Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersama dengan masyarakat yang dikelola dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Posyandu dapat digolongkan menjadi 4 strata, yaitu Posyandu Pratama, Posyandu Madya, Posyandu Purnama, dan Posyandu Mandiri.

Posyandu menjadi perpanjangan tangan Puskesmas dalam memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu. UPTD Puskesmas Oebobo memfasilitasi pemberian pelayanan kesehatan di posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Oebobo, yaitu Posyandu Kelurahan Oebobo, Kelurahan Oetete dan Fatululi.     

Penilaian Posyandu Balita Tingkat Kota Kupang Tahun 2020 di Kelurahan Fatululi dilaksanakan  pada hari Selasa, 14 Juli 2020. Kegiatan dilaksanakan di 3 Posyandu, yaitu Posyandu Apel dengan strata Purnama, Posyandu Lagundi dengan strata Madya dan Posyandu Melati dengan strata Mandiri.

 

Pose Bersama Kader Posyandu Apel, UPTD Puskesmas Oebobo, dan Dinkes Kota Kupang

 

Pose Bersama Kader Posyandu Lagundi, UPTD Puskesmas Oebobo, dan Dinkes Kota Kupang

 

Dengan Tim Penilai dari TP PKK Kota Kupang dan Dinas Kesehatan Kota Kupang (Seksi Promosi Kesehatan). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Lurah sebagai Pembina posyandu balita di Kelurahan Fatululi.

Penilaian posyandu balita dimulai dari menilai kelengkapan administrasi posyandu seperti SK Pengurus Posyandu dan buku administrasi kegiatan posyandu, setelah itu dilanjutkan dengan cakupan kegiatan dan hasilnya. Penilaian dilakukan dengan metode wawancara dan observasi oleh tim penilai.

 

Proses Penilaian Kelengkapan Administrasi Posyandu Melati oleh Tim Penilai dari TP PKK Kota Kupang

 

Proses Penilaian Kelengkapan Administrasi Posyandu Apel oleh Tim Penilai dari Dinkes Kota Kupang

 

Proses Penilaian Kelengkapan Administrasi Posyandu Lagundi oleh Tim Penilai dari Dinkes Kota Kupang

 

Afiani S. Kinle’e SKM selaku Penanggung Jawab Promkes UPTD Puskesmas Oebobo menuturkan bahwa “kegiatan Penilaian Posyandu Balita ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana fungsi vital Posyandu sudah dijalankan dan capain hasilnya. Posyandu merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak yang mencakup lima fungsi pelayanan, yakni pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi dan kesehatan, imunisasi, pelayanan KB dan pelayanan kesehatan dasar. Selain itu penilaian ini juga dilakukan untuk persiapan lomba posyandu balita Tingkat Provinsi NTT”.

 

Dipublikasi pada : Warta

UPT Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan Posyandu Bayi Balita di wilayah kerja Puskesmas yaitu Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Posyandu Bayi Balita di kelurahan Oetete awal tahun 2020 ini dilaksanakan di Posyandu Bhayangkara, salah satu Posyandu Bayi Balita di Kelurahan Oetete, pada hari Senin, 3 Februari 2020.

Ibu dan Bayi balita Sedang Mendengarkan Penyuluhan

Posyandu Bhayangkara mendapatkan kunjungan dari Ibu-ibu Bhayangkara Polresta Kupang, dengan ketua dr. Mellisa Maretta. Kunjungan ini sekaligus untuk melakukan penyuluhan tentang Novel coronavirus yang sedang marak dan meresahkan masyarakat. Menurutnya “Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas, untuk memastikan seseorang terinfeksi Novel coronavirus atau bukan maka harus melalui pemeriksaan lab”.

Selain penyuluhan tentang Novel coronavirus, Tenaga Gizi dari Puskesmas Oebobo, Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz. juga memberikan penyuluhan tentang Stunting. Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

Penyuluhan hanyalah salah satu kegiatan dalam Posyandu. Selain itu dilakukan antropometri (pengukuran tinggi/panjang badan, berat badan), pemberian Vitamin A dan pemberian Obat Cacing.

