Puskesmas Oebobo Kupang

Reni Tangmau

Reni Tangmau

Reni Tangmau

Staf Administrasi pada UPTD Puskesmas Oebobo

Website URL: http://puskesmasoebobo@yahoo.com Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Hari Penglihatan Sedunia diperingati setiap Kamis pekan kedua bulan Oktober dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Pada tahun ini, Hari Penglihatan Sedunia jatuh pada Kamis, 13 Oktober 2022, mengusung tema ‘Love Your Eyes’.

Hari Penglihatan Sedunia diperingati setiap tahun untuk menggaungkan pentingnya kesehatan dan perawatan mata sebagai indra penglihatan manusia, sehingga dapat terhindar dari kebutaan dan gangguan penglihatan lainnya.      

Mata adalah salah satu organ tubuh manusia yang sama pentingnya dengan organ tubuh lainnya. Melalui rangkaian proses yang terjadi di dalam mata, kita mendapatkan banyak informasi tentang objek yang ada di sekitar. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mata, terlebih di era daring seperti saat ini, dimana kegiatan kita lebih banyak dilakukan di depan layar komputer termasuk desktop, laptop, tablet, smartphone dan alat elektronik lainnya. Ketika mata kita menatap layar gadget secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, maka dapat terjadi masalah pada penglihatan yang disebut Computer Vision Syndrome (CVS).

CVS ditandai dengan gejala seperti mata lelah, nyeri kepala, mata kering, penglihatan buram dan nyeri pada leher dan pundak. CVS dapat disebabkan oleh kondisi pencahayaan tempat kerja yang tidak tepat, pencahayaan kontras pada layar digital, jarak pandang yang tidak sesuai; postur duduk yang salah, dan gangguan penglihatan, khususnya kelainan refraksi yang tidak terkoreksi dengan baik.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah CVS yaitu :

  1. mengatur kecerahan layar monitor (tidak terlalu cerah atau terlalu gelap);
  2. mengartur jarak pandang antara mata dan layar (kurang lebih 50 – 100 cm);
  3. mengatur kemiringan layar komputer dengan mata maksimal 20 derajat;
  4. mengatur posisi duduk yang tegak  sehingga mata tidak terlalu dekat atau terlalu sering memfokuskan pandangan ke layar sehingga tidak cepat lelah;
  5. mengusahakan sering berkedip agar mata terhindar dari iritasi dan kering.
  6. menggunakan metode 20-20-20 untuk mencegah kelelahan mata, yaitu mengistirahatkan mata setiap 20 menit sekali, melihat objek yang berjarak 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.
  7. Rajin olahraga, dapat menurunkan risiko penyakit-penyakit yang berpotensi mengganggu penglihatan, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol.
  8. Rutin memeriksa mata (minimal dua tahun sekali), untuk mendeteksi adanya masalah atau penyakit mata, pada orang yang usianya > 40 tahun sebaiknya periksa mata minimal satu tahun sekali, karena pada usia tersebut kemampuan mata telah menurun dan rentan terserang penyakit mata.
  9. Mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin A, C, E, lutein, selenium, dan asam lemak omega-3, misalnya dengan mengkonsumsi mengonsumsi sayuran hijau, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan, dan jeruk.
  10. Mengonsumsi suplemen kesehatan mata yang mengandung bilberry, lutein, zeaxanthin, B-Caroten, retinol, selenium, dan zinc.

 

Pada hari Senin, 3 Oktober 2022 UPTD Puskesmas Oebobo menerima kunjungan kerja Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Bapak Abdullah Azwar Anas S.Pd, S.S, M.Si.

Dalam kunjungannya Menteri Anas meninjau beragam pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskemas. Didampingi oleh Asisten Deputi Standardisasi Pelayanan Publik dan Pelayanan Inklusif Kementerian PANRB Noviana Andrina, beliau menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Pelayanan penuh inovasi yang diberikan kepada masyarakat menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas meninjau sejumlah pelayanan publik di Kota Kupang, yaitu di UPTD Puskesmas Oebobo dan Polresta Kupang Kota.

Peningkatan penyakit tidak menular telah menjadi ancaman yang serius, khususnya dalam perkembangan kesehatan masyarakat. Salah satu strategi yang dikembangkan pemerintah untuk mengendalikan penyakit tidak menular ini, kemudian dikembangkan model Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis masyarakat melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM.

