Puskesmas Oebobo Kupang

Reni Tangmau

Reni Tangmau

Reni Tangmau

Staf Administrasi pada UPTD Puskesmas Oebobo

Website URL: http://puskesmasoebobo@yahoo.com Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) UPTD Puskesmas Oebobo. Pelayanan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.

UPTD Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan penjaringan kesehatan di SMPN 2 Kupang, pada hari kamis, 16 September 2021. Kegiatan Penjaringan kesehatan siswa baru bagi kelas 7 dan kegiatan pemeriksaan berkala dengan sasaran kelas 8. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan mata, telinga, rambut, kuku, pemeriksaan gigi dan keadaan umum, penyuluhan kesehatan, berupa Penyuluhan Kesehatan Jiwa dan Stunting, sosialisasi pencegahan Anemia pada Rematri (remaja Putri), dan konseling, serta rujukan apabila diperlukan.

Perawat Meriyanti, S.Kep, Ns sedang melakukan pengukuran tinggi badan siswa

 

 

 

Kegiatan ini terintegrasi dengan kegiatan Vaksinasi Covid-19 pada Siswa SMP.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan fisik dan penunjang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Oebobo yang terdiri dari  Perawat, Perawat Gigi, Nutrisionis, Penanggung jawab Program Kusta, Penanggung jawab Program Kesehatan Jiwa, Penanggung jawab Program Kesehatan Reproduksi. Kegiatan penjaringan mendapatkan dukungan dari Kepala Sekolah dan guru UKS masing-masing sekolah.

Senin, 13 September 2021 hingga 15 September 2021 berlokasi di Aula SMPN 3 Kupang dilaksanakan rapid test antigen bagi peserta seleksi Kompetensi PPPK Guru Kota Kupang Tahun 2021. UPTD Puskesmas Oebobo menjadi salah satu puskesmas yang dipercayakan untuk melaksanakan rapid test antigen.

 

 

Petugas Laboratorium UPTD Puskesmas Oebobo Salomi M. Molina, Amd. Kes sedang melakukan rapid tes Antigen pada peserta

 

Rapid Tes Antigen ini merupakan salah satu syarat bagi peserta untuk mengikuti seleksi kompetensi. Pemeriksaan Rapid Test Antigen dilaksanakan H-1 sebelum pelaksanaan seleksi kompetensi, dengan memperhatikan  batas waktu berlaku hasil Rapid Test 1 x 24 Jam.

 

Sebelum peserta melaksanakan Rapid Tes Antigen, peserta terlebih dahulu melakukan registrasi dengan menunjukan kartu peserta dan KTP kepada panitia untuk didata dan mendapat nomor antrian. Peserta akan dipanggil berdasarkan antrian untuk diarahkan ke meja pemeriksaan yang sudah disiapkan oleh panitia dari UPTD Puskesmas Oebobo.

 

Rapid Tes Antigen dilaksanakan dengan menerapkan protokol Kesehatan yang ketat. Adapun jumlah peserta yang diperiksa oleh Puskesmas Oebobo adalah 836 orang peserta.

Tidak terasa kita sudah memasuki bulan agustus, bulan ini menandakan saatnya pemberian vitamin A. Walaupun pandemi, sebisa mungkin diusahakan anak-anak Bapak/Ibu mendapatkan vitamin A untuk menjaga kesehatan mereka..
Oleh karena itu Puskesmas Oebobo mengajak Bapak/Ibu untuk mengambil vitamin A di Puskesmas Oebobo, Posyandu terdekat dan Pustu Fatululi..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pandemi Covid-19 masih terus menambah kasus baru. Selama pandemi Covid-19, terjadi perubahan gaya hidup pada anak-anak. Salah satunya karena kegiatan pembelajaran dilakukan secara online dari rumah.

Penting bagi orangtua untuk memastikan anak tetap memiliki gaya hidup aktif. Sebab, itu adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan anak, baik fisik maupun mental.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menjaga kesehatan dan kebugaran anak saat pandemi Covid-19 :

  1. Membatasi waktu layar

Cara pertama menjaga kesehatan anak saat pandemi Covid-19 adalah membatasi waktu di depan layar. Menetapkan screen time atau waktu layar penting untuk diperhatikan.

