Puskesmas Oebobo Kupang

Reni Tangmau

Reni Tangmau

Reni Tangmau

Staf Administrasi pada UPTD Puskesmas Oebobo

Website URL: http://puskesmasoebobo@yahoo.com Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Musim hujan tiba, banyak hal yang harus kita waspadai terkait kesehatan kita, salah satunya adalah penyakit demam berdarah. Sudah bukan hal baru lagi DBD bermunculan di musim hujan seperti sekarang ini. Agar tidak terlambat memberikan pertolongan, mari kenali gejala demam berdarah.

WASPADAI DBD DI MUSIM HUJAN

Senin, 15 Februari 2021 01:08

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Mari ketahui apa saja manfaat vaksin COVID-19 dan siapa yang perlu lebih dulu mendapatkannya.

Vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, juga menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

 

Manfaat Vaksin COVID-19

Vaksinasi atau imunisasi merupakan prosedur pemberian suatu antigen penyakit, biasanya berupa virus atau bakteri yang dilemahkan atau sudah mati, bisa juga hanya bagian dari virus atau bakteri. Tujuannya adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut.

Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi.

Vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia berisi virus Corona (SARS-CoV-2) yang sudah dimatikan. Dengan mendapatkan vaksin COVID-19, Anda bisa memiliki kekebalan terhadap virus Corona tanpa harus terinfeksi terlebih dahulu.

 

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda mendapat vaksin COVID-19, di antaranya:

  1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19

Seperti yang disebutkan sebelumnya, vaksin COVID-19 dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan virus Corona. Dengan begitu, risiko Anda untuk terinfeksi virus ini akan jauh lebih kecil.

Kalaupun seseorang yang sudah divaksin tertular COVID-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi. Dengan begitu, jumlah orang yang sakit atau meninggal karena COVID-19 akan menurun.

  1. Mendorong terbentuknya herd immunity

Seseorang yang mendapatkan vaksin COVID-19 juga dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko, seperti lansia. Hal ini karena kemungkinan orang yang sudah divaksin untuk menularkan virus Corona sangatlah kecil.

Bila diberikan secara massal, vaksin COVID-19 juga mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd Imunity) dalam masyarakat. Artinya, orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin, misalnya bayi baru lahir, lansia, atau penderita kelainan sistem imun tertentu, bisa mendapatkan perlindungan dari orang-orang di sekitarnya.

Kendati demikian, untuk mencapai herd immunity dalam suatu masyarakat, penelitian menyebutkan bahwa minimal 70% penduduk dalam negara tersebut harus sudah divaksin.

  1. Meminimalkan dampak ekonomi dan sosial

Manfaat vaksin COVID-19 tidak hanya untuk sektor kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan penyakit COVID-19, kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali seperti sediakala.

 

Kelompok Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Saat ini, jumlah vaksin yang tersedia di Indonesia masih belum cukup untuk diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sekaligus. Maka dari itu, ada beberapa kelompok yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin COVID-19 terlebih dahulu.

Berikut ini adalah beberapa kelompok yang termasuk prioritas vaksin COVID-19:

  • Tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi dan menularkan COVID-19
  • Orang dengan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi tertular dan menularkan COVID-19 karena tidak dapat melakukan jaga jarak secara efektif, seperti anggota TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya
  • Orang yang memiliki penyakit penyerta dengan risiko kematian tinggi bila terkena COVID-19

Setelah semua kelompok prioritas di atas mendapat vaksin COVID-19, vaksinasi akan dilanjutkan ke kelompok penerima vaksin COVID-19 lainnya, mulai dari penduduk di daerah yang banyak kasus COVID-19 sampai ke seluruh pelosok Indonesia.

Dari fakta-fakta di atas, bisa kita lihat bahwa vaksin COVID-19 membawa banyak manfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi banyak orang. Oleh sebab itu, meskipun banyak beredar isu-isu seputar vaksin yang belum jelas kebenarannya, Anda tidak perlu ragu atau takut untuk menjalani vaksinasi COVID-19.

Selagi menunggu vaksin COVID-19 diedarkan, Anda harus tetap menjalani protokol kesehatan dan sebisa mungkin menghindari bepergian ke luar rumah atau berkumpul dengan orang banyak.

 

https: www.alodokter.com

 

Mengenal Vaksin Covid-19

Rabu, 10 Februari 2021 00:42

Donor plasma konvalesen belakangan sering kita dengar untuk menangani pasien covid-19 . Sebenarnya apa itu plasma konvalesen itu ?

Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien yang terdiagnosa covid-19 dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi covid-19 yang ditandai dengan pemeriksaan Swab menggunakan RT-PCR sebanyak 1 kali dengan hasil negatif.

