Puskesmas Oebobo Kupang

Reni Tangmau

Reni Tangmau

Reni Tangmau

Staf Administrasi pada UPTD Puskesmas Oebobo

Website URL: http://puskesmasoebobo@yahoo.com Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sebenarnya fluktuatif, tetapi saat musim hujan, kejadian penyakit demam berdarah dengue (DBD) umumnya akan meningkat. Pada musim hujan populasi Aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan. Alhasil, ini bisa meningkatkan populasi nyamuk sehingga dapat menyebabkan peningkatan penularan penyakit demam berdarah dengue.

Selain itu, kelangsungan hidup nyamuk Aedes aegypti akan lebih lama bila tingkat kelembapan tinggi selama musim hujan, sehingga masyarakat harus lebih waspada pada saat memasuki musim hujan.

Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue. Kamu tidak bisa tertular demam berdarah karena berada di sekitar orang yang terinfeksi. Sebab demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Dua jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan virus dengue ini umum ditemukan baik di dalam maupun di sekitar tempat tinggal manusia. Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi virus dengue, virus tersebut masuk ke dalam nyamuk. Kemudian, ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit orang lain, virus memasuki aliran darah orang itu dan menyebabkan infeksi.

Cara Mencegah Gigitan Nyamuk

Untuk mencegah infeksi demam berdarah, seseorang sebetulnya bisa mendapatkan vaksin. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia menekankan bahwa vaksin itu sendiri bukanlah alat yang efektif untuk mengurangi demam berdarah di daerah-daerah di mana penyakit itu sering terjadi. Pencegahan gigitan nyamuk dan pengendalian populasi nyamuk masih menjadi metode utama untuk mencegah penyebaran demam berdarah.

Jika kamu tinggal atau bepergian ke daerah yang sering terkena demam berdarah, ada beberapa tips berikut untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk:

1. Gunakan Pendingin Ruangan atau Lindungi Ventilasi Rumah

Rumah yang memiliki pendingin ruangan atau memiliki ventilasi yang dipasangkan jaring penghalang, maka tergigit nyamuk di rumah akan lebih rendah. Selain itu, kamu wajib tahu bahwa nyamuk yang membawa virus dengue paling aktif dari fajar hingga senja, tetapi mereka juga dapat menggigit pada malam hari.

2. Gunakan Pakaian Pelindung

Saat kamu pergi ke daerah yang dipenuhi nyamuk, kenakan baju lengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu.

3. Gunakan Obat Nyamuk

Permetrin dapat diterapkan pada pakaian, sepatu, perlengkapan berkemah, dan kelambu di rumah. Kamu juga dapat membeli pakaian yang dibuat dengan permetrin yang sudah ada di dalamnya. Sementara untuk kulit, gunakan lotion yang mengandung setidaknya 10 persen konsentrasi DEET.

4. Kurangi Habitat Nyamuk

Nyamuk yang membawa virus dengue biasanya hidup di dalam dan di sekitar rumah, berkembang biak di genangan air yang dapat berkumpul di ban mobil bekas. Kamu dapat membantu menurunkan populasi nyamuk dengan cara menghilangkan habitat tempat mereka bertelur. Setidaknya seminggu sekali, wadah kosong dan bersih yang menampung genangan air, seperti wadah tanam, piring hewan, dan vas bunga. Jauhkan wadah air berdiri tertutup antara pembersihan.

Sumber : https://www.halodoc.com

UPTD Puskesmas Oebobo melakukan fogging atau pengasapan dengan insektisida membasmi nyamuk demam berdarah. Hal itu untuk mencegah penyebaran/penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Fogging dilakukan pada hari Selasa, 18 Januari 2022 Pukul 16.00 Wita hingga selesai berlokasi di titik fokus yakni di RT 44/RW 13 Kelurahan Fatululi.

Fogging dilakukan oleh Tim P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Kupang yang dipimpin oleh Bapak Ferry Djelalu, S.KM didampingi oleh Pengelola Program DBD Puskesmas Oebobo Ibu Tabitha A. Timu, S. KM didampingi oleh Ketua RT 44/RW 13.

Petugas sedang melakukan Fogging

Fogging ini bertujuan untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa yang kemungkinan infeksius. Di sisi lain pemberantasan penyakit DBD juga harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat.

