Print this page

Mengenal Diabetes di Hari Diabetes Nasional 2021 Featured

Ditulis Oleh | Senin, 19 April 2021 03:38
Beri Rating
(1 Vote)
Ilustrasi Diabetes Ilustrasi Diabetes gambar: www.freepik.com

Hari Diabetes Nasional yang diperingati setiap 18 April ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatannya agar terhindar dari penyakit diabetes. Diabetes menempati urutan ketiga penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia sejak tahun 2014. Selain itu, International Diabetes Federation (IDF) melaporkan bahwa Indonesia berada di posisi ketujuh dari 10 negara dengan jumlah pasien penderita diabetes tertinggi di tahun 2020. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengenal diabetes dan mencegah terjadinya diabetes.

Diabetes adalah penyakit kronis terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang telah dihasilkan. Insulin merupakan hormon dalam tubuh yang berperan dalam mengatur gula darah (glukosa). 

Diabetes dibedakan menjadi 2 jenis secara umum yaitu, diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kedua tipe inilah yang dikenal masyarakat sebagai diabetes melitus (DM). Adapula jenis diabetes lainnya, yaitu diabetes insipidus, diabetes gestasional, dan kondisi prediabetes. Berikut penjelasan masing-masing tipe diabetes.

 

Tanda dan Gejala Diabetes

  1. Meningkatnya frekuensi buang air kecil

Karena sel-sel di tubuh tidak dapat menyerap glukosa, ginjal mencoba mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin. Akibatnya, penderita jadi lebih sering kencing daripada orang normal dan mengeluarkan lebih dari 5 liter air kencing sehari. Ini berlanjut bahkan di malam hari. Penderita terbangun beberapa kali untuk buang air kecil. Itu pertanda ginjal berusaha singkirkan semua glukosa ekstra dalam darah.

  1. Rasa haus berlebihan 

Dengan hilangnya air dari tubuh karena sering buang air kecil, penderita merasa haus dan butuhkan banyak air. Rasa haus yang berlebihan berarti tubuh Anda mencoba mengisi kembali cairan yang hilang itu.

  1. Penurunan berat badan

Kadar gula darah terlalu tinggi juga bisa menyebabkan penurunan berat badan yang cepat. Karena hormon insulin tidak mendapatkan glukosa untuk sel, yang digunakan sebagai energi, tubuh memecah protein dari otot sebagai sumber alternatif bahan bakar.

  1. Kelaparan

Rasa lapar yang berlebihan, merupakan tanda diabetes lainnya. Ketika kadar gula darah merosot, tubuh mengira belum diberi makan dan lebih menginginkan glukosa yang dibutuhkan sel.

  1. Kulit jadi bermasalah

Kulit gatal, mungkin akibat kulit kering seringkali bisa menjadi tanda peringatan diabetes, seperti juga kondisi kulit lainnya, misalnya kulit jadi gelap di sekitar daerah leher atau ketiak.

  1. Penyembuhan lambat

Infeksi, luka, dan memar yang tidak sembuh dengan cepat merupakan tanda diabetes lainnya. Hal ini biasanya terjadi karena pembuluh darah mengalami kerusakan akibat glukosa dalam jumlah berlebihan yang mengelilingi pembuluh darah dan arteri. Diabetes mengurangi efisiensi sel progenitor endotel atau EPC, yang melakukan perjalanan ke lokasi cedera dan membantu pembuluh darah sembuhkan luka.

  1. Infeksi jamur

Diabetes dianggap sebagai keadaan imunosupresi itu berarti meningkatkan kerentanan terhadap berbagai infeksi, meskipun yang paling umum adalah candida dan infeksi jamur lainnya. Jamur dan bakteri tumbuh subur di lingkungan yang kaya akan gula.

  1. Iritasi genital

Kandungan glukosa yang tinggi dalam urin membuat daerah genital jadi seperti sariawan dan akibatnya menyebabkan pembengkakan dan gatal.

  1. Keletihan dan mudah tersinggung

Ketika orang memiliki kadar gula darah tinggi, tergantung berapa lama sudah merasakannya, mereka kerap merasa tak enak badan. Akibatnya, bila lelah orang cenderung mudah tersinggung.

  1. Pandangan yang kabur

Penglihatan kabur atau sesekali melihat kilatan cahaya merupakan akibat langsung kadar gula darah tinggi. Pembuluh darah di retina menjadi lemah setelah bertahun-tahun mengalami hiperglikemia dan mikro-aneurisma, yang melepaskan protein berlemak yang disebut eksudat.

  1. Kesemutan atau mati rasa

Kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersamaan dengan rasa sakit yang membakar atau bengkak, adalah tanda bahwa saraf sedang dirusak oleh diabetes.

Pada diabetes, gula darah yang tinggi bertindak bagaikan racun. Diabetes sering disebut ‘Silent Killer’ jika gejalanya terabaikan dan ditemukan sudah terjadi komplikasi. Jika Anda memiliki gejala ini, segera tes gula darah atau berkonsultasi ke petugas kesehatan.