Pengambilan dan pemberian plasma konvalesen ini tidak bisa sembarangan. Sebab, pengambilan sampel plasma darah dari pasien sembuh (penyintas) Covid-19 sebagai donor, dan pasien penerima terapi plasma konvalesen itu juga akan dipilah sesuai dengan kategori dan persyaratan yang telah ditentukan.        Syarat donor plasma konvalesen Covid-19 Donor penyintas Covid-19 ini adalah mereka yang sudah pernah terinfeksi virus corona SARS-CoV-2, dan sembuh dari infeksi tersebut lebih dari 14 hari.

Donor penyintas ini nantinya akan diambil plasma darah di dalam tubuhnya dan teliti, hingga hasilnya akan diberikan kepada pasien Covid-19 yang sedang terinfeksi dengan gejala berat.

Berikut syarat untuk donor plasma darah untuk plasma konvalesen Covid-19.

  1. Berusia antara 18-60 tahun;
  2. Diutamakan laki-laki Jika perempuan, yang belum pernah hamil, karena perempuan jika telah menikah dan melahirkan perlu diperiksa anti Human Leucocyt Antigen (HLA), Human Neutrofil Antigen (HNA), dan Human Platelet Antigen (HPA).
  3. Sudah pernah terinfeksi Covid-19 (PCR positif) dan sudah dinyatakan sembuh/sehat dan dibuktikan dengan hasil laboratorium Bebas dari infeksi virus corona, atau telah sembuh minimal selama 14 hari
  4. Bebas dari virus, parasit atau patogen lain berpotensi bisa ditransmisikan melalui darah
  5. Memiliki titer antibodi yang cukup tinggi berdasarkan hasil uji netralisasi

Tidak semua pasien Covid-19 bisa menerima donor plasma. Sebab, harus disesuaikan dengan golongan darah donor dan penerima. Dan juga, terapi plasma konvalesen ini tidak diberikan begitu saja pada semua pasien Covid-19, melainkan hanya pada pasien dengan kondisi kritis.

Disadur dari : www.kompas.com, www.detik.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenal Donor Plasma Konvalesen

Rabu, 03 Februari 2021 06:08

Sebagai upaya antisipasi penyebaran dan penularan Covid-19, UPTD Puskesmas Oebobo melakukan Penyuluhan Keliling di kelurahan Oebob, pada Selasa, 2 Februari 2021. Penyuluhan keliling tentang covid-19 dilakukan dengan ambulans yang diberi pengeras suara untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan masa, serta melihat cuaca yang kurang mendukung.

 Melalui penyuluhan ini, masyarakat diberikan informasi tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara benar. Merujuk pada fakta bahwa covid-19 yang semakin merajalela di Kota Kupang. Berdasarkan data Pusdalops NTT 1 Februari 2021, terdapat 1410 orang di Kota Kupang yang terinfeksi covid-19. Bukan jumlah yang sedikit. Hal ini menunjukan bahwa virus corona berada di sekitar kita.

 Fransisko Darjan, SKM, tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Oebobo juga menginformasikan tentang akibat dari tidak menerapkan protokol kesehatan secara benar, serta gejala yang timbul apabila seseorang terpapar covid-19, yaitu :

  1. Tenggorokan gatal
  2. Tenggorokan kering
  3. Batuk kering
  4. Temperatur/suhu tubuh tinggi (lebih dari 37ᵒc )
  5. Sesak napas
  6. Kehilangan kemampuan indera penciuman/pembau

 Juga, secara singkat dipaparkan 3 (tiga) tahapan covid-19, yaitu :

  1. Covid-19 hanya di hidung - waktu pemulihan adalah setengah hari. (Menghirup uap Minyak kayu putih, minum vitamin C. Biasanya tidak ada demam, Asimtomatik.
  2. Tertular di tenggorokan - radang tenggorokan, waktu pemulihan 1 hari (kumur air panas, air hangat untuk diminum)
  3. Jika suhu tinggi maka minum parasetamol. Vitamin C, B-complex.
  4. Jika parah baru minum antibiotik (sesuai resep dokter)
  5. Timbul di paru-paru- batuk dan sesak napas 4 sampai 5 hari. (Vitamin C, B kompleks, kumur air panas, oksimeter, parasetamol, tabung oksigen bila berat, banyak cairan diperlukan, latihan pernapasan dalam).

