Puskesmas Oebobo Kupang

Informasi Kesehatan

Displaying items by tag: vaksin

Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) UPTD Puskesmas Oebobo. Pelayanan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.

UPTD Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan penjaringan kesehatan di SMPN 2 Kupang, pada hari kamis, 16 September 2021. Kegiatan Penjaringan kesehatan siswa baru bagi kelas 7 dan kegiatan pemeriksaan berkala dengan sasaran kelas 8. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan mata, telinga, rambut, kuku, pemeriksaan gigi dan keadaan umum, penyuluhan kesehatan, berupa Penyuluhan Kesehatan Jiwa dan Stunting, sosialisasi pencegahan Anemia pada Rematri (remaja Putri), dan konseling, serta rujukan apabila diperlukan.

Perawat Meriyanti, S.Kep, Ns sedang melakukan pengukuran tinggi badan siswa

 

 

 

Kegiatan ini terintegrasi dengan kegiatan Vaksinasi Covid-19 pada Siswa SMP.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan fisik dan penunjang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Oebobo yang terdiri dari  Perawat, Perawat Gigi, Nutrisionis, Penanggung jawab Program Kusta, Penanggung jawab Program Kesehatan Jiwa, Penanggung jawab Program Kesehatan Reproduksi. Kegiatan penjaringan mendapatkan dukungan dari Kepala Sekolah dan guru UKS masing-masing sekolah.

Seseorang yang telah di vaksin Covid-19 harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Vaksin dapat memberikan manfaat berupa menumbuhkan antibodi, namun belum diketahui efektivitasnya dalam mencegah transmisi atau penularan terhadap orang lain. Oleh karena itu, seseorang yang telah di vaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak).

Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat Defriman Djafri mengatakan usai vaksinasi COVID-19, seseorang minimal membutuhkan waktu 14 hari untuk mengetahui apakah antibodi atau kekebalan telah terbentuk di dalam tubuh. Sehingga, dalam kurun waktu tersebut peluang terinfeksi virus masih ada apalagi protokol kesehatan tidak dilakukan dengan baik dan benar sesuai anjuran pemerintah.

Salah satu tujuan vaksinasi adalah untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Sementara itu, kekebalan kelompok atau herd immunity ini baru bisa terjadi kalau 70 persen rakyat Indonesia divaksin, sehingga bisa melindungi 30 persen rakyat lainnya yang tidak bisa divaksin atau yang rentan kesehatannya.

Kita tetap wajib menjaga daya tahan tubuh. Setelah vaksin, bukan berarti bisa ke tempat ramai. Kita juga harus tetap makan dan minum yang bergizi , mengkonsumsi vitamin dan tetap menjaga hati bahagia.

Menjalankan protokol kesehatan seharusnya sudah menjadi bagian dari gaya hidup di masa pandemi. Dengan begitu, walau sudah mendapatkan dosis vaksin lengkap tetap harus melaksanakan prokes secara berkelanjutan, tetap berhati-hati dan waspada. Namun tidak perlu diiringi kepanikan.

 

Puskesmas Oebobo melakukan pelayanan Vaksinasi Covid-19 di gereja-gereja wilayah kerja Puskesmas Oebobo.

Pada hari Sabtu, tanggal 5 Juni 2021, dlaksanakan vaksinasi di halaman depan Gereja Jemaat PNIEL Oebobo. Sebelum memberikan vaksinasi, petugas memberikan penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi covid-19 bagi tubuh, cara kerja vaksin serta efek sampingnya. Di samping pelayanan vaksinasi juga dilakukan PCR Test (polymerase chain reaction test) bagi masyarakat Kelurahan Oebobo dan sekitarnya.

Penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi covid-19

 

Pelayanan diberikan oleh Tim Vaksinasi dan Tim Covid-19 Puskesmas Oebobo. Kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Vaksinasi di Gereja Jemaat PNIEL Oebobo diberikan kepada 309 orang masyarakat, dan PCR Test terhadap 52 orang masyarakat.

Vaksinasi menyasar masyarakat umum, khususnya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Telah dilaksanakan di beberapa gereja yaitu GKIN Revival Oebobo, Jemaat Karmel Fatululi, dan Jemaat PNIEL Oebobo, serta akan dilaksanakan di gereja lainnya di kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

 

Puskesmas Oebobo melakukan pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Trans Mart Kupang. Pelayanan Vaksinasi Covid-19, tidak hanya dilakukan di gedung puskesmas, tapi juga dapat dilakukan secara mobile “jemput bola’’.

Sekarang Vaksinasi memasuki tahap ketiga, pada tahapan ini vaksinasi menyasar masyarakat umum. Pelayanan vaksinasi covid-19 di Trans Mart diberikan kepada 120 orang pegawai Trans Mart Kupang.

