacing.

 

Nutrisionist Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz. bersama dr. Mellisa Maretta sedang melakukan pengukuran panjang badan balita

 

Kegiatan Posyandu di Kelurahan Oetete dilakukan kader Posyandu dengan bimbingan dari tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Oebobo yaitu tenaga Gizi Kelurahan Oetete Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz., Bidan Kelurahan Oetete Dominggas Nafanu, Amd. Keb dan dokter umum.

Dipublikasi pada : Warta
Jumat, 17 Januari 2020 01:35

Waspada DBD

Hujan yang turun tak menentu diselingi panas tanpa disadari  memicu munculnya ancaman yaitu nyamuk. Nyamuk Aedes aegypti merupakan media penularan virus dengue yang menjadi penyebab DBD. Namun jangan kuatir, DBD dapat kita cegah. Untuk itu perhatikan informasi berikut.

Dipublikasi pada : Info Sehat
Selasa, 03 Desember 2019 06:10

3 Desember, Hari Disabilitas Internasional

Hari Disabilitas Internasional atau Hari Penyandang Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Peringatan tahunan Hari Difabel Internasional ini diproklamasikan pada Tahun 1992 oleh Majelis Umum PBB 47/3.

Hari Disabilitas ini diperingati untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di semua bidang dan pembangunan. Hari ini juga dibuat untuk meningkatkan kesadaran terhadap situasi para difabel di setiap aspek kehidupan, baik politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

 

Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, yang diadopsi pada 2006, telah semakin memajukan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas dalam implementasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan kerangka kerja pembangunan internasional lainnya. Beberapa kerangka kerja pembangunan internasional yang dimaksud seperti Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana, Piagam tentang Penyertaan Penyandang Disabilitas dalam Aksi Kemanusiaan, Agenda Urban Baru, dan Agenda Aksi Addis Ababa tentang Pendanaan untuk Pembangunan.

 

Tema Hari Disabilitas tahun ini yaitu mempromosikan partisipasi penyandang disabilitas dan kepemimpinan mereka untuk mengambil peran pada Agenda Pembangunan 2030.

Tahun ini, Hari Penyandang Disabilitas Internasional (IDPD) berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas untuk pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Hal ini seperti yang diantisipasi dalam Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Agenda 2030 Pembangunan Berkelanjutan berjanji untuk 'tidak meninggalkan siapa pun' dan mengakui disabilitas. sebagai isu lintas sektoral, untuk dipertimbangkan dalam implementasi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Disabilitas dirujuk di berbagai bagian SDG dan khususnya di bagian yang terkait dengan pendidikan, pertumbuhan dan lapangan kerja, ketimpangan, aksesibilitas permukiman, serta pengumpulan data, dan pemantauan SDG.

sumber : www.tirto.id, www.kaltim.tribunnews.com

Dipublikasi pada : Info Sehat

Posyandu tidak hanya penting bagi balita maupun ibu hamil. Lansia juga membutuhkan posyandu untuk memantau kesehatan mereka.

Proses penuaan akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Ditinjau dari aspek kesehatan pertambahan usia, maka lansia akan semakin rentan terhadap berbagai keluhan fisik dan psikis.

Untuk itu, pemerintah telah menyediakan layanan kesehatan bagi lansia berupa posyandu lansia untuk memperhatikan  status kesehatan para lansia di Indonesia.

Posyandu Lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu, yang sudah disepakati dan digerakkan oleh masyarakat di mana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Peserta posyandu lansia termasuk kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun), kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas), dan kelompok usia lanjut dengan risiko tinggi (70 tahun ke atas).

UPT Puskesmas Oebobo menyediakan Posyandu Lansia untuk memantau kesehatan masyarakat usia lanjut di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo yang mencakup Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Posyandu Lansia terdiri dari Posyandu Lansia Pniel I, Posyandu Pniel II, dan Posyandu Kelapa Gading di Kelurahan Oebobo.

Opa Oma antusias mengikuti rangkaian kegiatan di Posyandu Lansia Pniel
Perawat Yofita Nggame, Amd. Kep sedang memberikan penyuluhan tentang Kesehatan Olahraga bagi Lansia di Posyandu Lansia Pniel

Posyandu Kefas, Posyandu Lourdes, dan Posyandu Mawar di Kelurahan Oetete.

