Puskesmas Oebobo Kupang

Ike Giri

Displaying items by tag: UKM essential

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sebenarnya fluktuatif, tetapi saat musim hujan, kejadian penyakit demam berdarah dengue (DBD) umumnya akan meningkat. Pada musim hujan populasi Aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan. Alhasil, ini bisa meningkatkan populasi nyamuk sehingga dapat menyebabkan peningkatan penularan penyakit demam berdarah dengue.

Selain itu, kelangsungan hidup nyamuk Aedes aegypti akan lebih lama bila tingkat kelembapan tinggi selama musim hujan, sehingga masyarakat harus lebih waspada pada saat memasuki musim hujan.

Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue. Kamu tidak bisa tertular demam berdarah karena berada di sekitar orang yang terinfeksi. Sebab demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Dua jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan virus dengue ini umum ditemukan baik di dalam maupun di sekitar tempat tinggal manusia. Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi virus dengue, virus tersebut masuk ke dalam nyamuk. Kemudian, ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit orang lain, virus memasuki aliran darah orang itu dan menyebabkan infeksi.

Cara Mencegah Gigitan Nyamuk

Untuk mencegah infeksi demam berdarah, seseorang sebetulnya bisa mendapatkan vaksin. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia menekankan bahwa vaksin itu sendiri bukanlah alat yang efektif untuk mengurangi demam berdarah di daerah-daerah di mana penyakit itu sering terjadi. Pencegahan gigitan nyamuk dan pengendalian populasi nyamuk masih menjadi metode utama untuk mencegah penyebaran demam berdarah.

Jika kamu tinggal atau bepergian ke daerah yang sering terkena demam berdarah, ada beberapa tips berikut untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk:

1. Gunakan Pendingin Ruangan atau Lindungi Ventilasi Rumah

Rumah yang memiliki pendingin ruangan atau memiliki ventilasi yang dipasangkan jaring penghalang, maka tergigit nyamuk di rumah akan lebih rendah. Selain itu, kamu wajib tahu bahwa nyamuk yang membawa virus dengue paling aktif dari fajar hingga senja, tetapi mereka juga dapat menggigit pada malam hari.

2. Gunakan Pakaian Pelindung

Saat kamu pergi ke daerah yang dipenuhi nyamuk, kenakan baju lengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu.

3. Gunakan Obat Nyamuk

Permetrin dapat diterapkan pada pakaian, sepatu, perlengkapan berkemah, dan kelambu di rumah. Kamu juga dapat membeli pakaian yang dibuat dengan permetrin yang sudah ada di dalamnya. Sementara untuk kulit, gunakan lotion yang mengandung setidaknya 10 persen konsentrasi DEET.

4. Kurangi Habitat Nyamuk

Nyamuk yang membawa virus dengue biasanya hidup di dalam dan di sekitar rumah, berkembang biak di genangan air yang dapat berkumpul di ban mobil bekas. Kamu dapat membantu menurunkan populasi nyamuk dengan cara menghilangkan habitat tempat mereka bertelur. Setidaknya seminggu sekali, wadah kosong dan bersih yang menampung genangan air, seperti wadah tanam, piring hewan, dan vas bunga. Jauhkan wadah air berdiri tertutup antara pembersihan.

Sumber : https://www.halodoc.com

Waspada Demam Berdarah Dengue di Musim Hujan

Rabu, 19 Januari 2022 01:31
Dipublikasi pada : Info Sehat
Artikel Tags :

UPTD Puskesmas Oebobo melakukan fogging atau pengasapan dengan insektisida membasmi nyamuk demam berdarah. Hal itu untuk mencegah penyebaran/penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Fogging dilakukan pada hari Selasa, 18 Januari 2022 Pukul 16.00 Wita hingga selesai berlokasi di titik fokus yakni di RT 44/RW 13 Kelurahan Fatululi.

Fogging dilakukan oleh Tim P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Kupang yang dipimpin oleh Bapak Ferry Djelalu, S.KM didampingi oleh Pengelola Program DBD Puskesmas Oebobo Ibu Tabitha A. Timu, S. KM didampingi oleh Ketua RT 44/RW 13.

Petugas sedang melakukan Fogging

Fogging ini bertujuan untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa yang kemungkinan infeksius. Di sisi lain pemberantasan penyakit DBD juga harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat.

Mencegah terjadinya DBD membutuhkan dukungan dan peran aktif dari masyarakat melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus yaitu Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain; Menutup, adalah menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; Mendaur/ menggunakan kembali atau mendaur ulang barang yang sudah tak terpakai Plus cara lain diantaranya menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dikuras dan dibersihkan.