 

Nutrisionist Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz. bersama dr. Mellisa Maretta sedang melakukan pengukuran panjang badan balita

 

Kegiatan Posyandu di Kelurahan Oetete dilakukan kader Posyandu dengan bimbingan dari tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Oebobo yaitu tenaga Gizi Kelurahan Oetete Merly S. Rihi Pake, Amd. Gz., Bidan Kelurahan Oetete Dominggas Nafanu, Amd. Keb dan dokter umum.

Dipublikasi pada : Warta
Sabtu, 01 Februari 2020 02:51

Bulan Februari, Bulan Vitamin A

Bulan Februari dan Agustus adalah bulan vitamin A. Pada kedua bulan ini dilakukan pembagian suplementasi vitamin A Kapsul biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan dan kapsul merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan. Vitamin A kapsul merah juga diberikan kepada ibu yang dalam masa nifas.

Kenapa sih harus mendapat vitamin A? Vitamin A/retinol terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi juga integritas sel epitel pelapis tubuh.

Vitamin A juga dapat mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan serta mencegah anemia pada ibu nifas.

Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak menjadi rentan terkena penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas, campak dan diare.

Dimana sih mendapatkannya? Kapsul vitamin A bisa diperoleh Posyandu. Jadi tunggu apa lagi? ayo Bapa, Mama.... bawa Balita anda ke Posyandu untuk mendapatkan Vitamin A...GRATIS!

 

Dipublikasi pada : Info Sehat

Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Kegiatan Posyandu bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan keluarga berencana serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.

Kader sebagai tenaga pelaksana kegiatan posyandu perlu ditingkatkan kapasitasnya dalam memberikan pelayanan. Melalui Kegiatan Refreshing Kader Posyandu Balita diharapkan kader dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan motivasi untuk mengembangkan pelayanan dan program tambahan lainnya di posyandu masing-masing.

Refreshing Kader Posyandu Balita UPT Puskesmas Oebobo dilakukan pada Jumat, 13 Desember 2019 Pukul 09.00 hingga selesai. Berlokasi di FS. Square Meeting Room and Resto lantai 2, Jalan Shoping Center, Fatululi.

Dihadiri oleh 110 orang Kader Posyandu Balita di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Dengan nara sumber petugas Promosi Kesehatan Masyarakat Puskesmas Oebobo Afiani Kinle’e, S.Km, Petugas Gizi, Merly S. Rihi Pake, Amd.Gz, Bidan Kelurahan Fatululi Nelci S.E. Lapudooh, Amd. Keb, Bidan Kelurahan Oetete Dominggas Nafanu, Amd.Keb, dan Bidan Kelurahan Oebobo Maria Nurisa Feto, Amd.Keb.

Kegiatan Refreshing Kader Posyandu Balita dilakukan melalui ceramah dan diskusi tentang Posyandu dan Startifikasi Posyandu, pengisian KMS dan Pengukuran Lila untuk deteksi Dini PGBT, dan Tanda Bahaya Kehamilan. Diakhiri dengan Penggalangan Komitmen bersama Kader Posyandu Balita untuk Peningkatan Pelayanan Posyandu di wilayah posyandu masing-masing.

Fasilitator Gizi dan Petugas Gizi UPT Puskesmas Oebobo Merly S. Rihi Pake, Amd.Gz Sedang Mempraktekan Cara Pengukuran LILA Pada Balita
Dipublikasi pada : Warta

Posyandu tidak hanya penting bagi balita maupun ibu hamil. Lansia juga membutuhkan posyandu untuk memantau kesehatan mereka.

Proses penuaan akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Ditinjau dari aspek kesehatan pertambahan usia, maka lansia akan semakin rentan terhadap berbagai keluhan fisik dan psikis.

Untuk itu, pemerintah telah menyediakan layanan kesehatan bagi lansia berupa posyandu lansia untuk memperhatikan  status kesehatan para lansia di Indonesia.

Posyandu Lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu, yang sudah disepakati dan digerakkan oleh masyarakat di mana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Peserta posyandu lansia termasuk kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun), kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas), dan kelompok usia lanjut dengan risiko tinggi (70 tahun ke atas).