Kiri ke Kanan :  Perawat Meryanti, S. Kep, Ns , Asisten Apoteker Berthalia Tapaha, Amd, Farm dan Perawat Ni Wayan Nuriasih, Amd, sedang melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana bagi Lansia di Posyandu Lansia Kefas

 

Posyandu Karmel dan Posyandu Petra di Kelurahan Fatululi.

Posyandu Lansia diselenggarakan setiap bulan. Untuk tahun 2019, Posyandu Lansia Pniel I dilaksanakan setiap pada tanggal 24, Posyandu Pniel II setiap tanggal 17, dan Posyandu Kelapa Gading setiap tanggal 7.

Posyandu Kefas setiap tanggal 15, Posyandu Lourdes setiap tanggal 8, dan Posyandu Mawar setiap tanggal 10.

Posyandu Karmel setiap tanggal 20 dan Posyandu Petra setiap tanggal 22.

Kegiatan Posyandu mencakup pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan sederhana, pemeriksaan lab sederhana, penyuluhan, dan konseling.

Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Oebobo yang terdiri dari Dokter Umum, Perawat, Analis Kesehatan, serta Asisten Apoteker di bawah Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Lansia UPT Puskesmas Oebobo, yaitu Yuniyati Abineno, Amd. Kep.

Posyandu Lansia diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan lansia, baik fisik maupun psikologis. Atau secara khusus meningkatkan kesadaran para usia lanjut untuk membina sendiri kesehatannya, baik kesehatan fisik dan psikologis, meningkatkan kemampuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam mengatasi kesehatan usia lanjut, meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut.

 

Dipublikasi pada : Warta

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 Oktober. Hari ini, Kamis, 10 Oktober 2019 merupakan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang ke 27.

Ayo dukung Puskesmas Oebobo dalam Lomba VLOG Kampanye Kesehatan Jiwa untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ke 27 Tahun 2019 Tingkat Kota Kupang.

Caranya :
Nonton VLOG di bawah ini, like dan share di sosial media Anda, bagikan kepada Bapa, Mama, Basudara semua, sehingga semakin banyak orang yang mengerti pentingnya kesehatan jiwa.

Apabila Anda mengalami kendala dalam memberikan Like pada vidio, kemungkinan anda belum Login ke akun google Anda, pastikan Anda memiliki akun google terlebih dahulu kemudian Login dan Like Videonya.

"Salam Sehat Jiwa, Cegah Bunuh Diri"

Dipublikasi pada : Warta

Dalam rangka pencegahan dan Eliminasi Malaria 2020, UPT Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Penyuluhan Malaria di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo.

Penyuluhan dilakukan oleh tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Afiani Kinle’e, S.KM, Junita Kristine, S.KM beserta Penanggung Jawab Program Malaria UPT Puskesmas Oebobo, Yofita Nggame, Amd. Kep.

 

Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Oebobo
Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Gardena, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Bayam, Kelurahan Fatululi

Penyuluhan dilakukan sepanjang bulan Oktober Tahun 2019. Bertempat di Posyandu-posyandu di Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi, dari pukul 09.00 Wita hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Malaria, sebagai langkah awal untuk mencegah penyakit Malaria.

Yofita Nggame, Amd. Kep. menjelaskan “penyakit Malaria dapat terjadi kapan saja, baik pada musim penghujan, maupun pada musim kemarau seperti sekarang ini, oleh karena itu sangatlah penting melakukan pencegahan, yaitu melalui 3M Plus”.

3M Plus yaitu Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, Mendaur/ menggunakan kembali barang yang sudah tak terpakai. Plus cara lainnya misalnya menaburkan bubuk larvasida/abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

 

Dipublikasi pada : Warta
Rabu, 09 Oktober 2019 00:30

Musim Kemarau, Awas DBD!

Demam Berdarah Dengue (DBD) biasanya terjadi pada musim hujan, namun  tahukah anda bahwa DBD juga terjadi di musim kemarau?