 

UPTD Puskesmas Oebobo bersama dengan Kelurahan Oebobo melaksanakan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) Oebobo. Pertemuan dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Desember 2021, bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Kelurahan Oebobo Kota Kupang.

Pertemuan dihadiri oleh Lurah Oebobo, TP PKK, Tim Kelurahan Siaga,  PL KB, Ketua RT : RT 2, RT 4, RT 14, RT 15, RT 16, RT 17, RT 21, RT 27, RT 29 beserta Kader Kelurahan.

Pertemuan diawali dengan penyampaian hasil Survey Mawas Diri Tahun 2020. Selanjutnya penentuan  prioritas masalah, pemecahan masalah, penyusunan RTL, dan penyimpulan hasil MMD.

Agar Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik maka puskesmas harus menyusun rencana kegiatan yang tertuang dalam rencana tahunan dan rencana lima tahunan. Perencanaan ini harus disusun dengan mempertimbangkan hasil analisa dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui Survey Mawas Diri (SMD).

Survei Mawas Diri adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi yang dimiliki antara lain ketersediaan sumber daya, serta peluang – peluang yang dapat dimobilisasi. Hal ini penting untuk diidentifikasi oleh masyarakat sendiri, agar selanjutnya masyarakat dapat digerakkan untuk berperan serta aktif memperkuat upaya-upaya perbaikannya, sesuai batas kewenangannya.

Dukungan dari lintas sektor sangat positif dalam rangka penyusunan perencanaan yang sesuai dengan hasil analisa kebutuhan masyarakat.

Musyawarah Masyarakat Kelurahan Oebobo Tahun 2021

Kamis, 23 Desember 2021 08:05
Dipublikasi pada : Warta

UPTD Puskesmas Oebobo melakukan fogging focus atau pengasapan dengan insektisida membasmi nyamuk demam berdarah. Hal itu untuk mencegah penyebaran/penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Fogging dilakukan pada hari Rabu, 10 Februari 2021 dan Kamis, 11 Februari 2021 Pukul 16.00 Wita hingga selesai berlokasi 2 (dua) titik fokus yakni di RT 5, 7, 8 dan 31 Kelurahan Fatululi.

Fogging dilakukan oleh Tim P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Kupang yang dipimpin oleh Bapak Ferry Djelalu, S.KM didampingi oleh Pengelola Program DBD Puskesmas Oebobo Ibu Tabitha A. Timu, S. KM serta Ketua RT setempat.

Fogging ini bertujuan untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa yang kemungkinan infeksius. Di sisi lain pemberantasan penyakit DBD juga harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat.

Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus yaitu:

  1. Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain;
  2. Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya;
  3. Mendaur/ menggunakan kembali  yang sudah tak terpakai

Plus cara lain diantaranya menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dikuras dan dibersihkan.

Berantas Nyamuk DBD dengan Fogging Focus

Senin, 15 Februari 2021 03:48
Dipublikasi pada : Warta

Musim hujan tiba, banyak hal yang harus kita waspadai terkait kesehatan kita, salah satunya adalah penyakit demam berdarah. Sudah bukan hal baru lagi DBD bermunculan di musim hujan seperti sekarang ini. Agar tidak terlambat memberikan pertolongan, mari kenali gejala demam berdarah.

WASPADAI DBD DI MUSIM HUJAN

Senin, 15 Februari 2021 01:08
Dipublikasi pada : Info Sehat

Sebagai upaya antisipasi penyebaran dan penularan Covid-19, UPTD Puskesmas Oebobo melakukan Penyuluhan Keliling di kelurahan Oebob, pada Selasa, 2 Februari 2021. Penyuluhan keliling tentang covid-19 dilakukan dengan ambulans yang diberi pengeras suara untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan masa, serta melihat cuaca yang kurang mendukung.

 Melalui penyuluhan ini, masyarakat diberikan informasi tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara benar. Merujuk pada fakta bahwa covid-19 yang semakin merajalela di Kota Kupang. Berdasarkan data Pusdalops NTT 1 Februari 2021, terdapat 1410 orang di Kota Kupang yang terinfeksi covid-19. Bukan jumlah yang sedikit. Hal ini menunjukan bahwa virus corona berada di sekitar kita.