Mencegah terjadinya DBD membutuhkan dukungan dan peran aktif dari masyarakat melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus yaitu Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain; Menutup, adalah menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; Mendaur/ menggunakan kembali atau mendaur ulang barang yang sudah tak terpakai Plus cara lain diantaranya menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dikuras dan dibersihkan.

 

UPTD Puskesmas Oebobo bersama dengan Kelurahan Oebobo melaksanakan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) Oebobo. Pertemuan dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Desember 2021, bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Kelurahan Oebobo Kota Kupang.

Pertemuan dihadiri oleh Lurah Oebobo, TP PKK, Tim Kelurahan Siaga,  PL KB, Ketua RT : RT 2, RT 4, RT 14, RT 15, RT 16, RT 17, RT 21, RT 27, RT 29 beserta Kader Kelurahan.

Pertemuan diawali dengan penyampaian hasil Survey Mawas Diri Tahun 2020. Selanjutnya penentuan  prioritas masalah, pemecahan masalah, penyusunan RTL, dan penyimpulan hasil MMD.

Agar Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik maka puskesmas harus menyusun rencana kegiatan yang tertuang dalam rencana tahunan dan rencana lima tahunan. Perencanaan ini harus disusun dengan mempertimbangkan hasil analisa dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui Survey Mawas Diri (SMD).

Survei Mawas Diri adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi yang dimiliki antara lain ketersediaan sumber daya, serta peluang – peluang yang dapat dimobilisasi. Hal ini penting untuk diidentifikasi oleh masyarakat sendiri, agar selanjutnya masyarakat dapat digerakkan untuk berperan serta aktif memperkuat upaya-upaya perbaikannya, sesuai batas kewenangannya.

Dukungan dari lintas sektor sangat positif dalam rangka penyusunan perencanaan yang sesuai dengan hasil analisa kebutuhan masyarakat.

BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) adalah salah satu bentuk kegiatan dari imunisasi lanjut pada anak sekolah. Imunisasi yang diberikan berupa vaksin campak, difteri tetanus (Dt), dan tetanus difteri (Td).

UPTD Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan BIAS pada Bulan November bagi peserta didik yang duduk di Sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Imunisasi yang diberikan adalah Imunisasi difteri tetanus (Dt) dan tetanus difteri (Td).

Imunisasi dilaksanakan di SD Oetete 1, SD Oetete 2, SD Oetete 3, SD Pelita Hidup dan SD Kasih Yobel bagi siswa kelas I dan V.

 

Bidan Maria Lada, Amd. Keb Sedang Memberikan Imunisasi Pada Peserta Didik

 

Meski kedua jenis vaksin ini punya nama yang hampir sama, namun keduanya berbeda. Imunisasi Dt adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit infeksi seperti difteri dan tetanus, Sedangkan imunisasi Td merupakan imunisasi lanjutan dari imunisasi Dt agar anak semakin kebal dengan penyakit infeksi tersebut.

Difteri merupakan penyakit serius pada hidung, tenggorokan, dan kulit. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri ini dapat menyebabkan anak sakit tenggorokan, demam dan kedinginan. Bila terlambat atau tidak segera diobati, difteri bisa mengakibatkan komplikasi berupa masalah pernapasan, gagal jantung, dan kerusakan saraf.

Sementara Tetanus atau lockjaw merupakan penyakit yang bisa terjadi bila kotoran yang mengandung kuman tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit. Kuman tetanus dapat ditemukan di mana-mana, seperti di tanah, debu, dan kotoran ternak. Infeksi kuman ini dapat menyebabkan kram otot-otot di leher, lengan, tungkai, dan perut, serta kejang-kejang yang bisa terjadi cukup parah untuk mematahkan tulang.

Difteri dan tetanus adalah penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Sehingga para orang tua sebaiknya tidak melewatkan pemberian imunisasi difteri dan tetanus pada anak.

BIAS adalah salah satu bentuk kegiatan dari imunisasi lanjut pada anak sekolah, sasarannya adalah seluruh anak usia sekolah dasar atau sederajat kelas 1 dan kelas 2, imunisasi yang diberikan berupa vaksin campak, difteri tetanus (DT), dan tetanus difteri (TD). Manfaat dari BIAS adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Imunisasi Td sering kali disebut sebagai imunisasi tambahan, sebab bekerja untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap ketiga jenis penyakit infeksi di atas – difteri, tetanus, dan batuk rejan. Selain itu, dosis obat imunisasi Td lebih sedikit ketimbang imunisasi Dt.