Dipublikasi pada : Info Sehat

Kegiatan Fasilitasi Implementasi Hygiene Sanitasi Pangan di sekolah merupakan salah satu bentuk kegiatan dari Seksi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Bidang Penyehatan Lingkungan (PL) dan Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama Sanitarian UPT Puskesmas Oebobo, sekaligus melakukan Pengawasan Jajanan Anak Sekolah.

Kegiatan dilakukan di 50 SD di Kota Kupang, sejak Bulan Agustus. Sementara untuk wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo, kegiatan dilakukan di SD Impres Bertingkat Oebobo 2, SD GMIT Oebobo, SD Negeri Oetete 1, SD Inpres Oetete 2 dan SD Inpres Oetete 3. Pada hari Rabu, 18 September 2019 dilakukan Fasilitasi Implementasi Hygiene Sanitasi Pangan di SD Impres Bertingkat Oebobo 2 dan SD GMIT Oebobo, dan pada Kamis, 19 September 2019, di SD Negeri Oetete 1, SD Inpres Oetete 2 dan SD Inpres Oetete 3.

Sanitarian UPT Puskesmas Oebobo bersama Tim dari Seksi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Bidang Penyehatan Lingkungan (PL) dan Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Kupang Melakukan Kegiatan Pemeriksaan Hygine Sanitasi Pangan di SDN Oetete 3 Kupang

 

Prinsip higiene dan sanitasi makanan adalah pengendalian terhadap empat faktor penyehatan makanan yaitu faktor tempat/bangunan, peralatan, orang, dan bahan makanan. Penyehatan makanan adalah upaya untuk mengendalikan empat faktor yaitu tempat, orang, alat, dan makanan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan. Untuk mengetahui faktor tersebut dapat menimbulkan penyakit atau keracunan makanan, perlu dilakukan analisis terhadap rangkaian kegiatan 6 (enam) prinsip higiene dan sanitasi makanan. Prinsip higiene sanitasi makanan yang diperlukan untuk mengendalikan kontaminasi makanan, antara lain pemilihan bahan baku makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, pengangkutan makanan, penyimpanan makanan, serta penyajian makanan.

Dipublikasi pada : Warta

Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) UPT Puskesmas Oebobo. Pelayanan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.

Penjaringan kesehatan dilakukan pada peserta didik kelas 1 SD, kelas 7 SMP/MTs dan Kelas 10 SMA/SMK/MA  yang meliputi pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan mata, telinga, rambut, kuku, pemeriksaan gigi dan keadaan umum, penyuluhan kesehatan, berupa Penyuluhan Kesehatan Jiwa dan Stunting, sosialisasi pencegahan Anemia pada Rematri (remaja Putri), dan  rujukan apabila diperlukan.

Penyuluhan Kesehatan Jiwa oleh Perawat Andarias Balalembang, S. Kep, Ns di SMPN 2 Kupang

Penjaringan kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo dilaksanakan mulai tanggal 26 Agustus s/d 31 Agustus 2019 pada siswa SMP/MTS, dan tanggal 26 Agustus s/d 6 September 2019 pada siswa SMA/SMK. Adapun jumlah sekolah yang dilakukan penjaringan meliputi 5 SMP dan 1 MTS yaitu SMP Sinar Pancasila, SMP Shanti Karya, SMPN 2 Kupang, SMPN 1 Kupang, SMP Dian Harapan dan MTS Plus Nurul Iman. Serta 6 SMA yaitu SMA Karya Pancasila, SMA Negeri 1 Kupang, SMK Negeri 1 Kupang, SMK Kihajar Dewantara, SMA Dian Harapan dan SMK Karya Kupang.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan fisik dan penunjang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Oebobo yang terdiri dari  Perawat, Perawat Gigi, Nutrisionis, Penanggung jawab Program Kusta, Penanggung jawab Program Kesehatan Jiwa, Penanggung jawab Program Kesehatan Reproduksi , Penyuluh Kesehatan Masyarakat serta Bagian Kesga (Kesehatan Keluarga), Kasie Anak dan Remaja Dinas Kesehatan Kota Kupang. Selain itu kegiatan penjaringan juga mendapatkan dukungan dari Kepala Sekolah dan guru UKS masing-masing sekolah.

Dipublikasi pada : Warta
Halaman 1 dari 2