UPTD Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan Posbindu PTM setiap 3 bulan sekali. Posbindu dilaksanakan di Kelurahan Oebobo pada tanggal 26 Agustus 2022.

Kegiatan Posbindu PTM meliputi pengukuran berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pengecekan gula darah, kolesterol dan asam urat, konsultasi kesehatan serta penyuluhan kesehatan.

 

Ket: Kiri ke Kanan : Perawat Yulianthi Weny Sedang Melakukan Pengukuran Tekanan Darah, Analis Kesehatan Lensi Molina Sedang Melakukan Pemeriksaan Gula Darah

 

Perawat Yuliathi Weny, Amd, Kep Sedang Melakukan Penimbangan dan Pengukuran Tinggi Badan Pasien

 

Sasaran utama adalah semua masyarakat usia 15 tahun ke atas baik itu dengan kondisi sehat, masyarakat beresiko maupun masyarakat dengan kasus PTM.

Pelayanan Posbindu PTM diberikan oleh tenaga kesehatan, yaitu perawat, analis kesehatan serta petugas promosi kesehatan.

Apabila pada kunjungan berikutnya (setelah 3 bulan) kondisi faktor risiko yang dimiliki tidak mengalami perubahan (tetap pada kondisi buruk) atau sesuai dengan kriteria rujukan maka untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik harus dirujuk.

Meski telah mendapatkan pengobatan yang diperlukan, para penyandang faktor risiko PTM yang telah dirujuk tetap dianjurkan untuk melakukan pemantauan faktor risiko PTM secara rutin di posbindu PTM.

UPTD Puskesmas Oebobo melaksankan Kegiatan Posyandu Balita Apel, di Kelurahan fatululi, Posyandu Bougenvile di Kelurahan Oebobo, dan Posyandu Lourdes Kelurahan Oetete pada hari Senin, 8 Agustus 2022

Kegiatan Posyandu Balita meliputi kegiatan :

1. Pendaftaran

2. Penimbangan berat, Pengukuran Tinggi/Panjang badan dan Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA)

3. Pencatatan

4. Penyuluhan

5. Pelayanan Kesehatan berupa imunisasi, pemberian Vitamin A dan Obat cacing.

 Kunjungan dan Dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT,

Dinas Kesehatan Kota Kupang, Staf Kecamatan Oebobo, Para Lurah Serta Para Ketua RT

dalam mensukseskan Bulan Vitamin A dan Operasi Timbang

 

PetugaS Gizi sedang Memberikan Vitamin A kepada Bayi

Bidan Dominggas Nafanu, Amd. Keb dan Nutrisionis Merly S. Rihi Pake, Amd, Gz sedang Melakukan Pengukuran Tinggi Badan pada Balita

 

Nutrisionis Marsya Lesan, Amd. Gz dan Florida Kamengmau, Amd. Gz sedang Melakukan Penimbangan Bayi/Balita

 

Ayo bersama sukseskan Bulan Vitamin A dan Operasi Timbang dengan membawa Bayi/balita usia 0-59 bulan ke Posyandu terdekat sesuai jadwal

 

Suhu dingin melanda Kota Kupang, bahkan Provinsi NTT sejak awal Bulan Juli 2022 ini, padahal Kota Kupang dikenal sebagai kota yang cukup panas. Menurut BMKG suhu dingin di NTT dipicu angin yang berhembus dari Australia sebagai tanda puncaknya Musim Kemarau. 

 

Suhu dingin tentu akan berdampak pada tubuh kita. Apa saja dampak buruk dari suhu dingin bagi tubuh kita?

  1. Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Suhu dingin membuat jantung bekerja lebih keras untuk menjaga tubuh tetap hangat, namun itu menyebabkan pembuluh darah menyempit dan menurunkan pengiriman oksigen ke jantung. Dampak paling buruknya adalah serangan jantung atau stroke.

  1. Rambut dan Kuku Melemah

Suhu yang tiba-tiba menjadi rendah bahkan cenderung dingin dapat membuat rambut dan kuku menjadi melemah. Pembuluh darah menjadi sempit dan suplai nutrisi dan oksigen berkurang. Tentu saja, ini melemahkan rambut dan kuku, membuatnya kering dan rapuh, dan lebih rentan terhadap luka.

  1. Menyebabkan Sakit Kepala

Dinginnya cuaca akan membuat pembuluh darah kita menyempit, memperlambat aliran darah di dalamnya. Lebih sedikit darah yang masuk ke otak, yang dapat menyebabkan sakit kepala parah. 