 Fransisko Darjan, SKM, tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Oebobo juga menginformasikan tentang akibat dari tidak menerapkan protokol kesehatan secara benar, serta gejala yang timbul apabila seseorang terpapar covid-19, yaitu :

  1. Tenggorokan gatal
  2. Tenggorokan kering
  3. Batuk kering
  4. Temperatur/suhu tubuh tinggi (lebih dari 37ᵒc )
  5. Sesak napas
  6. Kehilangan kemampuan indera penciuman/pembau

 Juga, secara singkat dipaparkan 3 (tiga) tahapan covid-19, yaitu :

  1. Covid-19 hanya di hidung - waktu pemulihan adalah setengah hari. (Menghirup uap Minyak kayu putih, minum vitamin C. Biasanya tidak ada demam, Asimtomatik.
  2. Tertular di tenggorokan - radang tenggorokan, waktu pemulihan 1 hari (kumur air panas, air hangat untuk diminum)
  3. Jika suhu tinggi maka minum parasetamol. Vitamin C, B-complex.
  4. Jika parah baru minum antibiotik (sesuai resep dokter)
  5. Timbul di paru-paru- batuk dan sesak napas 4 sampai 5 hari. (Vitamin C, B kompleks, kumur air panas, oksimeter, parasetamol, tabung oksigen bila berat, banyak cairan diperlukan, latihan pernapasan dalam).

Masyakat juga perlu tahu bahwa pH virus Corona  bervariasi dari 5,5 hingga 8,5. Sehingga, yang perlu kita lakukan untuk membasmi virus adalah mengkonsumsi lebih banyak makanan yang bersifat basa di atas tingkat keasaman virus, seperti berikut ini :

  1. Buah Pisang
  2. Lemon hijau - 9,9 Ph
  3. Lemon Kuning - pH 8,2
  4. Alpukat - 15,6 pH
  5. Bawang putih - 13,2 pH
  6. Mangga - 8,7 pH
  7. Tangerine - 8,5 pH
  8. Nanas - 12,7 pH
  9. Selada air - 22,7 pH
  10. Jeruk - 9,2 pH

Penyuluhan Keliling Covid-19 di Kelurahan Oebobo

Rabu, 03 Februari 2021 04:11
Dipublikasi pada : Warta

BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), merupakan kegiatan pemberian Imunisasi rutin lanjutan bagi anak usia sekolah Kelas 1, 2, dan 5 SD/MI sederajat.

 

BIAS dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Agustus dan November. Pada Bulan Agustus dilakukan Imunisasi Campak Rubella, dan pada Bulan November dilakukan Imunisasi Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus (Td). UPTD Puskesmas Oebobo melakukan BIAS di Sekolah di Kelurahan Oebobo, Kelurahan Fatululi dan Kelurahan Oetete,

 

Kegiatan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Petugas maupun peserta didik yang hadir mematuhi protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

 

Pelaksanaan BIAS terintegrasi dengan kegiatan Penjaringan peserta didik. Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) UPTD Puskesmas Oebobo. Pelayanan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.

 

Penjaringan kesehatan dilakukan pada peserta didik kelas 1 SD, dan pemeriksaan berkala bagi peserta didik kelas 2 dan 5 SD  yang meliputi pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan mata, telinga, rambut, kuku, pemeriksaan gigi dan keadaan umum, penyuluhan kesehatan, berupa Penyuluhan tentang Covid-19 dan PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan  rujukan apabila diperlukan.

 

video editor: FD

 

 

 

 

 

 

UPTD Puskesmas Oebobo menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan di Kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Kegiatan Bakti Sosial diselenggarakan pada hari Rabu, 30 September di RT 14 dan 16, Kelurahan Oebobo. Kamis, 1 Oktober di RT 25 dan 27, Kelurahan Oetete dan Jumat, 2 Oktober di RT 14, Kelurahan Fatululi.

Kegiatan yang dilakukan berupa pemeriksaan dan konsultasi kesehatan umum, serta pemberian obat gratis. Pelayanan ini dilakukan untuk menjangkau masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang tidak memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

 

dr. Maria K. Mari sedang melakukan pemeriksaan kesehatan umum pada masyarakat

 

Petugas maupun masyarakat yang hadir mematuhi protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

Perawat Lydia Manek, S.Kep, Ns. sedang mengukur suhu tubuh pengunjung sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan

 

New normal atau adaptasi kebiasaan baru adalah langkah percepatan penanganan covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi.

Masyarakat hidup “berdampingan” dengan covid-19 sambil menjalani aktifitas seperti biasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Kegiatan-kegiatan pelayanan yang melibatkan masyarakat sebagai sasaran kembali dilakukan setelah sempat dihentikan pelaksanaannya selama beberapa bulan ini karena pandemik covid-19.