Terlebih, saat ini anak melakukan pembelajaran secara online yang membuat mereka terpapar gadget lebih lama. Jangan jadikan gadget sebagai satu-satunya media hiburan dan sarana untuk anak menghabiskan waktu.

Sesekali, coba ajak anak untuk bermain permainan papan seperti ludo, kartu, dan lainnya. Hindari pula penggunaan gadget pada anak di bawah usia dua tahun karena berisiko menyebabkan penurunan keterampilan sosial dan perkembangan bahasa. Dampak negatif lainnya adalah penurunan keterampilan kognitif dan peningkatan amarah pada anak.

  1. Gaya hidup aktif

Gaya hidup kurang gerak dapat menyebabkan banyak penyakit. Ajari anak tentang pentingnya olahraga dan gaya hidup aktif demi kehidupan masa depan.

Orangtua bisa mengajak anak melakukan olahraga yang menyenangkan, seperti bulu tangkis, bermain sepatu roda, sepak bola, basket, dan lainnya. Selain penting untuk kebugaran, membiasakan aktivitas fisik juga dapat membantu membangun fisik dan meningkatkan kemampuan mental anak.

Secara bersamaan, hal tersebut membantu mengembangkan keterampilan sosial serta koordinasi motorik halus.

  1. Tidur yang cukup

Kualitas tidur yang cukup dapat membuat otak berfungsi lebih baik keesokan harinya. Idealnya, anak-anak tidur setidaknya delapan hingga 10 jam tidur, tergantung usianya. Waktu tidur yang cukup membuat tubuh dan otak anak dapat berfungsi dengan baik.

Orangtua juga perlu menerapkan protokol sleep hygiene agar anak mendapatkan kualitas tidur lebih baik tanpa gangguan. Caranya, pastikan tidak ada suara keras dalam kamar tidur.

Sebaliknya, ganti dengan musik lembut atau lagu pengantar tidur. Membaca cerita pengantar tidur juga bisa membantu. Selain itu, jangan bermain gadget sebelum tidur karena menghambat produksi hormon melatonin yang membantu menciptakan rasa kantuk.

  1. Makan bergizi

Anak-anak harus memiliki pola makan seimbang dan kaya nutrisi untuk perkembangannya. Sebisa mungkin, hindari menyertakan makanan tinggi gula, garam, lemak, pengawet, dan tepung olahan. Tingginya gula dalam makanan dapat menyebabkan hiperaktif dan sulit memusatkan perhatian. Baca juga: 4 Masalah Makan Pada Anak dan Cara Mengatasinya.

  1. Memanfaatkan energi secara tepat

Anak-anak memiliki energi yang sangat besar, jika dibandingkan dengan orang dewasa. Jika dibiarkan tanpa pengawasan, hal itu dapat membawa efek negatif.

Energi anak harus dimanfaatkan untuk kemajuannya. Permainan konstruktif, seperti permainan papan, harus dikenalkan pada anak sejak usia dini untuk merangsang pikirannya. Aktivitas yang menyertakan energi fisik, seperti naik tangga, berenang, berlari, dan lainnya harus diperkenalkan serta dijadikan bagian dari rutinitas sehari-hari.

Demikian cara menjaga kesehatan anak saat pandemi Covid-19. Selain langkah di atas, ajarkan anak untuk menjalankan protokol kesehatan secara disiplin seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

sumber : https://kesehatan.kontan.co.id

Artikel ini tayang di kontan.co.id dengan judul “Inilah 5 cara menjaga kesehatan anak saat pandemi Covid-19 & ancaman corona B.1.1.7”

Semakin bertambahnya angka kejadian covid-19 pada anak dan semakin penuhnya kapasitas di Rumah Sakit untuk perawatan, membuat beberapa kriteria seperti penderita covid-19 tanpa gajala dan bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri saja di rumah.