Setiap orang direkomendasikan untuk mendapat imunisasi anti tetanus dan difteri setiap 10 tahun. Alasannya, kekebalan tubuh Anda terhadap ketiga penyakit ini bisa saja menurun seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, imunisasi Td lebih dianjurkan untuk orang dewasa.

Kapan anak harus diberikan imunisasi Dt dan imunisasi Td?

Anak setidaknya mendapatkan lima kali imunisasi Dt dengan jadwal berikut :

  • Satu dosis pada usia 2 bulan
  • Satu dosis pada usia 4 bulan
  • Satu dosis pada usia 6 bulan
  • Satu dosis pada usia 15-18 bulan
  • Satu dosis pada usia 4-6 tahun

Sementara imunisasi Td diberikan setelahnya, ketika anak sudah melebihi usia 7 tahun. Biasanya, imunisasi ini diberikan pada anak yang berusia 11 tahun. Kemudian diberikan lagi ketika dewasa yaitu pada usia 19-64 tahun.

Di Indonesia sendiri, pemberian kedua imunisasi ini dilakukan di sekolah-sekolah, yaitu dengan jadwal seperti berikut:

  • Kelas 1 SD, diberikan imunisasi campak dengan waktu pelaksaan setiap bulan Agustus dan imunisas diphteria tetanus (DT) setiap bulan November.
  • Kelas 2-3 SD, diberikan imunisasi tetanus diphteria (Td) di bulan November.

Yang harus diperhatikan sebelum imunisasi Dt

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan bahwa anak yang sedang sakit ketika jadwal imunisasi tiba untuk menunggu dulu hingga dirinya sembuh. Namun bila anak hanya mengalami pilek, flu, atau demam biasa, tidak masalah untuk diberikan imunisasi saat itu juga.

Selain itu, mungkin ada anak yang akan mengalami alergi terhadap imunisasi ini, maka sebaiknya diskusikan hal tersebut dengan dokter anak Anda. Bila memang anak baik-baik saja, maka imunisasi tetap harus dilakukan karena vaksin tak hanya melindungi anak Anda saja dari ancaman infeksi, namun juga orang-orang di sekitar Anda.

sumber : www.hellosehat.com

BIAS DT dan Td bagi Anak

Selasa, 23 November 2021 00:15

UPTD Puskesmas Oebobo sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di wilayak kerja puskesmas. Agar dapat melaksanakan upaya kesehatan dengan baik dan berkesinambungan, maka puskesmas harus melaksanakan Manajemen Puskesmas dengan baik. UPTD Puskesmas Oebobo sebagai puskesmas yang sudah terakreditasi dan telah melaksanakan program Keluarga Sehat dipercayakan sebagai wahana pembelajaran Manajemen Puskesmas dengan Pendekatan Keluarga, bersama dengan UPTD Puskesmas Manutapen dan Pasir Panjang.

 

Pada hari Jumat, 29 Oktober 2021, UPTD Puskesmas Oebobo menerima kunjungan dari peserta Praktik Lapangan Pelatihan Manajemen Puskesmas dengan Pendekatan Keluarga. Peserta terdiri dari 12 orang, didampingi oleh 2 orang pendamping dan 1 orang Fasilitator dari Bapelkes Provinsi NTT. Peserta berasal dari beberapa Kabupaten di Provinsi NTT yaitu Lembata, Alor, Sabu, Belu, Rote dan Ngada.

 

Peserta/kelas dibagi menjadi tiga kelompok dengan tugas masing-masing kelompok menggali P1, P2 dan P3 di puskesmas lokus. Hal-hal yang digali berupa pelaksanaan program Indonesia Sehat dengan pendekatan Keluarga di Puskesmas, mulai dari perencanaan, penggerakan pelaksanaan, dan pengawasan pengendaliannya, serta kendala yang dihadapi dan tindak lanjut yang akan ataupun telah dilaksanakan oleh Puskesmas.

