Puskesmas Oebobo Kupang

Informasi Kesehatan

5 Mei 2021, Hari Asma Sedunia di tengah Pandemi Covid-19 Featured

Ditulis Oleh | Rabu, 05 Mei 2021 00:50
Beri Rating
(0 votes)
Ilustrasi Asma Ilustrasi Asma www.freepik.com

Hari Asma Sedunia diperingati tanggal 5 Mei setiap tahunnya. Hari Asma Sedunia diperingati sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah asma. Tanggal 5 Mei 2021 kita berhadapan dengan pandemi covid-19. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), penderita asma sedang hingga berat kemungkinan berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi ketika terinfeksi COVID-19. Apa saja yang perlu dipersiapkan bagi penderita asma untuk menghadapi pandemi covid-19?

1.    Mengurangi aktivitas di luar rumah

Salah satu tips menghadapi COVID-19 bagi penderita asma adalah mengurangi aktivitas di luar rumah. Sama seperti masyarakat pada umumnya, berada di rumah bisa membantu memperlambat penyebaran virus.

Apabila Anda menderita asma dan tidak perlu pergi ke kantor atau bekerja di luar rumah, usahakan untuk ke luar hanya untuk kepentingan di bawah ini:

Selain mengurangi pergi ke luar, menghindari menyentuh wajah saat tangan belum dicuci pun diperlukan. Bahkan, sebaiknya Anda menggunakan tisu untuk menyeka hidung ketika bersin atau batuk.

 

2. Menerapkan penanganan asma dengan cermat

Bagi para penderita asma, pandemi COVID-19 membuat mereka harus meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi, gejala COVID-19 terlihat mirip dengan gejala asma, sehingga membedakannya pun mungkin terasa sulit.

Hal ini dikarenakan ketika penderita asma mengalami infeksi pada saluran pernapasan, gejala asma mereka akan muncul.

Oleh karena itu, tindakan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menerapkan beberapa langkah menangani gejala asma yang sederhana selama pandemi, seperti:

  • tetap menggunakan inhalersetiap waktu yang telah ditentukan
  • membawa inhaler pereda (berwarna biru) setiap hari, terutama saat gejala asma terjadi
  • tetap melanjutkan pengobatan yang sedang berjalan, termasuk inhaler berisi steroid
  • membuat peak flow harianuntuk membedakan gejala asma dan COVID-19
  • menghindari pemicu asma
  • menyediakan stok obat-obatan jika perlu di rumah dalam waktu yang lama
  • berhenti merokok untuk mengurangi risiko tertular COVID-19
  • mencoba mengelola rasa cemas saat pandemiyang bisa memicu serangan asma

Dengan demikian, Anda bisa melewati hari-hari dengan tenang selama pandemi COVID-19 ini berlangsung karena adanya panduan saat serangan asma terjadi.

 

3. Minta bantuan orang lain untuk mendisinfeksi barang

Selain menyiapkan obat-obatan dan rencana saat serangan asma terjadi, penderita asma pun perlu membersihkan barang dengan disinfektan, terutama saat COVID-19 berlangsung.

Bila memungkinkan, usahakan meminta bantuan orang lain yang tidak menderita asma untuk membersihkan barang menggunakan disinfektan. Pasalnya, bahan-bahan pada disinfektan memungkinkan Anda untuk mengalami serangan asma, sehingga lebih baik minta bantuan orang lain.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penderita asma saat membersihkan barang dan ruangan dengan disinfektan.

  • tidak berada di ruangan yang sama
  • meminimalkan penggunaan disinfektan berbahan yang bisa memicu asma
  • membuka setiap jendela dan pintuserta menggunakan kipas agar udara ke luar
  • membersihkan permukaan barang, seperti remote TV, meja, gagang pintu dan meja
  • menyemprotkan atau menuangkan produk semprot ke kain atau handuk kertas

 

Bagaimana jika penderita asma terinfeksi COVID-19?

 

Walaupun berbagai upaya telah dilakukan, tidak menutup kemungkinan penderita asma terkena infeksi COVID-19. Apabila hal ini terjadi pada Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika mengembangkan gejala COVID-19, yaitu:

  • tetap berada di rumah dan lakukan konsultasi via internet
  • menggunakan layanan khusus untuk COVID-19 demi mendapatkan saran
  • memberitahu tenaga kesehatan bahwa Anda menderita asma dan gejalanya memburuk
  • mencari tahu perbedaan batuk biasa dengan batuk saat terinfeksi COVID-19
  • tetap mengikuti rencana tindakan asma yang sudah dibuat
  • minum obat asma yang sudah diresepkan dokter seperti biasa
  • minta bantuan ke petugas medis via telepon jika gejala COVID-19 tidak kunjung mereda

Penggunaan inhaler memang dapat membantu Anda meredakan gejala asma, seperti sesak napas dan batuk. Namun, pemakaian inhaler mungkin tidak dapat membantu meringankan gejala yang disebabkan oleh COVID-19, seperti sesak napas.

disadur dari : hellosehat.com, alodokter.com

Dibaca 66 Kali Terakhir Diperbaharui Rabu, 05 Mei 2021 03:58
Reni Tangmau

Staf Administrasi pada UPTD Puskesmas Oebobo

puskesmasoebobo@yahoo.com | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

Sukseskan Imunisasi MR di Kota Kupang

Sukseskan Imunisasi MR di Kota Kupang

Dinas Kesehatan Kota Kupang menilai masyarakat Nusa Tenggara Read More
Puskesmas Oebobo, Cegah Kanker Serviks Sejak Dini Dengan Pemeriksaan IVA

Puskesmas Oebobo, Cegah Kanker Serviks Sejak Dini Dengan Pemeriksaan IVA

Pemeriksaan kanker Serviks dengan metode IVA digunakan untuk Read More
Sukseskan Imunisasi MR di Kota Kupang

Sukseskan Imunisasi MR di Kota Kupang

Dinas Kesehatan Kota Kupang menilai masyarakat Nusa Tenggara Read More
Jangan sepelekan diare

Jangan sepelekan diare

Mengenal Penyakit Diare Diare adalah sebuah penyakit di Read More
Puskesmas Oebobo Pelayanan Klinik Sanitasi 2018

Puskesmas Oebobo Pelayanan Klinik Sanitasi 2018

Klinik sanitasi merupakan suatu upaya atau kegiatan yang Read More
Tak Kenal, Maka Tak Sayang,  Mengenal Imunisasi MR

Tak Kenal, Maka Tak Sayang, Mengenal Imunisasi MR

Moms, imunisasi anak itu wajib dilakukan untuk melindungi Read More
Puskesmas Oebobo Ramah Disabilitas

Puskesmas Oebobo Ramah Disabilitas

Puskesmas Oebobo menghadirkan pelayanan puskesmas yang ramah disabilitas Read More
Air Putih, Solusi Mudah dan Murah Menjaga Kesehatan

Air Putih, Solusi Mudah dan Murah Menjaga Kesehatan

Semua makhluk hidup pasti membutuhkan air. Tanpa air, Read More
  • 1