UPT Puskesmas Oebobo menyediakan Posyandu Lansia untuk memantau kesehatan masyarakat usia lanjut di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo yang mencakup Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Posyandu Lansia terdiri dari Posyandu Lansia Pniel I, Posyandu Pniel II, dan Posyandu Kelapa Gading di Kelurahan Oebobo.

Opa Oma antusias mengikuti rangkaian kegiatan di Posyandu Lansia Pniel
Perawat Yofita Nggame, Amd. Kep sedang memberikan penyuluhan tentang Kesehatan Olahraga bagi Lansia di Posyandu Lansia Pniel

Posyandu Kefas, Posyandu Lourdes, dan Posyandu Mawar di Kelurahan Oetete.

Kiri ke Kanan :  Perawat Meryanti, S. Kep, Ns , Asisten Apoteker Berthalia Tapaha, Amd, Farm dan Perawat Ni Wayan Nuriasih, Amd, sedang melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana bagi Lansia di Posyandu Lansia Kefas

 

Posyandu Karmel dan Posyandu Petra di Kelurahan Fatululi.

Posyandu Lansia diselenggarakan setiap bulan. Untuk tahun 2019, Posyandu Lansia Pniel I dilaksanakan setiap pada tanggal 24, Posyandu Pniel II setiap tanggal 17, dan Posyandu Kelapa Gading setiap tanggal 7.

Posyandu Kefas setiap tanggal 15, Posyandu Lourdes setiap tanggal 8, dan Posyandu Mawar setiap tanggal 10.

Posyandu Karmel setiap tanggal 20 dan Posyandu Petra setiap tanggal 22.

Kegiatan Posyandu mencakup pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan sederhana, pemeriksaan lab sederhana, penyuluhan, dan konseling.

Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Oebobo yang terdiri dari Dokter Umum, Perawat, Analis Kesehatan, serta Asisten Apoteker di bawah Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Lansia UPT Puskesmas Oebobo, yaitu Yuniyati Abineno, Amd. Kep.

Posyandu Lansia diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan lansia, baik fisik maupun psikologis. Atau secara khusus meningkatkan kesadaran para usia lanjut untuk membina sendiri kesehatannya, baik kesehatan fisik dan psikologis, meningkatkan kemampuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam mengatasi kesehatan usia lanjut, meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut.

 

Dipublikasi pada : Warta

Dalam rangka pencegahan dan Eliminasi Malaria 2020, UPT Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Penyuluhan Malaria di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo.

Penyuluhan dilakukan oleh tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Afiani Kinle’e, S.KM, Junita Kristine, S.KM beserta Penanggung Jawab Program Malaria UPT Puskesmas Oebobo, Yofita Nggame, Amd. Kep.

 

Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Oebobo
Penyuluhan Malaria di Posyandu Melati, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Gardena, Kelurahan Fatululi
Penyuluhan Malaria di Posyandu Bayam, Kelurahan Fatululi

Penyuluhan dilakukan sepanjang bulan Oktober Tahun 2019. Bertempat di Posyandu-posyandu di Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi, dari pukul 09.00 Wita hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Malaria, sebagai langkah awal untuk mencegah penyakit Malaria.

Yofita Nggame, Amd. Kep. menjelaskan “penyakit Malaria dapat terjadi kapan saja, baik pada musim penghujan, maupun pada musim kemarau seperti sekarang ini, oleh karena itu sangatlah penting melakukan pencegahan, yaitu melalui 3M Plus”.

3M Plus yaitu Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, Mendaur/ menggunakan kembali barang yang sudah tak terpakai. Plus cara lainnya misalnya menaburkan bubuk larvasida/abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

 

Dipublikasi pada : Warta

UPT Puskesmas Oebobo melakukan Pemberian Vitamin A di Posyandu wilayah Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi pada Bulan Februari dan Agustus secara GRATIS.

Vitamin A kapsul berwarna biru dengan dosis 100.000 IU diberikan kepada bayi berusia 6-11 bulan, dan kapsul berwarna merah dengan dosis 200.000 IU diberikan untuk balita usia 12-59 bulan dan Ibu Nifas.