Kita harus tahu hal apa yang dapat dilakukan di rumah saat menjaga anak yang sedang isolasi mandiri. Dan juga barang apa saja yang harus dipersiapkan untuk memantau kondisi anak.

 

 

Seseorang yang telah di vaksin Covid-19 harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Vaksin dapat memberikan manfaat berupa menumbuhkan antibodi, namun belum diketahui efektivitasnya dalam mencegah transmisi atau penularan terhadap orang lain. Oleh karena itu, seseorang yang telah di vaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak).

Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat Defriman Djafri mengatakan usai vaksinasi COVID-19, seseorang minimal membutuhkan waktu 14 hari untuk mengetahui apakah antibodi atau kekebalan telah terbentuk di dalam tubuh. Sehingga, dalam kurun waktu tersebut peluang terinfeksi virus masih ada apalagi protokol kesehatan tidak dilakukan dengan baik dan benar sesuai anjuran pemerintah.

Salah satu tujuan vaksinasi adalah untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Sementara itu, kekebalan kelompok atau herd immunity ini baru bisa terjadi kalau 70 persen rakyat Indonesia divaksin, sehingga bisa melindungi 30 persen rakyat lainnya yang tidak bisa divaksin atau yang rentan kesehatannya.

Kita tetap wajib menjaga daya tahan tubuh. Setelah vaksin, bukan berarti bisa ke tempat ramai. Kita juga harus tetap makan dan minum yang bergizi , mengkonsumsi vitamin dan tetap menjaga hati bahagia.

Menjalankan protokol kesehatan seharusnya sudah menjadi bagian dari gaya hidup di masa pandemi. Dengan begitu, walau sudah mendapatkan dosis vaksin lengkap tetap harus melaksanakan prokes secara berkelanjutan, tetap berhati-hati dan waspada. Namun tidak perlu diiringi kepanikan.

 

Puskesmas Oebobo melakukan pelayanan Vaksinasi Covid-19 di gereja-gereja wilayah kerja Puskesmas Oebobo.

Pada hari Sabtu, tanggal 5 Juni 2021, dlaksanakan vaksinasi di halaman depan Gereja Jemaat PNIEL Oebobo. Sebelum memberikan vaksinasi, petugas memberikan penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi covid-19 bagi tubuh, cara kerja vaksin serta efek sampingnya. Di samping pelayanan vaksinasi juga dilakukan PCR Test (polymerase chain reaction test) bagi masyarakat Kelurahan Oebobo dan sekitarnya.

Penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi covid-19

 

Pelayanan diberikan oleh Tim Vaksinasi dan Tim Covid-19 Puskesmas Oebobo. Kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Vaksinasi di Gereja Jemaat PNIEL Oebobo diberikan kepada 309 orang masyarakat, dan PCR Test terhadap 52 orang masyarakat.

Vaksinasi menyasar masyarakat umum, khususnya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Telah dilaksanakan di beberapa gereja yaitu GKIN Revival Oebobo, Jemaat Karmel Fatululi, dan Jemaat PNIEL Oebobo, serta akan dilaksanakan di gereja lainnya di kelurahan Oebobo, Oetete dan Fatululi.

 

Puskesmas Oebobo melakukan pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Trans Mart Kupang. Pelayanan Vaksinasi Covid-19, tidak hanya dilakukan di gedung puskesmas, tapi juga dapat dilakukan secara mobile “jemput bola’’.

Sekarang Vaksinasi memasuki tahap ketiga, pada tahapan ini vaksinasi menyasar masyarakat umum. Pelayanan vaksinasi covid-19 di Trans Mart diberikan kepada 120 orang pegawai Trans Mart Kupang.

Sasaran penerima vaksin wajib membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk). Di Meja 1 akan dilakukan pendaftaran dan verifikasi data. Di meja 2 sasaran penerima vaksin akan diskrining oleh petugas untuk memastikan layak atau tidak menerima vaksin Covid-19. Adapun sasaran yang layak diminta lanjut ke meja 3. Di sini dilakukan pemberian vaksin. Di meja 4 akan dilakukan observasi. Petugas mempersilahkan sasaran untuk menunggu 30 menit sebagai antisipasi bila ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Nantinya penerima vaksin diberikan kartu vaksinasi dan penanda edukasi pencegahan Covid-19.