 

Praktik lapangan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata tentang penerapan manajemen puskesmas dengan pendekatan keluarga dan sejauh mana pelaksanaan penggunaan data PIS-PK dalam siklus manajemen Puskesmas.

 

 

 

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat.

Program ini memiliki beberapa fokus seperti membangun akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, instalasi kesehatan masyarakat serta pembangunan pemukiman yang layak huni. Ketiganya merupakan infrastruktur dasar yang menjadi pondasi dari gerakan masyarakat hidup sehat.

Germas dicanangkan sejak tahun 2015 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

 7 LANGKAH GERMAS :

  1. Melakukan Aktivitas Fisik
  2. Makan Buah dan Sayur
  3. Tidak Merokok
  4. Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol
  5. Melakukan Cek Kesehatan Berkala
  6. Menjaga Kebersihan Lingkungan
  7. Menggunakan Jamban

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Senin, 11 Oktober 2021 04:00

Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) UPTD Puskesmas Oebobo. Pelayanan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.

UPTD Puskesmas Oebobo melaksanakan kegiatan penjaringan kesehatan di SMPN 2 Kupang, pada hari kamis, 16 September 2021. Kegiatan Penjaringan kesehatan siswa baru bagi kelas 7 dan kegiatan pemeriksaan berkala dengan sasaran kelas 8. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan mata, telinga, rambut, kuku, pemeriksaan gigi dan keadaan umum, penyuluhan kesehatan, berupa Penyuluhan Kesehatan Jiwa dan Stunting, sosialisasi pencegahan Anemia pada Rematri (remaja Putri), dan konseling, serta rujukan apabila diperlukan.

Perawat Meriyanti, S.Kep, Ns sedang melakukan pengukuran tinggi badan siswa

 

 

 

Kegiatan ini terintegrasi dengan kegiatan Vaksinasi Covid-19 pada Siswa SMP.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan fisik dan penunjang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Oebobo yang terdiri dari  Perawat, Perawat Gigi, Nutrisionis, Penanggung jawab Program Kusta, Penanggung jawab Program Kesehatan Jiwa, Penanggung jawab Program Kesehatan Reproduksi. Kegiatan penjaringan mendapatkan dukungan dari Kepala Sekolah dan guru UKS masing-masing sekolah.

Senin, 13 September 2021 hingga 15 September 2021 berlokasi di Aula SMPN 3 Kupang dilaksanakan rapid test antigen bagi peserta seleksi Kompetensi PPPK Guru Kota Kupang Tahun 2021. UPTD Puskesmas Oebobo menjadi salah satu puskesmas yang dipercayakan untuk melaksanakan rapid test antigen.

 

 

Petugas Laboratorium UPTD Puskesmas Oebobo Salomi M. Molina, Amd. Kes sedang melakukan rapid tes Antigen pada peserta

 

Rapid Tes Antigen ini merupakan salah satu syarat bagi peserta untuk mengikuti seleksi kompetensi. Pemeriksaan Rapid Test Antigen dilaksanakan H-1 sebelum pelaksanaan seleksi kompetensi, dengan memperhatikan  batas waktu berlaku hasil Rapid Test 1 x 24 Jam.

 

Sebelum peserta melaksanakan Rapid Tes Antigen, peserta terlebih dahulu melakukan registrasi dengan menunjukan kartu peserta dan KTP kepada panitia untuk didata dan mendapat nomor antrian. Peserta akan dipanggil berdasarkan antrian untuk diarahkan ke meja pemeriksaan yang sudah disiapkan oleh panitia dari UPTD Puskesmas Oebobo.

 

Rapid Tes Antigen dilaksanakan dengan menerapkan protokol Kesehatan yang ketat. Adapun jumlah peserta yang diperiksa oleh Puskesmas Oebobo adalah 836 orang peserta.

Tidak terasa kita sudah memasuki bulan agustus, bulan ini menandakan saatnya pemberian vitamin A. Walaupun pandemi, sebisa mungkin diusahakan anak-anak Bapak/Ibu mendapatkan vitamin A untuk menjaga kesehatan mereka..
Oleh karena itu Puskesmas Oebobo mengajak Bapak/Ibu untuk mengambil vitamin A di Puskesmas Oebobo, Posyandu terdekat dan Pustu Fatululi..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Halaman 1 dari 10