Sasaran penerima vaksin wajib membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk). Di Meja 1 akan dilakukan pendaftaran dan verifikasi data. Di meja 2 sasaran penerima vaksin akan diskrining oleh petugas untuk memastikan layak atau tidak menerima vaksin Covid-19. Adapun sasaran yang layak diminta lanjut ke meja 3. Di sini dilakukan pemberian vaksin. Di meja 4 akan dilakukan observasi. Petugas mempersilahkan sasaran untuk menunggu 30 menit sebagai antisipasi bila ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Nantinya penerima vaksin diberikan kartu vaksinasi dan penanda edukasi pencegahan Covid-19.

Pelayanan Vaksinasi dilakukan oleh Tim Vaksinasi Covid-19 Puskesmas Oebobo, yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan. Kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Vaksinasi selain untuk membuat tubuh kebal terhadap virus juga membantu untuk membangun kekebalan imun dalam suatu komunitas yang diharapkan berujung pada berhentinya pandemi covid-19. Oleh karenanya, peran masyarakat dalam mendukung vaksinasi Covid-19 dinilai penting. Di Indonesia, Vaksinasi Covid 19 dilakukan secara bertahap. Sekarang kita sampai pada Vaksinasi Covid-19 Tahap 2. Vaksinasi tahap 2 termin 1 ini diberikan kepada kelompok Lansia usia 60 tahun ke atas dan pelayan Publik.

Vaksinasi Covid-19 sangat penting bagi lansia karena kelompok usia lanjut lebih rentan terhadap infeksi virus Corona. Adanya penyakit penyerta dan kondisi fisik yang mulai melemah membuat lansia lebih sulit untuk melawan infeksi, termasuk Covid-19. Itulah sebabnya, lansia menjadi prioritas untuk menerima vaksin ini.

 

Apa saja hal yang perlu diperhatikan sebelum menerima vaksin Covid-19?

Sebelum menerima vaksi, ada hal-hl yang perlu diperhatikan agar proses vaksinasi dapat berjalan lancar, yaitu :

  • Mengenakan masker dari rumah hingga ke tempat vaksinasi.
  • Membawa hand sanitizer dan balpoin sendiri.
  • Apabila ingin membawa air minum maka gunakan sedotan untuk meminimalisir membuka masker.
  • Usahakan tidak membuka masker di lokasi vaksinasi.
  • Pastikan kondisi tubuh sedang fit sebelum vaksinasi, misalnya tidur yang cukup sehari sebelum vaksin dan makan makanan yang cukup dan bergizi.
  • Usahakan menggunakan kendaraan pribadi, dan apabila menggunakan kendaraan umum, maka ingatlah untuk selalu meminimalisir kontak dengan orang lain.

 

Selesai Vaksin, hal apa saja yang perlu diperhatikan?

Selain mempersiapkan diri sebelum vaksin, kita juga perlu memperhatikan beberapa hal setelah vaksin, seperti :

  • Menunggu 30 menit di ruang observasi.
  • Tetap menjaga jarak dengan orang di sekeliling
  • Dianjurkan untuk istirahat yang cukup.
  • Berolah raga asal dilakukan dengan cara yang benar
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang

Perlu perhatikan jika setelah mendapat vaksinasi, tubuh kita akan menyesuaikan dengan virus Covid-19 yang sudah 'dijinakkan' itu. Sehingga menjaga tubuh tetap vit dan sehat membantu untuk meningkatkan efektivitas vaksin virus ini. Ingat ya, vaksin ini bukan obat.

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Covid-19

Setelah vaksin diberikan, para penerima vaksin dianjurkan menunggu selama 30 menit. Saat itu, tenaga kesehatan akan memantau dan memastikan tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI bisa terjadi dengan menimbulkan beragam gejala yakni sifatnya lokal semisal nyeri bekas suntikan, bengkak di lokasi suntikan dan kemerahan pada pada bekas suntikan, atau sistemik seperti demam, dan sakit kepala.

Untuk antisipasi, berikut efek yang mungkin bisa terjadi pada orang yang divaksinasi Covid-19.

  • Di lengan di mana tempat disuntik bisa terasa nyeri dan mengalami pembengkakan. Jika terjadi kompreslah area lengan yang disuntik atau gerakkan lengan secara perlahan. Jika dalam 24 jam tidak mereda, segera hubungi kontak petugas terkait. 
  • Bisa dirasakan oleh tubuh yakni demam, menggigil, kelelahan hingga sakit kepala. Jika terjadi selama masa observasi segera melapor pada petugas di lokasi. Namun, jika terjadi keluhan itu kurang dari 24 jam maka segera menghubungi petugas kesehatan terkait.
  • Jika ada efek samping yang mengkhawatirkan atau tampaknya tidak akan pergi setelah beberapa hari segera melapor ke petugas kesehatan terkait.

Tetaplah menjaga kesehatan dan ingat selalu 5M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumuman, dan menjaga mobilitas). Salam Sehat.

Disadur dari : https://www.popmama.com, www.bisnis.com

 

Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Vaksinasi covid-19 tahap 2. Vaksinasi dilaksanakan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu Jam 09.00 s/d 12.00 WITA. Berlokasi di Puskesmas Oebobo.