Pencegahan Diabetes Melitus

Pencegahan penyakit diabetes melitus tipe 2 terutama ditujukan kepada orang-orang yang memiliki risiko untuk menderita DM tipe 2. Tujuannya adalah untuk memperlambat timbulnya DM tipe 2, menjaga fungsi sel penghasil insulin di pankreas, dan mencegah atau memperlambat munculnya gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Faktor risiko DM tipe 2 dibedakan menjadi faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Usaha pencegahan dilakukan dengan mengurangi risiko yang dapat dimodifikasi.

  1. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi contohnya ras dan etnik, riwayat anggota keluarga menderita DM, usia >45 tahun, riwayat melahirkan bayi dengan BB lahir bayi>4000 gram atau riwayat pernah menderita DM gestasional (DMG), dan riwayat lahir dengan berat badan rendah, kurang dari 2,5 kg.
  2. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi contohnya berat badan berlebih, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi (> 140/90 mmHg), gangguan profil lipid dalam darah (HDL < 35 mg/dL dan atau trigliserida > 250 mg/dL, dan diet tak sehat tinggi gula dan rendah serat.

Pencegahan DM tipe 2 pada orang-orang yang berisiko pada prinsipnya adalah dengan mengubah gaya hidup yang meliputi :

  1. Olah raga

Aktivitas fisik harus ditingkatkan dengan berolah raga rutin, minimal 150 menit perminggu, dibagi 3-4 kali seminggu. Olahraga dapat memperbaiki resistensi insulin yang terjadi pada pasien prediabetes, meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik), dan membantu mencapai berat badan ideal. Selain olah raga, dianjurkan juga lebih aktif saat beraktivitas sehari-hari, misalnya dengan memilih menggunakan tangga dari pada elevator, berjalan kaki ke pasar daripada menggunakan mobil, dll.

  1. Penurunan berat badan

Menurut penelitian, penurunan berat badan 5-10% dapat mencegah atau memperlambat munculnya DM tipe 2.

  1. Pengaturan pola makan

Dianjurkan pula melakukan pola makan yang sehat, yakni terdiri dari karbohidrat kompleks, mengandung sedikit lemak jenuh dan tinggi serat larut. Asupan kalori ditujukan untuk mencapai berat badan ideal.

Anda perlu menghindari beberapa jenis makanan sekaligus meningkatkan asupan makanan tertentu. Berikut daftarnya :

  • Makanan tinggi lemak jenuh, seperti susu sapi berlemak, keju, es krim, sosis, nugget, kue, dan gorengan.
  • Makanan dan minuman kemasan.
  • Makanan tinggi natrium, seperti garam, bumbu masak instan, dan mi instan.
  • Makanan dan minuman tinggi karbohidrat sederhana, seperti permen, kue kering, minuman ringan, jajanan manis (martabak).
  1. Tidak merokok

Merokok, walaupun tidak secara langsung menimbulkan intoleransi glukosa, dapat memperberat komplikasi kardiovaskular dari intoleransi glukosa dan DM tipe 2. Oleh karena itu, pasien juga dianjurkan berhenti merokok.

Dibaca 251 Kali Terakhir Diperbaharui Jumat, 07 Mei 2021 00:59
Reni Tangmau

Staf Administrasi pada UPTD Puskesmas Oebobo

puskesmasoebobo@yahoo.com | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

Puskesmas Oebobo Ramah Disabilitas

Puskesmas Oebobo Ramah Disabilitas

Puskesmas Oebobo menghadirkan pelayanan puskesmas yang ramah disabilitas Read More
Jangan sepelekan diare

Jangan sepelekan diare

Mengenal Penyakit Diare Diare adalah sebuah penyakit di Read More
Sukseskan Imunisasi MR di Kota Kupang

Sukseskan Imunisasi MR di Kota Kupang

Dinas Kesehatan Kota Kupang menilai masyarakat Nusa Tenggara Read More
Tak Kenal, Maka Tak Sayang,  Mengenal Imunisasi MR

Tak Kenal, Maka Tak Sayang, Mengenal Imunisasi MR

Moms, imunisasi anak itu wajib dilakukan untuk melindungi Read More
Puskesmas Oebobo Pelayanan Klinik Sanitasi 2018

Puskesmas Oebobo Pelayanan Klinik Sanitasi 2018

Klinik sanitasi merupakan suatu upaya atau kegiatan yang Read More
Sukseskan Imunisasi MR di Kota Kupang

Sukseskan Imunisasi MR di Kota Kupang

Dinas Kesehatan Kota Kupang menilai masyarakat Nusa Tenggara Read More
Air Putih, Solusi Mudah dan Murah Menjaga Kesehatan

Air Putih, Solusi Mudah dan Murah Menjaga Kesehatan

Semua makhluk hidup pasti membutuhkan air. Tanpa air, Read More
Puskesmas Oebobo, Cegah Kanker Serviks Sejak Dini Dengan Pemeriksaan IVA

Puskesmas Oebobo, Cegah Kanker Serviks Sejak Dini Dengan Pemeriksaan IVA

Pemeriksaan kanker Serviks dengan metode IVA digunakan untuk Read More
  • 1