Pelayanan Vaksinasi dilakukan oleh Tim Vaksinasi Covid-19 Puskesmas Oebobo, yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan. Kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Penyebab Asma

Asma dapat disebabkan oleh debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik, infeksi virus atau bahkan terpapar zat kimia. Namun, hingga kini penyebab dari asma belum diketahui secara pasti.

Pengidap asma memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif. Karenanya, saat paru-paru terkena iritasi dari pemicu asma, maka otot saluran pernapasan jadi kaku dan menyempit. Pada pengidap asma, saluran pernapasan akan lebih sensitif, sehingga paru-paru yang terkena iritasi dari pemicu asma dapat menyebabkan otot saluran pernapasan. Produksi dahak meningkat, sehingga membuat kesulitan bernapas.

Pada masa kanak-kanak, gejala asma akan menghilang dengan sendirinya saat masuk usia remaja. Gejala asma yang tergolong menengah atau berat pada masa kanak-kanak dapat muncul kembali di masa mendatang. Perlu diketahui juga bahwa gejala asma bisa muncul di usia berapa pun, dan tidak selalu bermula pada waktu kanak-kanak.

Pengobatan Asma

Dalam pengobatan asma ada dua hal yang perlu dilakukan, yakni meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Oleh karena itu, penting untuk menjalani pengobatan dengan dokter, sehingga dapat diberikan obat untuk mengatasi asma. 

Di samping melakukan pengobatan, pengidap asma juga harus menghindari dari hal-hal yang dapat menjadi pemicu asma kambuh. Biasanya, dokter akan merekomendasikan inhaler sabagai pengobatan saat gejala asma muncul. Namun, penggunaan inhaler juga berpotensi menyebabkan efek samping bagi pengguna. 

Apabila terjadi serangan asma dengan gejala yang semakin parah, meskipun sudah melakukan penanganan dengan inhaler maupun obat, maka perlu tindakan medis di rumah sakit. Pasalnya, asma juga dapat membahayakan nyawa pengidapnya

Pencegahan Asma

Asma merupakan jenis penyakit yang dapat dikendalikan dengan mengatur pola hidup sehat. Selain itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:

  • Mengenali & menghindari pemicu asma
  • Mengikuti anjuran rencana penanganan asma dari dokter.
  • Melakukan langkah pengobatan yang tepat dengan mengenali penyebab serangan asma.
  • Menggunakan obat-obatan asma yang telah dianjurkan oleh dokter secara teratur.
  • Memonitor kondisi saluran napas.

Perlu diperhatikan, penggunaan inhaler dapat meningkatkan reaksi asma. Oleh karena itu, wajib untuk mendiskusikannya dengan dokter, supaya rencana penanganan asma disesuaikan dengan kebutuhan. Vaksinasi flu dan pneumonia pun sangat disarankan untuk dilakukan, supaya asma tidak memburuk.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mendapat pertolongan medis. Penanganan segera bisa membantu menghindari hal yang tidak diinginkan. 

sumber : www.alodokter.com, www.halodoc.com

Mengenal Asma

Rabu, 05 Mei 2021 02:12

Hari Asma Sedunia diperingati tanggal 5 Mei setiap tahunnya. Hari Asma Sedunia diperingati sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah asma. Tanggal 5 Mei 2021 kita berhadapan dengan pandemi covid-19. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), penderita asma sedang hingga berat kemungkinan berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi ketika terinfeksi COVID-19. Apa saja yang perlu dipersiapkan bagi penderita asma untuk menghadapi pandemi covid-19?

1.    Mengurangi aktivitas di luar rumah

Salah satu tips menghadapi COVID-19 bagi penderita asma adalah mengurangi aktivitas di luar rumah. Sama seperti masyarakat pada umumnya, berada di rumah bisa membantu memperlambat penyebaran virus.