Pelaksanaan vaksinasi dimulai pada hari Sabtu, tanggal 06 Maret 2021. Sebanyak 37 orang Lansia, 10 orang pelayanan publik dan 14 orang tenaga kesehatan telah divaksinasi pada hari tersebut.

Vaksinasi tahap 2 termin 1 ini diberikan kepada kelompok Lansia usia 60 tahun ke atas dan pelayan Publik. Dengan sasaran 400 orang kelompok lansia, 100 orang Kepala Sekolah SD se- Kota Kupang, 20 orang pegawai Pengadilan Negeri Kupang, dan 20 orang pegawai Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Sasaran penerima vaksin wajib membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk). Di Meja 1 akan dilakukan pendaftaran dan verifikasi data. Di meja 2 sasaran penerima vaksin akan diskrining oleh petugas untuk memastikan layak atau tidak menerima vaksin Covid-19. Adapun sasaran yang layak diminta lanjut ke meja 3. Di sini dilakukan pemberian vaksin. Di meja 4 akan dilakukan observasi. Petugas mempersilahkan sasaran untuk menunggu 30 menit sebagai antisipasi bila ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Nantinya penerima vaksin diberikan kartu vaksinasi dan penanda edukasi pencegahan Covid-19.

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Mari ketahui apa saja manfaat vaksin COVID-19 dan siapa yang perlu lebih dulu mendapatkannya.

Vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, juga menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

 

Manfaat Vaksin COVID-19

Vaksinasi atau imunisasi merupakan prosedur pemberian suatu antigen penyakit, biasanya berupa virus atau bakteri yang dilemahkan atau sudah mati, bisa juga hanya bagian dari virus atau bakteri. Tujuannya adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut.

Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi.

Vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia berisi virus Corona (SARS-CoV-2) yang sudah dimatikan. Dengan mendapatkan vaksin COVID-19, Anda bisa memiliki kekebalan terhadap virus Corona tanpa harus terinfeksi terlebih dahulu.

 

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda mendapat vaksin COVID-19, di antaranya:

  1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19

Seperti yang disebutkan sebelumnya, vaksin COVID-19 dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan virus Corona. Dengan begitu, risiko Anda untuk terinfeksi virus ini akan jauh lebih kecil.

Kalaupun seseorang yang sudah divaksin tertular COVID-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi. Dengan begitu, jumlah orang yang sakit atau meninggal karena COVID-19 akan menurun.

  1. Mendorong terbentuknya herd immunity

Seseorang yang mendapatkan vaksin COVID-19 juga dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko, seperti lansia. Hal ini karena kemungkinan orang yang sudah divaksin untuk menularkan virus Corona sangatlah kecil.

Bila diberikan secara massal, vaksin COVID-19 juga mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd Imunity) dalam masyarakat. Artinya, orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin, misalnya bayi baru lahir, lansia, atau penderita kelainan sistem imun tertentu, bisa mendapatkan perlindungan dari orang-orang di sekitarnya.

Kendati demikian, untuk mencapai herd immunity dalam suatu masyarakat, penelitian menyebutkan bahwa minimal 70% penduduk dalam negara tersebut harus sudah divaksin.

  1. Meminimalkan dampak ekonomi dan sosial

Manfaat vaksin COVID-19 tidak hanya untuk sektor kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan penyakit COVID-19, kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali seperti sediakala.

 

Kelompok Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Saat ini, jumlah vaksin yang tersedia di Indonesia masih belum cukup untuk diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sekaligus. Maka dari itu, ada beberapa kelompok yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin COVID-19 terlebih dahulu.

Berikut ini adalah beberapa kelompok yang termasuk prioritas vaksin COVID-19:

  • Tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi dan menularkan COVID-19
  • Orang dengan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi tertular dan menularkan COVID-19 karena tidak dapat melakukan jaga jarak secara efektif, seperti anggota TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya
  • Orang yang memiliki penyakit penyerta dengan risiko kematian tinggi bila terkena COVID-19

Setelah semua kelompok prioritas di atas mendapat vaksin COVID-19, vaksinasi akan dilanjutkan ke kelompok penerima vaksin COVID-19 lainnya, mulai dari penduduk di daerah yang banyak kasus COVID-19 sampai ke seluruh pelosok Indonesia.

Dari fakta-fakta di atas, bisa kita lihat bahwa vaksin COVID-19 membawa banyak manfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi banyak orang. Oleh sebab itu, meskipun banyak beredar isu-isu seputar vaksin yang belum jelas kebenarannya, Anda tidak perlu ragu atau takut untuk menjalani vaksinasi COVID-19.

Selagi menunggu vaksin COVID-19 diedarkan, Anda harus tetap menjalani protokol kesehatan dan sebisa mungkin menghindari bepergian ke luar rumah atau berkumpul dengan orang banyak.

 

https: www.alodokter.com

 

Mengenal Vaksin Covid-19

Rabu, 10 Februari 2021 00:42
Dipublikasi pada : Info Sehat
Artikel Tags :