Masyakat juga perlu tahu bahwa pH virus Corona  bervariasi dari 5,5 hingga 8,5. Sehingga, yang perlu kita lakukan untuk membasmi virus adalah mengkonsumsi lebih banyak makanan yang bersifat basa di atas tingkat keasaman virus, seperti berikut ini :

  1. Buah Pisang
  2. Lemon hijau - 9,9 Ph
  3. Lemon Kuning - pH 8,2
  4. Alpukat - 15,6 pH
  5. Bawang putih - 13,2 pH
  6. Mangga - 8,7 pH
  7. Tangerine - 8,5 pH
  8. Nanas - 12,7 pH
  9. Selada air - 22,7 pH
  10. Jeruk - 9,2 pH

Selamat Pagi, salam sehat..

Informasi bagi masyarakat Kota Kupang, sehubungan dengan adanya gangguan jaringan telepon, maka untuk SEMENTARA Call Center Brigadir Kupang Sehat (BKS) dialihkan. Terima Kasih

 

 

Demi mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), UPTD Puskesmas Oebobo melakukan kegiatan Penyuluhan PHBS di wilayah kerja UPTD Puskesmas Oebobo.

Penyuluhan dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Desember 2020 oleh tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Fransisko Darjan, SKM. Bertempat di SDN 1 Oebobo.

Penyuluhan bertujuan untuk memberikan informasi dan meningkatkan kesadaran peserta didik maupun pengajar tentang PHBS. PHBS di sekolah dapat dilakukan dengan cara berikut :

1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

2. Mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah

3. Memakai jamban bersih dan sehat

4. Olahraga yang teratur dan terukur

5. Memberantas jentik nyamuk

6. Tidak merokok

7. Membuang sampah pada tempatnya

8. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan.

Penyuluhan PHBS di Sekolah

Kamis, 10 Desember 2020 04:37

Banyak sekali ibu-bapak yang bingung nih..Demam lalu muncul bintik kemerahan di tubuh, Gejala apa ya? Campak/serampah bukan ya? Atau infeksi virus dan bakteri lainnya?

 

Yuuuuk kita lihat cara paling mudah membedakannya :

  • campak& Rubella: demam tinggi, ruam kemerahan di tubuh muncul saat demam masih tinggi.
  • Roseola/ eksantema subitum: demam tinggi, ruam kemerahan di tubuh muncul saat demam sudah turun.
  • Hands foot and mouth of disease: Ruam kemerahan seperti berisi air muncul di telapak tangan,telapak kaki dan sekitar mulut.
  • Demam dengue: demam mendadak tinggi di hari ke 1-3 dan hari ke 4-5 turun demam(masa kritis) serta hari ke 6-7 fase penyembuhan, bintik kemerahan berupa ptekie yg tidak hilang bila di tekan, tanda kebocoran plasma akibat virus dengue..

Keluhan-keluhan seperti ini harus di periksakan ke dokter supaya lebih pasti penyebab dan diagnosanya..

 

Ibu-bapak jika anak demam lebih dari 3 hari tidak turun segera periksakan ke puskesmas dan Dokter terdekat.. salam sehat..

Pandemi virus corona belum berakhir. Di sisi lain, kini sudah tiba musim penghujan. Upaya menjaga daya tahan tubuh harus terus dilaksanakan untuk mencegah terserang virus corona, sekaligus menangkal beragam penyakit yang sering datang saat musim penghujan.

Berikut ini beberapa cara untuk menjaga kesehatan di masa pendemi selama musim penghujan

1. Berjemur di bawah matahari pagi

Berjemur di bawah sinar matahari pagi baik untuk kesehatan karena tubuh mendapatkan asupan vitamin D. Untuk mendapatkan Vitamin D, kita memerlukan paparan sinar ultraviolet B yang muncul antara Pukul 09.30 - 14.30.

Untuk menjaga daya tahan tubuh, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 merekomendasikan untuk berjemur di bawah matahari pagi selama 5-15 menit. Berjemur harus dilakukan rutin, minimal 2 sampai 3 kali seminggu.

2. Olahraga rutin

Cara menjaga daya tahan tubuh berikutnya adalah dengan berolahraga rutin. Olahraga baik untuk melepas stres sekaligus melancarkan sirkulasi darah di dalam tubuh.

Tidak perlu melakukan olahraga yang menguras tenaha karena kalau sampai terlalu lelah justru akan menurunkan imun tubuh kita. Lakukan olahraga teratur sekitar 150 menit per minggu, atau 30 menit per hari.

3. Minum air putih

Cara menjaga daya tahan tubuh berikutnya adalah dengan minum air putih sekitar 2 liter per hari. Kecukupan konsumsi air penting untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Kekurangan minum air membuat fungsi tubuh menurun. Akibatnya, daya tahan tubuh pun rawan melemah.

4. Konsumsi vitamin

Cara menjaga daya tahan tubuh selanjutnya adalah dengan konsumsi vitamin dan suplemen. Tapi jangan sembarangan konsumsi vitamin dan suplemen.