Vitamin A mempunyai empat fungsi utama pada tubuh yaitu :

  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi seperti campak, diare.
  • Membantu proses penglihatan adaptasi dari tempat yang terang ke tempat yang gelap.
  • Mencegah kelainan pada sel termasuk pada selaput lender mata.
  • Mencegah terjadinya kekeringan pada mata disebut xerosis konjungtiva.

Vitamin A merupakan zat gizi yang penting (essensial) bagi manusia. Zat gizi ini tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar. Makanan sumber Vitamin A sebagian besar berasal dari produk hewani seperti daging, telur, susu dan hati, namun beberapa produk nabati juga mengandung Vitamin A terutama sayur-sayuran berwarna seperti wortel, bayam, kol, brokoli, semangka, melon, pepaya, mangga, tomat dan kacang polong.

Disamping dari produk alami, Vitamin A juga dapat berasal dari hasil rekayasa yang diperkaya (fortifikasi) pada beberapa bahan pangan seperti dalam minyak goreng, margarin, susu dan beberapa jenis mie instant. Selain itu ada satu sumber Vitamin A yang sangat potensial dan dapat mencukupi seluruh kebutuhan tubuh khususnya pada bayi dan Balita yaitu suplementasi Vitamin A melalui pemberian kapsul Vitamin A.

Dipublikasi pada : Warta

 APA YANG DIMAKSUD DENGAN VITAMIN A?

Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata, dan untuk kesehatan tubuh, jaringan epitel untuk melawan penyakit misalnya campak, diare dan penyakit infeksi lainnya.

 

APA SAJA TANDA DAN GEJALA AWAL KEKURANGAN VITAMIN A?

Tanda dan Gejala awal kekurangan Vitamin A adalah :

  1. Lemahnya penglihatan pada malam hari
  2. Kulit kering
  3. Meningkatnya resiko infeksi, dan metaplasia
  4. Kekurangan Vitamin A yang parah dapat mengakibatkan kebutaan
  5. Rabun senja
  6. Katarak

 

 APA SAJA MANFAAT VITAMIN A?

Vitamin A adalah vitamin yang dapat dipecahkan lemak dengan empat fungsi utama pada tubuh yaitu :

  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi seperti campak, diare.
  • Membantu proses penglihatan adaptasi dari tempat yang terang ke tempat yang gelap.
  • Mencegah kelainan pada sel termasuk pada selaput lender mata.
  • Mencegah terjadinya kekeringan pada mata disebut xerosis konjungtiva.

 

SASARAN PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A

  1. Bayi

Bayi umur 6-11 bulan diberikan kapsul Vitamin A 100.000 SI warna biru.

  1. Anak balita

Umur 12-59 bulan diberikan kapsul Vitamin A

  1. Bayi dan anak balita sakit

Umur 6-11 bulan dan balita umur 12-59 bulan yang sedang terkena campak diare, gizi buruk atau xeroftalmia diberikan Vitamin A dosis tinggi dan dosis sesuai umur.

  1. Ibu Nifas

Ibu Nifas (0-42 hari) setelah melahirkan diberikan 1 kapsul Vitamin A 200.000 SI warna merah dan 1 kapsul lagi diberikan dengan selang waktu minimal 24 jam.

 

BAGAIMANA CARANYA MENDAPATKAN VITAMIN A?

Vitamin A dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan sumber Vitamin A yaitu Hati, wortel, produk susu, ubi merah, labu, mangga, bayam, brokoli, kangkung, keju cheddar, cabai, minyak ikan, tomat, pisang, papaya, apel.

Vitamin A juga dapat diperoleh melalui pemberian Kapsul Vitamin A. Kapsul Vitamin A untuk bayi dan anak balita yang diperoleh secara GRATIS di Posyandu dan Puskesmas terdekat  pada Bulan Februari dan Agustus.

Jadi, Ayo Bapa Mama … bawa bayi dan anak balita Anda ke Posyandu terdekat dan Puskesmas Oebobo untuk mendapatkan Kapsul Vitamin A. Salam Sehat.

Dipublikasi pada : Info Sehat

Ayo ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan anak balita dan kesehatan ibu setiap bulan

Dipublikasi pada : Warta