Dan jika Anda memiliki riwayat migrain, hampir semua perubahan cuaca bisa menjadi pemicu serangan. Angin kencang, dingin yang ekstrim, sinar matahari, kekeringan akan sangat berdampak pada kesehatan tubuh kita.

  1. Anggota Tubuh Mengalami Pembengkakan

Dampak perubahan cuaca bagi kesehatan tubuh yang pertama adalah dapat menyebabkan pembengkakan. Pada hari yang sangat panas dan lembap, tubuh bisa mengalami masalah pendinginan sendiri.

Biasanya, hal ini akan mengarahkan darah hangat ke permukaan kulit tempat darah mendingin dengan berkeringat. Namun dalam suhu panas, keringat tidak menguap, sehingga cairan terkumpul di anggota tubuh, membuatnya membengkak.

  1. Mengalami Nyeri Sendi

Penurunan tekanan barometrik dapat membuat persendian terasa sakit dan nyeri, terutama bagi penderita artritis. Cairan di dalam persendian menjadi lebih kental pada suhu rendah, sehingga tulang kita terasa lebih kaku. Cuaca dingin juga mengencangkan otot dan tendon karena aliran darah dialihkan dari anggota tubuh ke organ pusat untuk menjaganya tetap hangat.

  1. Alergi

Cuaca memengaruhi alergi musiman, menyebabkan mata berair pada hari-hari yang berangin, hidung tersumbat saat hujan, dan lainnya. Cuaca tertentu memicu proses alami seperti penyerbukan pohon, yang membuat kita alergi. 

Sistem kekebalan menganggap semua jamur dan serbuk sari itu tidak aman dan mengaktifkan mekanisme pertahanan diri seperti gatal, bersin, dan pilek. Tak satu pun dari ini benar-benar berbahaya, tetapi semuanya tidak menyenangkan.

  1. Kekurangan Vitamin D

Dampak perubahan cuaca selanjutnya ialah kekurangan vitamin D. Salah satu sumber utama vitamin D bagi kita adalah  sinar matahari. Musim dingin membawa hari-hari yang lebih pendek dan orang-orang cenderung lebih sering tinggal di dalam ruangan - mau tidak mau, tidak mendapatkan cukup sinar matahari.  Akibatnya, kadar vitamin D kita turun. Gejala buruk dari jenis kekurangan ini termasuk kelemahan otot, tekanan darah tinggi, patah tulang karena stres, dan kepekaan nyeri yang lebih besar.

  1. Kulit Kering

Dampak perubahan cuaca bagi kesehatan tubuh berikutnya adalah dapat membuat kulit kering. Saat cuaca mendingin, kelembapan udara berkurang, yang bisa terlihat melalui kulit. 

Kulit menjadi kering, pecah-pecah, dan gatal, terkadang memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti eksim dan dermatitis. Angin kencang juga dapat merusak pelindung lipid pelindung kulit, menyebabkan pendarahan.

 

UPTD Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan Posyandu Lansia pada hari Rabu, 20 Juli 2022 bertempat di Gereja Petra- Kelurahan Fatululi.

Posyandu lansia adalah wadah pelayanan untuk warga lanjut usia. Secara khusus, tujuan Posyandu lansia sebagaimana dilansir dari laman Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk layanan kesehatan yang dapat mengakomodir kebutunan lansia;
  2. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran masyarakat maupun pihak lainnya;
  3. Meningkatkan komunikasi antar masyarakat usia lanjut

Kegiatan yang dilakukan yaitu pengukuran berat badan, lingkar perut dan tekanan darah serta konsultasi kesehatan.

 

Posyandu Lansia Kelurahan Fatululi

Kamis, 21 Juli 2022 02:55

UPTD Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) Terintegrasi pada hari Rabu, 20 juli 2022 di SMA Negeri 1 Kupang.