Salah satu kegiatan itu adalah pelayanan posyandu balita. Puskesmas Oebobo bersama kader posyandu kembali melakukan pelayanan dengan memperhatikan protokol pencegahan covid-19 seperti cuci tangan dengan sabun dan air mengalir/hand sanitizer, memakai masker, menerapkan physical distancing/jaga jarak, mengukur suhu tubuh pengunjung, mencegah kerumunan, melakukan skrining jika didapati ada gejala flu, demam, batuk pilek, diare/muntah dirujuk ke puskesmas. Sarung timbang dibawa oleh orang tua masing-masing bayi/balita.

 

 Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memasuki posyandu merupakan protokol yang harus dilaksanakan, baik oleh petugas maupun masyarakat

 

Pelaksanaan prokol kesehatan di posyandu antara lain memakai masker, menerapkan physical distancing/jaga jarak,

mengukur suhu tubuh pengunjung,melakukan skrining jika didapati ada gejala flu, demam, batuk pilek, diare/muntah

 

Kegiatan yang dilakukan antara lain penimbangan berat badan, pengukuran panjang badan/tinggi badan, pembagian vitamin A dan obat cacing, imunisasi, pemeriksaan ibu hamil dan pelayanan KB.

Pemberian Vitamin A dan Imunisasi

 

Selain itu para orang tua balita pun diberikan penyuluhan terkait pelaksanaan posyandu balita new normal dan protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan tingkat kesadaran masyarakat meningkat untuk tetap melaksanakan kebiasaan baru sesuai protocol kesehatan pencegahan covid-19.

Oleh : Penanggung Jawab Promkes UPTD Puskesmas Oebobo Afiani Kinle'e, SKM

Imunisasi merupakan proses untuk membuat seseorang menjadi imun atau kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut.

 

Imunisasi BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), merupakan kegiatan pemberian Imunisasi rutin lanjutan bagi anak usia sekolah Kelas 1, 2, dan 5 SD/MI sederajat.

 

BIAS dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Agustus dan November. Pada Bulan Agustus dilakukan Imunisasi Campak Rubella, dan pada Bulan November akan dilakukan Imunisasi Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus (Td).

 

Bidan Ika Yati Ningsih, Amd. Keb dan Bidan Imelda Papaseda, Amd. Keb sedang memberikan Imunisasi pada peserta didik di SDI Oetete 3

 

UPTD Puskesmas Oebobo melakukan BIAS di Sekolah di Kelurahan Oebobo, Kelurahan Fatululi dan Kelurahan Oetete, yaitu di Kelurahan Oebobo di SD Pelita Hidup dan SD Kasih Yobel, Fatululi di SD Dian Harapan, SDN Oebobo 1, SD GMIT Oebobo, SDI Bertingkat Oebobo, SDN Oebobo 2, dan SDI Oebobo 1, dan Oetete di SDN Oetete 1, SDN Oetete 2 dan SDI Oetete 3. Pelaksanaan BIAS terintegrasi dengan kegiatan Penjaringan peserta didik dan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

Program imunisasi BIAS ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak usia SD terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. Para guru dan orang tua perlu memberikan dukungan jika anaknya mendapat imunisasi di sekolah oleh petugas kesehatan dari Puskesmas.

 

Dukungan orang tua sangat penting ketika anaknya mendapatkan Imunisasi,

pada gambar tampak Bidan Maria Lada, Amd,Keb dan Bidan Maria A. ndolu Eoh, SST memberikan Imunisasi pada peserta didik

di SD GMIT Oebobo dan SDI Oetete 2

 

Petugas sedang memberikan Imunisasi pada peserta didik di SD Dian Harapan

 

Terdapat 3 imunisasi wajib berulang yang akan diberikan pada saat BIAS, yaitu : Imunisasi campak rubella, pentingnya pemberian imunisasi measles rubella (MR) untuk menghindarkan anak dari risiko cacat hingga kematian. Imunisasi difteri tetanus (DT) biasanya pemberian imunisasi difteri tetanus (DT) juga diberikan secara berulang pada anak sekolah kelas 1 SD. Selanjutnya, imunisasi DT juga dapat diberikan lagi saat anak berusia 12 tahun. Imunisasi ini sangat penting diberikan karena difteri merupakan penyakit infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan. 

Imunisasi tetanus (Td) Vaksin TD (tetanus dan difteri) merupakan vaksin lanjutan dan diberikan sebagai dosis keenam dan ketujuh pada anak yang sebelumnya rutin menerima vaksin DPT atau DPT/Hib. Pemberiannya dilakukan ketika anak berusia 10–12 tahun dan 18 tahun.

Halaman 1 dari 4