Apabila Anda menderita asma dan tidak perlu pergi ke kantor atau bekerja di luar rumah, usahakan untuk ke luar hanya untuk kepentingan di bawah ini:

Selain mengurangi pergi ke luar, menghindari menyentuh wajah saat tangan belum dicuci pun diperlukan. Bahkan, sebaiknya Anda menggunakan tisu untuk menyeka hidung ketika bersin atau batuk.

 

2. Menerapkan penanganan asma dengan cermat

Bagi para penderita asma, pandemi COVID-19 membuat mereka harus meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi, gejala COVID-19 terlihat mirip dengan gejala asma, sehingga membedakannya pun mungkin terasa sulit.

Hal ini dikarenakan ketika penderita asma mengalami infeksi pada saluran pernapasan, gejala asma mereka akan muncul.

Oleh karena itu, tindakan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menerapkan beberapa langkah menangani gejala asma yang sederhana selama pandemi, seperti:

  • tetap menggunakan inhalersetiap waktu yang telah ditentukan
  • membawa inhaler pereda (berwarna biru) setiap hari, terutama saat gejala asma terjadi
  • tetap melanjutkan pengobatan yang sedang berjalan, termasuk inhaler berisi steroid
  • membuat peak flow harianuntuk membedakan gejala asma dan COVID-19
  • menghindari pemicu asma
  • menyediakan stok obat-obatan jika perlu di rumah dalam waktu yang lama
  • berhenti merokok untuk mengurangi risiko tertular COVID-19
  • mencoba mengelola rasa cemas saat pandemiyang bisa memicu serangan asma

Dengan demikian, Anda bisa melewati hari-hari dengan tenang selama pandemi COVID-19 ini berlangsung karena adanya panduan saat serangan asma terjadi.

 

3. Minta bantuan orang lain untuk mendisinfeksi barang

Selain menyiapkan obat-obatan dan rencana saat serangan asma terjadi, penderita asma pun perlu membersihkan barang dengan disinfektan, terutama saat COVID-19 berlangsung.

Bila memungkinkan, usahakan meminta bantuan orang lain yang tidak menderita asma untuk membersihkan barang menggunakan disinfektan. Pasalnya, bahan-bahan pada disinfektan memungkinkan Anda untuk mengalami serangan asma, sehingga lebih baik minta bantuan orang lain.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penderita asma saat membersihkan barang dan ruangan dengan disinfektan.

  • tidak berada di ruangan yang sama
  • meminimalkan penggunaan disinfektan berbahan yang bisa memicu asma
  • membuka setiap jendela dan pintuserta menggunakan kipas agar udara ke luar
  • membersihkan permukaan barang, seperti remote TV, meja, gagang pintu dan meja
  • menyemprotkan atau menuangkan produk semprot ke kain atau handuk kertas

 

Bagaimana jika penderita asma terinfeksi COVID-19?

 

Walaupun berbagai upaya telah dilakukan, tidak menutup kemungkinan penderita asma terkena infeksi COVID-19. Apabila hal ini terjadi pada Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika mengembangkan gejala COVID-19, yaitu:

  • tetap berada di rumah dan lakukan konsultasi via internet
  • menggunakan layanan khusus untuk COVID-19 demi mendapatkan saran
  • memberitahu tenaga kesehatan bahwa Anda menderita asma dan gejalanya memburuk
  • mencari tahu perbedaan batuk biasa dengan batuk saat terinfeksi COVID-19
  • tetap mengikuti rencana tindakan asma yang sudah dibuat
  • minum obat asma yang sudah diresepkan dokter seperti biasa
  • minta bantuan ke petugas medis via telepon jika gejala COVID-19 tidak kunjung mereda

Penggunaan inhaler memang dapat membantu Anda meredakan gejala asma, seperti sesak napas dan batuk. Namun, pemakaian inhaler mungkin tidak dapat membantu meringankan gejala yang disebabkan oleh COVID-19, seperti sesak napas.

disadur dari : hellosehat.com, alodokter.com

Halaman 1 dari 10