 

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan, menumbuhkan, mengembangkan serta meningkatkan kemampuan hidup sehat, dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta derajat kesehatan peserta didik melalui pelaksanaan Trias UKS yakni:

  1. Pendidikan Kesehatan: melalui kegiatan peningkatan pengetahuan secara intrakurikuler, kokurikuluer dan ekstrakurikuler dan pembiasaan PHBS
  2. Pelayanan Kesehatan: melalui pencegahan penyakit seperti dengan imunisasi dan minum obat cacing
  3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat: dengan melengkapi sarana prasarana PHBS, antara lain air bersih, toilet, tempat cuci tangan, tempat sampah, saluran drainase

 

Kegiatan ini meliputi Penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi, Pengukuran berat badan, Tinggi Badan, Lingkar Perut dan Lingkar Lengan Atas, Pengukuran Tekanan Darah, Pemeriksaan buta warna, Pemeriksaan kebersihan Kuku, Mulut dan Telinga dan Screening Kesehatan Jiwa .

 

Nutrisionis Merly S. Rihi pake, Amd, Gz sedang Melakukan Pengukuran Tinggi Badan, Berat Badan dan Lingkar Perut pada Siswa/Siswi

 

Penyuluh Afiani Kinle'e, S.KM sedang Memberikan Penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi pada Siswa/Siswi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prolanis Lontar merupakan Prolanis yang dilaksanakan di UPTD Puskesmas Oebobo. Kegiatan Prolanis dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Juli 2022. Anggota Prolanis yang hadir sebelumnya sudah mendapat undangan dari koordinator Prolanis UPTD Puskesmas Oebobo. Kegiatan Prolanis meliputi Senam Jantung Sehat, pemeriksaan kesehatan, serta penyuluhan tentang Malaria. Kegiatan Prolanis dilaksanakan oleh petugas kesehatan di UPTD Puskesmas Oebobo yaitu dokter umum dan perawat.

 

Kegiatan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) merupakan kerjasama BPJS Kesehatan dengan UPTD Puskesmas Oebobo. Kegiatan bertujuan untuk pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Prolanis Lontar UPTD Puskesmas Oebobo

Sabtu, 16 Juli 2022 01:39

Musim hujan tahun ini masih berlanjut hingga sekarang Bulan Februari. Kita perlu mewaspadai berbagai gangguan kesehatan yang mungkin timbul, salah satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karena itu UPTD Puskesmas Oebobo gencar memberikan Penyuluhan Keliling tentang DBD, serta membagikan abate bagi masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Oebobo, yakni masyarakat di kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

Penyuluhan dilakukan oleh petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Oebobo yaitu Fransisko Darjan, SKM, didampingi oleh petugas Epidemiologi Rosa Djara Pa, SKM, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker dan menjaga jarak serta menggunakan hand sanitizer.

Demam Berdarah Dengue (DBD) biasanya terjadi pada musim hujan, namun sebenarnya dapat terjadi kapan saja apabila terdapat genangan air. Apa lagi di musim hujan, terdapat genangan air dimana-mana. Genangan air merupakan tempat perkembangbiakan dan pertumbuhan larva nyamuk Aedes aegypti yang merupakan pembawa virus dengue penyebab DBD.

Meskipun begitu, DBD dapat kita cegah. Untuk itu kita perlu melakukan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus. 3M Plus yaitu

  1. Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air;
  2. Menutup rapat tempat penampungan air;
  3. Mendaur/ menggunakan kembali barang yang sudah tak terpakai;

Plus cara lainnya misalnya menaburkan bubuk larvasida/abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 4 Februari. Hari Kanker Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2000 lalu, melalui acara World Summit Against Cancer yang diadakan di Paris. Tepat pada tanggal 4 Februari tahun 2000, peringatan pertama Hari Kanker dilakukan.

Hari bersejarah ini diperingati untuk mendorong upaya pencegahan, deteksi dini, perawatan, serta pengobatan yang dilakukan terhadap semua jenis kanker yang sudah dikenali. Peringatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat luas serta kepeduliannya, agar masyarakat makin waspada terhadap resiko penyakit ini.

Pada tahun ini, Hari Kanker Sedunia diperingati pada hari Jumat, 4 Februari 2022. Tahun ini tema yang diusung adalah "Close the Care Gap", yang artinya upaya untuk menutup semua kesenjangan perawatan yang mungkin masih terjadi.

Diharapkan dengan diangkatnya tema Close the Care Gap ini, di masa yang akan datang kesenjangan perawatan yang diterima juga bisa terus ditekan. Tujuannya agar semua orang yang menderita kanker bisa mendapatkan perawatan sama, sehingga memperbesar kesempatan untuk sembuh dan menekan korban jiwa yang mungkin terjadi.

 

Disadur dari : www.suara.com

Halaman 1 dari 11