Konsultasikan dengan dokter Anda, vitamin dan suplemen apa yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Biasanya, untuk menjaga daya tahan tubuh diperlukan vitamin C.

5. Pola makan

Cara menjaga daya tahan tubuh yang lainnnya adalah dengan menjaga pola makan. Konsumsilah makanan sehat dan gizi seimbang.

Ingat, malnutrisi akibat makanan tidak sehat dan tidak teratur dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Kurangi makanan junkfood dan berlemak agar daya tahan tubuh terjaga. Perbanyak makanan yang mengandung serat.

6. Tidur cukup

Cara menjaga daya tahan tubuh selanjutnya adalah dengan istirahat cukup sekitar 7-8 jam per hari. Menjaga jam tidur merupakan cara untuk menjaga sistem imun tetap baik.

Tidur yang cukup dan pola tidur yang baik dapat menurunkan risiko stres yang dapat menurunkan imun pada tubuh. Jadi pastikan waktu tidur selalu tercukupi, kurangi begadang.

 

disadur dari : www.kesehatan.kontan.co.id

Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi

Selasa, 08 Desember 2020 04:18

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terutama yang tanpa gejala (OTG) bisa sembuh meski hanya melakukan isolasi mandiri di dalam rumah.

Banyak pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak memperlihatkan menunjukkan gejala apa pun. Dalam kondisi tersebut, pasien biasanya diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah atau rumah aman.

Penyembuhan pasien terindikasi atau konfirmasi positif Covid-19 melalui isolasi mandiri di rumah dapat dilakukan dengan efektif jika pasien melakukan panduan yang mengacu pada Centers for Disease Control and Preventiton (sumsel.suara.com).

 

Tindakan yang yang harus dilakukan ketika di Rumah :

 A. Pasien :

1.  Mengukur suhu tubuh 2 kali sehari (pagi dan malam)

2.  Selalu menggunakan masker jika keluar kamar dan  insteraksi dengan orang rumah

3.  Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sesering mungkin.

4.  Jaga jaga dengan keluarga

5.  Upayakan kamar tidur terpisah atau sendiri

6.  Berjemur dibawah sinar matahari minimal 10-15 meni

7.  Pakaian yang dipakai sebaiknya dimasukkan di dalam kantong platik dan terpisah dengan pakaian anggota keluarga yang lain.

8.  Ukur dan catat suhu tubu tiap jam 7 pagi dan jam  7 malam.

9.  Segera berinformasi ke petugas pemantauan jika suhu mencapai 38 derajat.

 

B. Lingkungan/ Kamar:

1.  Perhatikan ventilasi, jendela dan udara

2.  Membuka jendela kamar secara berkala

3.  Menggunakan APD saat memberishkan kamar.

4.  Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sesering mungkin

5.  Bersihkan kamar setiap hari.

 

C. Keluarga

1.  Bagi anggota keluarga yang kontak erat dengan pasien sebaiknya memeriksakan diri ke RS/Puskesmas terdeka

2.  Anggota Keluarga senantiasa memakai masker

3.  Jaga jarak minimal 1 meter dari pasien

4.  Senantiasa mencuci tangan

5.  Jangan menyentuh daerah wajah kalau tidak yakin tangan bersih

6.  Ingat membuka jendela rumah agar sirkulasi udara teratur.

7.  Bersihkan daerah yang mungkin tersentuh pasien

 

BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), merupakan kegiatan pemberian Imunisasi rutin lanjutan bagi anak usia sekolah Kelas 1, 2, dan 5 SD/MI sederajat.

 

BIAS dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Agustus dan November. Pada Bulan Agustus dilakukan Imunisasi Campak Rubella, dan pada Bulan November dilakukan Imunisasi Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus (Td). UPTD Puskesmas Oebobo melakukan BIAS di Sekolah di Kelurahan Oebobo, Kelurahan Fatululi dan Kelurahan Oetete,

 

Kegiatan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Petugas maupun peserta didik yang hadir mematuhi protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

 

Pelaksanaan BIAS terintegrasi dengan kegiatan Penjaringan peserta didik. Penjaringan kesehatan merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) UPTD Puskesmas Oebobo. Pelayanan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.

 

Penjaringan kesehatan dilakukan pada peserta didik kelas 1 SD, dan pemeriksaan berkala bagi peserta didik kelas 2 dan 5 SD  yang meliputi pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan mata, telinga, rambut, kuku, pemeriksaan gigi dan keadaan umum, penyuluhan kesehatan, berupa Penyuluhan tentang Covid-19 dan PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan  rujukan apabila diperlukan.

 

video editor: FD

 

 

 

 

 

 

Halaman 3 dari 10